
Panduan
Sawahda Kunimi terletak di distrik Ogisu, bagian selatan Nasukarasuyama, Prefektur Tochigi. Terletak di zona transisi antara pegunungan Yamizo dan dataran rendah, sawah bertingkat ini memiliki karakteristik unik berupa hamparan sawah yang mengikuti lekukan lembah berbentuk huruf 'ku'. Lokasi ini telah terpilih sebagai salah satu dari "100 Pemandangan Sawah Bertingkat Terbaik di Jepang" oleh Kementerian Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan. Meskipun tingkat pertanian saat ini mengalami penurunan, keindahan topografi yang tercipta dari harmoni antara alam dan aktivitas manusia tetap memukau, menjadikannya destinasi favorit bagi para fotografer di masa lalu.
Wilayah ini telah lama menjadi pusat kegiatan pertanian yang dipengaruhi oleh bentang alam pegunungan Yamizo dan aliran sungai Naka. Salah satu keunikan budaya yang dapat diamati adalah struktur "Geta-baki", sebuah teknik tradisional di mana bagian dasar sawah menggunakan susunan batu sementara bagian atasnya menggunakan gundukan tanah. Teknik ini bertujuan untuk memperkuat tanggul sawah. Di masa lalu, kawasan ini juga berfungsi sebagai pusat budaya di mana orang-orang berkumpul sesuai dengan pergantian musim.

Elemen paling menonjol adalah bentuk sawah yang menyesuaikan dengan kontur tanah. Sawah-sawah ini tersusun secara bertingkat mengikuti lembah berbentuk huruf 'ku'. Terletak pada ketinggian sekitar 180 meter, pemandangan ini menyatu dengan hutan lebat di sekitarnya dan menawarkan ekspresi visual yang berbeda di setiap musim. Dahulu, terdapat titik pandang di bagian atas sawah untuk melihat pemandangan ke bawah. Saat ini, tempat ini menjadi lokasi ideal untuk mengamati struktur desa tradisional (Satoyama) di mana batas antara alam dan pemukiman terlihat sangat jelas.
Pemandangan sawah berubah secara dramatis seiring pergantian musim. Anda dapat menikmati hijaunya tanaman padi yang subur, warna emas yang berkilau saat masa panen, hingga pemandangan pedesaan yang tenang saat proses pengeringan. Waktu siang hari sangat disarankan karena cahaya matahari yang menyinari lereng akan mempertegas tekstur dan dimensi topografi lahan.
Kegiatan utama di sini adalah menikmati keindahan lansia (landscape appreciation). Anda dapat mengamati bentuk pertanian tradisional dan budaya lokal. Di sekitar wilayah ini, terdapat juga praktik budidaya jeruk yang merupakan salah satu batas utara budidaya di Jepang, sehingga Anda dapat mengamati bentuk pertanian unik daerah tersebut. Bagi pecinta sejarah, memperhatikan struktur susunan batu pada sawah akan memberikan wawasan mendalam tentang metode pertanian tradisional.
Di sekitar lokasi terdapat berbagai titik wisata alam yang asri. Di dalam kota Nasukarasuyama sendiri, terdapat beberapa taman alam dan fasilitas komunitas yang berkaitan dengan sejarah dan geografi wilayah tersebut. Anda juga dapat mengamati aliran sungai dan pegunungan yang membentuk lanskap kawasan ini.