
Panduan
Kumano Kodo Iseji adalah jalur ziarah sepanjang kurang lebih 170 km yang terletak di pantai timur Semenanjung Kii, menghubungkan Ise Jingu dengan Kumano Sanzan (Kumano Hongu Taisha, Kumano Hayatama Taisha, dan Kumano Nachi Taisha). Pada tahun 2004, jalur ini terdaftar sebagai bagian dari Situs Warisan Dunia UNESCO "Tempat Suci dan Jalur Ziarah di Pegunungan Kii". Rute dari Ise menuju Kumano ini merupakan jalur bersejarah yang telah dilewati oleh banyak orang sejak zaman dahulu, menjaga harmoni antara alam dan kepercayaan spiritual yang unik hingga saat ini.
Di wilayah ini, pemujaan terhadap alam telah berakar sejak lama, dan ziarah ke Kumano Sanzan dilakukan secara luas oleh berbagai kalangan, mulai dari keluarga kekaisaran dan bangsawan hingga rakyat jelata. Terutama pada zaman Edo, kegiatan ziarah ke Kumano bersamaan dengan kunjungan ke Ise Jingu menjadi sangat populer. Saking banyaknya orang yang melewati jalur ini, fenomena ini sering disebut sebagai "Ant Army Pilgrimage to Kumano" (Ants' Kumano Pilgrimage). Kepercayaan yang didasarkan pada topografi dan lingkungan alam telah membentuk budaya unik di kawasan ini.

Iseji menawarkan beragam lanskap yang berbeda tergantung pada topografinya. Anda dapat menikmati jalan setapak pegunungan dengan batu yang tersusun rapi, hutan bambu yang rimbun, hingga pemandangan laut Kumano Nami yang menakjubkan. Selain itu, destinasi suci seperti kuil berwarna merah cerah di Kumano Hayatama Taisha, Kumano Nachi Taisha yang terletak di lereng Gunung Nachi, serta Air Terjun Nachi yang merupakan air terjun tertinggi di Jepang, merupakan elemen penting dalam perjalanan ziarah ini. Tempat-tempat ini merupakan pusat kepercayaan yang berasal dari pemujaan terhadap alam.
Karena Kumano Kodo adalah jalur ziarah luar ruangan, persiapan yang matang sesuai musim sangat diperlukan. Waktu terbaik untuk berjalan kaki adalah sekitar bulan Maret hingga Mei, serta Oktober hingga November. Pada musim semi, Anda dapat menikmati kesegaran tanaman hijau dan bunga-bunga, sementara musim gugur menawarkan pemandangan dedaunan yang berwarna-warni. Namun, karena kondisi jalur dapat berubah tergantung cuaca, sangat penting untuk memeriksa informasi lokal terlebih dahulu. Sebaiknya lakukan perjalanan pada siang hari, namun tetap perhatikan perbedaan waktu matahari terbenam di setiap musim.
Pengalaman utama di sini adalah melakukan "ziarah" dengan berjalan kaki secara langsung. Karena jarak tempuh dan perbedaan ketinggian sangat bervariasi antar jalur, Anda dapat memilih rute yang sesuai dengan kemampuan fisik Anda. Jika ingin memahami sejarah dan budaya lokal secara lebih mendalam, Anda dapat menggunakan layanan pemandu "Kumano Kodo Katari-be". Berjalan bersama pemandu lokal akan memberikan pemahaman yang lebih dalam melalui penjelasan mengenai topografi, sejarah, dan alam sekitar.
Di sepanjang rute Iseji, terdapat banyak titik bersejarah dan area alam yang indah. Ise Jingu (Naiku dan Geku) merupakan titik awal yang penting, sementara Kumano Sanzan (Kumano Hongu Taisha, Kumano Hayatama Taisha, dan Kumano Nachi Taisha) adalah destinasi utama. Selain itu, Kuil Seigantoji di Gunung Nachi dan Kuil Kaminokura yang menyembah batu Gotobiki juga merupakan tempat penting untuk memahami kepercayaan di wilayah ini.
Saat berjalan di jalur ziarah, siapkan perlengkapan yang memadai. Gunakan sepatu yang sesuai dengan medan dan pakaian yang dapat beradaptasi dengan perubahan cuaca. Di beberapa titik, Anda mungkin perlu menggunakan uang tunai atau transportasi umum. Meskipun jalur telah dirawat, Anda diharapkan untuk tetap menghormati lingkungan alam sekitar. Meskipun terdapat pemandu yang dapat berbahasa Inggris, sangat disarankan untuk memahami aturan dasar dan etika setempat sebelum memulai perjalanan.