
Panduan
Kotohiki-hama adalah sebuah pantai yang terletak di Ami no, Kota Kyotango, Prefektur Kyoto. Ciri khas utamanya adalah fenomena 'Naki-suna' (pasir bernyanyi), di mana pasir akan mengeluarkan suara 'kyu-kyu' atau 'bu-bu-bu' saat diinjak. Fenomena ini terjadi akibat gesekan butiran kuarsa dalam pasir dan merupakan salah satu yang terbesar di Jepang. Pantai ini telah ditetapkan sebagai Cagar Alam Nasional dan Pemandangan Indah, serta terpilih sebagai salah satu dari 'Seratus Pemandangan Suara Jepang' dan 'Seratus Pantai Pasir Putih dan Pinus Jepang'. Ini adalah tempat yang sangat berharga untuk merasakan suara alam secara langsung.
Sejak zaman dahulu, pantai ini juga dikenal dengan nama 'Kotohiki-hama' atau 'Kotohiki-hama' dalam berbagai penulisan. Secara geologis, wilayah ini terdiri dari bukit pasir kuno yang terbentuk sekitar 70.000 tahun lalu dan bukit pasir baru yang terbentuk sekitar 5.000 tahun lalu. Untuk menjaga lingkungan alamnya, masyarakat setempat aktif melakukan kegiatan konservasi. Selain itu, sejak tahun 2002, 'Museum Budaya Naki-suna Kotohiki-hama' telah dibuka untuk memberikan edukasi mengenai mekanisme pasir bernyanyi dan isu lingkungan, menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga kualitas pasir di wilayah ini.
Daya tarik utamanya adalah pengalaman berjalan di atas 'pasir bernyanyi'. Saat musim kering, berjalan di atas pasir akan menghasilkan suara yang unik dan merdu. Selain itu, di satu bagian pantai terdapat sumber air panas yang disebut 'Kotohiki Onsen', yang merupakan mata air belerang sederhana yang mengandung garam. Di musim tertentu, Anda dapat menikmati waktu santai sambil mendengarkan suara alam. Ada juga area bernama 'Taiko-hama', di mana jika Anda mengetuk pasir dengan tangan, akan terdengar suara seperti dentuman genderang, memberikan variasi pengalaman suara alami yang luar biasa.
Musim berenang (terutama Juli hingga akhir Agustus) adalah waktu tersibuk di mana banyak pengunjung datang untuk menikmati laut. Pada periode ini, upacara pembukaan pantai dan doa keselamatan biasanya diadakan. Di sisi lain, dari pertengahan April hingga akhir Juni, serta dari September hingga November, tersedia fasilitas kaki air panas (ashiyu) musiman, sehingga Anda tetap bisa menikmati sensasi air panas meskipun tidak berenang. Untuk musim panas, disarankan untuk menggunakan area teduh atau tempat istirahat guna menghindari panas berlebih saat beraktivitas di siang hari.
Selain menikmati suara alam, Anda juga dapat melakukan berbagai aktivitas seperti berkemah, BBQ, dan berenang. Fasilitas kemah tersedia sepanjang tahun, memungkinkan Anda menghabiskan waktu di tengah alam. Selain itu, terdapat program lokal seperti 'Pengalaman Menjadi Nelayan Sehari' yang memungkinkan Anda menyentuh budaya alam Jepang melalui interaksi langsung dengan laut. Harap diingat bahwa terdapat aturan tertentu untuk menjaga kelestarian lingkungan saat beraktivasi di area pasir.
Di sekitar Kotohiki-hama terdapat 'Museum Budaya Naki-suna Kotohiki-hama' yang menyajikan pameran tentang pembentukan pantai dan upaya konservasi lingkungan. Selain itu, hanya sekitar 10 menit berkendara, terdapat fasilitas pemandian air panas seperti 'Yasaka Ashiginu Onsen'. Menggabungkan kunjungan ke pantai dengan relaksasi di onsen adalah rute perjalanan yang sangat direkomendasikan. Area Ami no secara keseluruhan menawarkan pemandangan alam yang sangat asri.
Sangat disarankan membawa sandal yang nyaman, pakaian ganti untuk berenang, serta topi dan tabir surya untuk perlindungan dari matahari. Jika ingin berkemah atau BBQ, pastikan menggunakan area yang telah ditentukan. Penggunaan kembang api atau api di area pasir sangat dilarang. Demi menjaga kelestarian pasir bernyanyi, merokok sangat dilarang di area pantai. Saat menggunakan fasilitas kemah atau BBQ, harap selalu menjaga kebersihan dengan membawa kembali sampah Anda.