
Panduan
Museum Ryusho Sakai adalah museum komprehensif yang memperkenalkan sejarah dan budaya Kota Sakai, Prefektur Fukui. Ciri khas utama bangunan ini adalah arsitektur bergaya Barat unik berbentuk segi delapan lima lantai yang merekonstruksi tampilan luar dari 'Sekolah Dasar Ryusho' yang ada pada era Meiji. Terletak di atas bukit yang menghadap ke Laut Jepang, museum ini merupakan titik temu yang berharga di mana Anda dapat merasakan keindahan arsitektur bersejarah sekaligus narasi lokal secara bersamaan. Setelah melakukan pembaruan pada tahun 2023, museum ini kini menawarkan lingkungan pameran yang lebih modern dan ramah pengunjung.
Pendahulu museum ini adalah 'Mikuni Ryushokan' yang dibuka pada tahun 1981. Desainnya terinspirasi dari bangunan 'Sekolah Dasar Ryusho' yang selesai dibangun pada tahun 1879 (Era Meiji), sebuah bangunan bergaya pseudo-Barat. Sekolah ini memiliki keterkaitan sejarah dengan survei perbaikan pelabuhan Mikuni yang melibatkan insinyur Belanda, G.A. Essel, dan pernah menjadi simbol penting bagi masyarakat setempat. Bangunan ini mencerminkan pengaruh budaya Barat dan teknik arsitektur tinggi pada masanya, terlihat dari penggunaan kaca patri (stained glass) dan struktur atrium yang luas. Arsitektur itu sendiri merupakan warisan budaya yang sangat berharga.

Pameran di museum ini menangkap sejarah Kota Sakai dari berbagai sudut pandang. Di ruang pameran lantai 1, pengunjung dapat mempelajari sejarah transportasi air melalui kapal Kitamaebune, serta melihat kereta hias (dashi) dan boneka prajurit yang digunakan dalam Festival Mikuni, yang menunjukkan kemakmuran Pelabuhan Mikuni di masa lalu. Di lantai 2, dijelaskan tentang asal-usul Kota Sakai, budaya kuno Echizen, dan perubahan gaya hidup masyarakat setempat. Sementara itu, lantai 3 berfokus pada industri tekstil, sastra, dan keindahan pemandangan empat musim yang menjadi identitas daerah. Terakhir, di lantai 4, terdapat ruang observasi yang menawarkan pemandangan spektakuler ke arah pelabuhan Mikuni, area perkotaan Mikuni, hingga deretan pegunungan Hakusan di kejauhan.
Museum buka dari pukul 09:00 hingga 17:00. Kami menyarankan untuk berkunjung pada siang hari saat cahaya matahari masuk melalui jendela, menciptakan kontras yang indah dengan kaca patri yang berwarna-warni. Pemandangan dari ruang observasi lantai 4 akan terlihat sangat memukau pada hari yang cerah, memperlihatkan garis cakrawala Laut Jepang dan pegunungan Hakusan. Untuk menikmati detail arsitektur dan keindahan kaca patri secara maksimal, kunjungan pada pagi hari saat cahaya matahari lebih lembut sangat direkomendasikan.
Selain melihat pameran, Anda dapat merasakan pengalaman mendalam tentang sejarah lokal. Melalui model skala besar kapal Kitamaebune di pameran permanen, Anda dapat memahami dinamika perdagangan laut masa lalu secara visual. Berjalan di dalam bangunan bergaya 'pseudo-Barat' ini sendiri merupakan pengalaman berharga untuk merasakan atmosfer era Meiji. Mempelajari kerajinan tradisional, sastra, dan kearifan lokal akan membantu Anda memahami identitas Kota Sakai secara lebih mendalam.
Di sekitar museum, terdapat berbagai situs bersejarah seperti kuil-kuil kuno. Misalnya, Kuil Kudoryuji (aliran Chisan dari sekte Shingon) dan Kuil Takitani yang menyimpan harta karion nasional. Selain itu, kawasan Pelabuhan Mikuni telah terdaftar sebagai 'Minato Oasis', menjadikannya tempat yang ideal untuk berjalan-jalan santai di tepi laut. Menggabungkan kunjungan museum dengan penjelajahan bangunan bersejarah di sekitar dan pemandangan pantai akan membuat perjalanan Anda semakin berkesan.
Karena struktur bangunan meniru arsitektur bersejarah, mohon jaga etika untuk melindungi koleksi pameran. Kami menyarankan penggunaan sepatu yang nyaman karena Anda mungkin perlu berjalan menuju ruang observasi. Pembayaran tiket masuk memerlukan uang tunai. Bagi pelajar SMP atau SMA, harap membawa kartu pelajar untuk mendapatkan diskon. Terkait pengambilan foto, harap ikuti instruksi petugas karena terdapat pembatasan di area tertentu. Anda tidak perlu melakukan reservasi sebelumnya; silakan datang langsung ke lokasi.