
Panduan
Kuroseki-ji adalah sebuah kuil aliran Tendai yang terletak di Mizusawa Kuroishi-cho, Kota Oshu, Prefektur Iwate. Kuil ini dikenal dengan nama gunung Myokenzan. Didirikan oleh Biksu Gyoki pada tahun 729 (era Tenpyo), kuil ini merupakan salah satu institusi Buddha tertua di wilayah Tohoku. Selain menyimpan patung Yakushi Nyorai yang merupakan Warisan Budaya Penting Nasional, kuil ini juga terkenal sebagai lokasi upacara ritual tradisional "Kuroseki-ji Somin Matsuri". Terletak di tengah lingkungan alam yang asri, kompleks bangunan kuil ini merupakan tempat yang sangat berharga untuk memahami budaya Buddha tradisional Jepang.
Sejarah kuil ini sangat panjang, dimulai sejak pendiriannya oleh Biksu Gyoki pada tahun 729. Awalnya bernama Tokosan Yakushiji, kuil ini sempat terbakar akibat perang selama ekspedisi Ezo pada era Renryaku (782–806). Setelah itu, kuil ini dibangun kembali oleh Sakanoue no Tamuramaro pada tahun 807, dan kemudian dipugar kembali oleh Jikaku Daishi (Ennin), pemimpin aliran Tendai ketiga, pada era Kajo (849). Pada masa inilah nama kuil diubah menjadi Myokenzan Kuroseki-ji. Dahulu, kompleks ini sangat luas dengan 48 bangunan, namun setelah beberapa kali mengalami kebakaran, bangunan utama (Hondo) dan bangunan pendukung (Kuri) yang ada saat ini adalah hasil rekonstruksi dari tahun 1884. Perubahan sejarah ini mencermanimya perjalanan kepercayaan Buddha di tanah Tohoku hingga saat ini.

Harta karun paling utama di Kuroseki-ji adalah patung "Yakushi Nyorai" yang merupakan Warisan Budaya Penting Nasional. Patung ini terbuat dari satu blok kayu pohon katsura dan memiliki prasasti tinta dari tahun 862 (era Jogan) di bagian dalamnya, yang merupakan dokumen sejarah sangat berharga mengenai bentuk kepercayaan Buddha di Tohoku kuno. Selain itu, terdapat patung berdiri "Nikko & Gekko Bodhisattva" yang diyakini berasal dari akhir era Heian dan merupakan Harta Budaya Prefektur. Patung duduk Jikaku Daishi juga ditetapkan sebagai Warisan Budaya Penting Nasional. Koleksi patung-patung ini memegang posisi penting dalam sejarah seni Jepang dan menunjukkan kemajuan teknik pahat serta kedalaman spiritual pada masanya.
Kuroseki-ji menawarkan pemandangan yang berbeda di setiap musim. Sangat disarankan untuk berkunjung saat harmoni antara bangunan bersejarah dan alam sekitarnya terlihat paling indah. Selain itu, jika Anda berkunjung saat perayaan "Kuroseki-ji Somin Matsuri", Anda dapat menyaksikan warisan etnik yang langka yang menunjukkan penyebaran kepercayaan Somin di wilayah Tohoku. Waktu yang berbeda memberikan suasana yang berbeda; saat siang hari, Anda dapat mengamati detail patung dan arsitektur dengan lebih jelas di bawah cahaya alami.

Di area kuil, pengunjung dapat melakukan pengalaman budaya melalui apresiasi arsitektur kuil tradisional Jepang dan patung-patung bersejarah. Jika Anda ingin melakukan doa khusus (Kito), Anda dapat menghubungi pihak kuil terlebih dahulu untuk konsultasi atau pengaturan ritual keagamaan melalui LINE resmi atau formulir kontak di situs web mereka. Memahami konteks sejarahnya akan memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang latar belakang spiritual Jepang di luar sekadar wisata biasa.
Di sekitar Kuroseki-ji, terdapat banyak sumber daya wisata sejarah lainnya di Kota Oshu. Tempat-tempat bersejarah yang terkait dengan Situs Warisan Dunia seperti Chuson-ji dan Motsu-ji terletak tidak jauh dari sini, sehingga Anda dapat memasukkan kuil ini ke dalam rute perjalanan sejarah di Prefektur Iwate dan wilayah Tohoku. Menggunakan informasi wisata Kota Oshu akan membantu Anda menjelajahi situs sejarah dan fasilitas budaya di sekitarnya secara efisien.
Harap perhatikan hal-hal berikut saat berkunjung: