
Panduan
Kyu-Yasuda Teien adalah taman bersejarah yang terletak di Yokoami 1-chome, Sumida-ku, Tokyo. Dirancang sebagai taman stroll bergaya 'shioiri' (pasang surut), taman ini menampilkan struktur yang dikelilingi oleh kolam Shinji dengan pulau kecil, jalur pejalan kaki, dan lampion Yukimi, yang mempertahankan gaya taman daimyo dari era Edo. Uniknya, taman ini memiliki mekanisme untuk mereplikasi pasang surut air dari Sungai Sumida, menciptakan dinamika air yang menarik bagi pengunjung. Di tengah hiruk pikuk kota Tokyo, taman ini menawarkan ruang yang tenang dengan harmoni antara gerakan air dan penataan tanaman yang indah.
Sejarah taman ini bermula dari era Edo, ketika dibangun sebagai taman daimyo oleh Honjo Muneyasu selama periode Genroku. Pada masa itu, lokasi ini berfungsi sebagai kediaman bawah (shimoyashiki) dari klan Honjo Matsudaira. Pada periode Ansei, taman ini dikembangkan lebih lanjut sebagai taman stroll dengan sistem air yang mengalir dari Sungai Sumida. Pada era Meiji, lokasi ini menjadi kediaman Ikeda Akimasa, penguasa domain Okayama, dan kemudian menjadi bagian dari properti yang terkait dengan keluarga Yasuda setelah pembangunan kediaman utama oleh Yasuda Zenjiro.
Setelah hancur akibat Gempa Besar Kanto pada tahun 1923, sebagian besar struktur taman sempat hilang, namun melalui proses restorasi, taman ini dibuka kembali untuk umum pada tahun 1927. Saat ini, taman dikelola oleh Distrik Sumida, dan pada tahun 1971 dilakukan renovasi menyeluruh, termasuk pemasangan sistem sirkulasi air. Dahulu, di depan taman berdiri gedung Ryogoku Kokaido yang berbentuk kubah, namun kini telah dibongkar dan digantikan oleh Museum Pedang (Sword Museum).

Inti dari taman ini adalah Kolam Shinji. Di dalam kolam terdapat pulau-pulau kecil yang dikelilingi oleh lampion Yukimi yang artistik. Di sekitar kolam, pepohonan tua yang telah tumbuh selama bertahun-tahun memberikan pemandangan yang berubah sesuai musim. Anda juga dapat melihat ikan koi dan kura-kura yang berenang dengan tenang. Salah satu fitur paling unik adalah mekanisme buatan yang mereplikasi pasang surut air, sehingga pengunjung dapat menyaksikan perubahan pemandangan berdasarkan naik turunnya permukaan air.
Taman ini memiliki berbagai jenis tanaman yang menawarkan pemandangan berbeda di setiap musim. Keindahan pepohonan dan lanskap di sekitar kolam berubah secara alami antara musim semi, panas, gugur, dan dingin. Pada siang hari yang cerah, Anda dapat melihat gerakan ikan koi yang berkilau di bawah sinar matahari serta detail lampion Yukimi yang indah. Perubahan permukaan air akibat sistem pasang surut memberikan pengalaman visual yang unik yang tidak ditemukan di taman lainnya.
Terdapat jalur pejalan kaki yang tertata rapi di dalam taman, memungkinkan Anda untuk berjalan santai mengelilingi kolam. Anda dapat menikmati pemandangan batu alam, lampion, dan berbagai tanaman yang tertata dengan estetika tinggi. Ini adalah tempat yang sempurna untuk merasakan harmoni antara alam dan struktur buatan manusia dalam suasana yang sunyi. Karena desainnya yang memanfaatkan sistem air dari Sungai Sumida, Anda dapat merasakan perubahan lingkungan air secara langsung.
Dekat dengan taman ini terdapat Museum Pedang (Sword Museum). Selain itu, di area Sumida, terdapat berbagai titik budaya seperti Museum Sumo, monumen sastra terkait Ryunosuke Akutagawa, dan Kuil Haruna Inari. Lokasi ini juga dekat dengan area Tokyo Skytree, menciptakan perpaduan antara pemandangan kota modern dan sejarah tradisional.
Karena taman ini memanfaatkan kontur alami, disarankan untuk mengenakan sepatu yang nyaman untuk berjalan kaki. Harap menjaga ketenangan dan tidak makan atau minum secara berlebihan di area tertentu untuk menjaga suasana tetap tenang. Mohon hormati aturan umum untuk menjaga kebersihan dan ketenangan lingkungan.