
Bekas Fasilitas Stasiun Radio Sasebo (Menara Radio Hario)
Kyu Sasebo Musen Denshinjo Shisetsu Hario Soshinsho
Tiga menara radio beton bertulang setinggi 136 meter yang selesai dibangun pada tahun 1922.Jelajahi tempat ini

Bekas Fasilitas Stasiun Radio Sasebo (dikenal sebagai Menara Radio Hario) adalah sebuah bangunan bersejarah yang terdiri dari tiga menara radio beton bertulang dengan ketinggian sekitar 136 meter, terletak di Kota Sasebo, Prefektur Nagasaki.
Daya tarik tempat ini
Tentang Bekas Fasilitas Stasiun Radio Sasebo (Menara Radio Hario)
- Anda dapat melihat langsung tiga menara radio setinggi 136 meter yang memiliki nilai tinggi sebagai bangunan bersejarah.
- Tersedia sisa-sisa struktur seperti ruang telegraf dan gudang minyak yang ditetapkan sebagai Properti Budaya Penting.
- Menawarkan pengalaman berjalan-jalan di area yang luas untuk mengagumi kemajuan teknik arsitektur era Taisho.
- Tersedia kesempatan untuk mendapatkan penjelasan melalui pemandu untuk memahami latar belakang sejarah secara mendalam.
- Memiliki pemandangan fotogenik yang unik dengan formasi tiga menara yang ikonik.
Galeri foto
Semua fotoPrakiraan cuaca
Rab
5/8
33°/27°
92%
Kam
6/8
36°/27°
21%
Jum
7/8
36°/29°
12%
Sab
8/8
34°/29°
57%
Min
9/8
34°/27°
20%
Sen
10/8
32°/26°
36%
Sel
11/8
28°/25°
62%
Tips
Pembayaran
Masuk ke fasilitas ini gratis, namun siapkan uang tunai atau kartu kredit untuk transportasi atau kebutuhan di sekitar area.
Bahasa
Perlu dipastikan kembali ketersediaan papan informasi bahasa Inggris atau staf yang bisa berbahasa Inggris saat kunjungan.
Reservasi
Tidak perlu reservasi sebelumnya, namun disarankan memeriksa situs resmi untuk mengetahui cakupan area yang dibuka.
Pakaian & Barang
Sangat disarankan memakai sepatu yang nyaman karena area memiliki permukaan yang tidak rata.
Fotografi
Anda diperbolehkan mengambil foto, namun harap tetap menjaga etika saat berada di bangunan bersejarah.
Aksesibilitas
Terdapat beberapa bagian dengan perbedaan ketinggian atau permukaan jalan yang tidak rata.
Tata Tertib
Harap ikuti instruksi di lokasi agar tidak merusak bangunan atau situs bersejarah.

