
Panduan
Kedendo Keitaku adalah sebuah rumah tradisional beratap jerami dengan struktur bertingkat yang terletak di Tamamata, Kota Tsuroka, Prefektur Yamagata. Bangunan ini merupakan contoh nyata dari gaya arsitektur 'rumah bertingkat' (taso minka) yang khas dari wilayah ini dan telah ditetapkan sebagai Properti Budaya Berwujud di Prefektur Yamagata. Secara historis, tempat ini berfungsi sebagai bagian dari kota persinggahan (shukuba) di mana para peziarah yang menuju Kuil Yutari-san berhenti untuk beristirahat. Letaknya yang strategis di jalur penghubung antara wilayah Shonai di pesisir Laut Jepang dan wilayah Murayama di pedalaman telah membentuk struktur bangunan yang unik untuk menampung penghuni sekaligus tamu dalam lahan yang terbatas.
Karena wilayah ini merupakan daerah dengan curah salju yang sangat tinggi, penduduk setempat mengembangkan teknik bangunan untuk meminimalkan dampak salju sambil tetap memaksimalkan ruang hunian. Hal ini menghasilkan arsitektur atap jerami tiga tingkat yang ikonik. Selain itu, seiring dengan berkembangnya industri sutra pada era Meiji, gaya arsitektur ini pun mengalami evolusi. Untuk memastikan pencahayaan dan ventilasi di lantai dua dan tiga, jendela atap yang disebut 'Koha-ppo' ditambahkan pada bagian datar atap. Struktur ini juga mengalami modifikasi menjadi gaya 'Kabuto-zukuri' (atap berbentuk helm) pada bagian samping untuk menyesuaikan dengan kemajuan industri. Pada tahun 2016, nilai budaya yang tinggi ini diakui sebagai bagian dari Warisan Jepang (Japan Heritage).
Hal yang paling menarik adalah struktur tiga tingkat yang unik. Struktur ini adalah kristalisasi dari kearifan lokal dalam memanfaatkan ruang secara vertikal untuk menghadapi musim dingin yang ekstrem. Pengunjung dapat mengamati detail arsitektur yang berubah seiring waktu, seperti jendela atap (Koha-ppo) yang dipengaruhi oleh industri sutra serta bentuk atap Kabuto-zukuri. Tekstur tebal dari atap jerami dan cara ruang dimanfaatkan secara tiga dimensi memberikan gambaran nyata tentang gaya hidup tradisional Jepang yang sangat berharga.
Bangunan ini dibuka dari pukul 09:00 hingga 17:00. Anda dapat mengamati gaya arsitektur tradisional Jepang di berbagai musim. Mengingat sejarahnya sebagai daerah bersalju tebal, sangat menarik untuk melihat bagaimana bangunan ini berinteraksi dengan lingkungan, terutama saat musim salju, untuk memahami bagaimana arsitektur tradisional merespons perubahan alam. Harap periksa informasi lokal untuk memastikan status operasional berdasarkan cuaca atau musim.
Di sini, Anda dapat merasakan langsung struktur bangunan yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-dimana sejarah tidak hanya dibaca dari buku, tetapi dirasakan melalui struktur fisiknya. Anda bisa melihat pembagian ruang berdasarkan tingkat ketinggian dan jejak modifikasi atas pengaruh industri sutra. Waktu kunjungan yang disarankan adalah sekitar 30 menit agar Anda dapat menjelajahi keunikan arsitektur ini secara efisien.
Di sekitar lokasi terdapat area Asahi yang kaya akan pemandangan alam dan warisan budaya. Anda dapat menjelajahi lanskap budaya lokal yang menyatu dengan alam, serta menemukan berbagai fasilitas yang menyajikan kuliner lokal yang lezat di sekitar kawasan ini.
Demi menjaga kelestarian bangunan bersejarah, harap patuhi aturan saat berada di dalam gedung. Karena terdapat banyak tangga dan perbedaan ketinggian lantai, sangat disarankan untuk mengenakan sepatu yang nyaman untuk berjalan. Pembayaran tiket masuk adalah 300 yen untuk siswa SMA ke atas dan 200 yen untuk siswa SD/SMP. Kami menyarankan untuk menyiapkan uang tunai. Mohon ikuti instruksi petugas setempat mengenai aturan pengambilan foto di dalam area.