
Panduan
Kastil Mihara terletak di Kota Mihara, Prefektur Hiroshima, dan merupakan situs sejarah yang ditetapkan sebagai situs nasional. Kastil yang dibangun oleh Kobayakawa Takakage ini pernah dijuluki sebagai 'Kastil Terapung' karena saat air pasang, kastil ini tampak seolah-olah terapung di atas laut. Ciri khas yang paling menonjol adalah perpaduan antara infrastruktur transportasi modern dengan peninggalan sejarah, di mana jalur JR Sanyo Main Line melintasi bekas area kastil, memungkinkan Anda merasakan sejarah langsung dari platform utama (tensudai). Selain itu, kastil ini juga berfungsi sebagai kastil laut dengan struktur yang memiliki akses masuk kapal ke arah laut.
Sejarah Kastil Mihara dimulai pada tahun 1567 (Eiroku 10) ketika Kobayakawa Takakage mulai membangunnya. Untuk menguasai kendali laut di Laut Seto, ia membangun benteng militer di dekat muara Sungai Numata. Pembangunan terus berlanjut dari tahun 1595 hingga 1597, dengan membawa dinding batu dari Gunung Shinkoyama untuk menciptakan benteng yang kokoh. Setelah kematian Takakage, kepemilikan kastil berpindah ke klan Fukushima dan kemudian klan Asano, berfungsi sebagai cabang dari domain Hiroshima hingga akhir era Edo. Setelah Restorasi Meiji, meskipun sempat ada rencana penggunaan militer, pembangunan jalur kereta api dan pengembangan kota mengubah bentuknya menjadi seperti sekarang. Hingga kini, dinding batu yang tersebar di tengah kota dan gerbang kastil yang dipindahkan tetap menjadi bukti skala kemegahan masa lalu.

Ada banyak hal menarik yang bisa dijelajahi di situs Kastil Mihara. Pertama, 'Tensudai' atau platform utama yang luas. Area ini dulunya memiliki luas yang setara dengan platform utama Kastil Edo, dan saat ini dinding batunya masih terjaga dengan baik. Kedua, 'Dinding Batu Bekas Menara Masuk Kapal' yang penting untuk memahami struktur kastil; di sini Anda dapat melihat bagaimana kapal-kapal dahulu masuk ke area ini. Selain itu, terdapat berbagai peninggalan lain seperti 'Dinding Batu Bekas Gerbang Utama Honmaru' yang memungkinkan Anda menelusuri tata letak benteng lama. Jangan lewatkan juga patung perunggu Kobayakawa Takakage serta 'Gerbang Kastil yang Dipindahkan' yang disimpan di kuil-kuil dan kuil Buddha di sekitar area, yang membuktikan bahwa semangat dan struktur kastil tetap diwariskan kepada masyarakat setempat.
Karena lokasinya yang terhubung langsung dengan Stasiun JR Mihara, akses ke situs ini sangat mudah di berbagai musim. Waktu terbaik untuk berjalan-jalan adalah saat pepohonan di sekitar dinding batu sedang hijau subur, memberikan suasana sejarah yang kental. Jalur khusus dari konkors stasiun menuju platform utama tersedia dari pagi hingga malam, sehingga Anda dapat menikmati ekspresi situs yang berbeda tergantung waktu kunjungan. Pada siang hari, Anda dapat mengamati detail dinding batu dengan jelas, sementara pada senja, Anda dapat menikmati pemandangan unik di mana cahaya lampu stasiun bersinggungan dengan nuansa sejarah yang tenang.

Mengunjungi reruntuhan Kastil Mihara lebih dari sekadar wisata biasa, melainkan sebuah perjalanan untuk merasakan skala sejarah. Dengan berjalan menyusuri jalan yang dibangun mengikuti tata letak kastil, Anda dapat merasakan betapa luasnya benteng ini dahulu. Anda juga dapat mengunjungi gerbang-gerbang yang dipindahkan ke kuil-kuil sekitar seperti Kuil Itozaki, Junsho, atau Gokuraku untuk mempelajari teknik arsitektur kastil. Di dalam stasiun juga terdapat model rekonstruksi yang sangat membantu untuk memahami struktur kastil secara visual.
Di sekitar Kastil Mihara, terdapat banyak tempat dengan suasana bersejarah. Area di mana gerbang-gerbang kastil yang dipindahkan berada sangat cocok untuk berjalan santai. Karena Mihara telah lama menjadi titik penting transportasi, Anda dapat menemukan nuansa kota benteng yang masih kental di lingkungan sekitarnya. Stasiun JR Mihara berada tepat di samping situs, memudahkan Anda untuk mengakses pusat perbelanjaan dan restoran di sekitar kota.
Saat menjelajahi reruntuhan Kastil Mihara, harap perhatikan hal berikut: