
Panduan
"Manto-e" yang diadakan di Kuil Daigo-ji adalah upacara khusus yang dilaksanakan setiap malam tanggal 5 Agustus. Ritual ini bertujuan untuk menghormati leluhur dan roh melalui penyalaan cahaya lentera (tomyo), sekaligus sebagai bentuk doa syukur atas segala bentuk kehidupan yang ada di dunia.
Saat malam tiba, area kuil akan dipenuhi dengan banyak lampion dan lentera yang diletakkan di sepanjang jalan setapak, menciptakan suasana hangat yang menyelimuti seluruh area. Efek pencahayaan ini memberikan ekspresi yang sangat berbeda dan magis pada pemandangan kuil bersejarah ini. Ini adalah perpaduan antara budaya penghormatan tradisional Jepang dengan keindahan visual cahaya yang sangat spiritual.
Manto-e berakar pada budaya penghormatan dalam ajaran Buddha. Tindakan menyalakan cahaya lentera bukan hanya sekadar ritual untuk menghormati mereka yang telah tiada, tetapi juga simbol rasa syukur atas kehidupan. Menyelenggarakan ritual ini di tempat bersejarah seperti Daigo-ji menjadi kesempatan berharga untuk melestarikan dan menyampaikan budaya spiritual Jepang kepada generasi masa kini.
Daya tarik utamanya adalah cahaya dari lampion dan lentera yang memenuhi jalan setapak. Cahaya yang dinyalakan saat matahari terbenam ini mengubah area kuil menjadi ruang yang sangat fantastis dan penuh imajinasi. Selain itu, pemandangan bangunan bersejarah yang disinari cahaya (light-up) juga menjadi poin penting. Kontras antara arsitektur kuno yang diterangi cahaya dengan deretan lampion di permukaan tanah menciptakan pemandangan khas yang hanya bisa dinikmati di waktu ini.
Acara ini diadakan setiap tahun pada malam tanggal 5 Agustus, mulai pukul 18:00 hingga 20:30. Keindahan pemandangan akan mencapai puncaknya setelah matahari terbenam saat suasana menjadi gelap. Menikmati cahaya lentera di tengah udara malam musim panas yang sejuk akan memberikan pengalaman yang sangat istimewa dan jauh dari rutinitas sehari-hari. Ini adalah cara terbaik untuk menikmati malam yang tenang dan khidmat di Kyoto saat musim panas.
Pengunjung dapat berjalan menyusuri area kuil yang dikelilingi cahaya lentera untuk merasakan secara langsung ritual tradisional Jepang. Dengan berjalan di antara dekorasi cahaya yang indah, Anda dapat merenung dalam doa atau sekadar mengagumi keindahan lanskap sejarah, yang memberikan kedamaian spiritual lebih dari sekadar wisata biasa.
Daigo-ji terletak di bagian tenggara Kyoto dengan area kuil yang sangat luas. Selama periode Manto-e, area di sekitarnya juga sering kali memiliki suasana yang meriah dengan berbagai pencahayaan. Karena lokasinya yang dekat dengan berbagai situs bersejarah lainnya, Anda dapat dengan mudah memasukkan kunjungan ini ke dalam rute wisata Kyoto Anda.
Masuk ke area utama (Garan) selama periode Manto-e adalah gratis, namun jika Anda ingin memberikan donasi atau menggunakan fasilitas tertentu, disarankan untuk membawa uang tunai.
Informasi dalam bahasa Inggris mungkin terbatas, namun Anda dapat berkunjung dengan lancana dengan mengikuti etika dasar.
Tidak diperlukan reservasi sebelumnya. Anda dapat langsung datang ke lokasi sesuai dengan jam operasional.
Karena ini adalah acara luar ruangan di malam hari, pilihlah pakaian yang sesuai dengan musim panas namun tetap nyaman. Karena Anda akan berjalan di area yang gelap, sangat disarankan menggunakan sepatu yang nyaman dan praktis.
Harap menjaga etika saat mengambil foto agar tidak mengganggu pengunjung lain atau jalannya ritual. Ikuti instruksi petugas jika ada area tertentu yang dilarang untuk memotret.
Area kuil memiliki beberapa perbedaan ketinggian dan jalan berbatu, sehingga perlu berhati-hati bagi pengguna kursi roda atau yang memiliki keterbatasan mobilitas.
Lentera dan lampion adalah benda yang sangat sensitif dan berkaitan dengan penggunaan api. Mohon untuk tidak menyentuh lentera dan tetap menjaga ketenangan selama prosesi berlangsung.