
Panduan
Distrik Preservasi Bangunan Tradisional Kitatsuidai & Minamidai terletak di bagian selatan Semenanjung Kunisaki, timur laut Prefektur Oita. Kawasan ini merupakan kota samurai bersejarah yang mempertahankan tata letak lahan (pembagian tanah) dari masa pemerintahan domain pada era Edo. Wilayah Kitatsuidai dan Minamidai yang terbagi secara utara dan selatan ini dihubungkan oleh jalan menanjak, dinding batu, dan dinding tanah, menciptakan lanskap unik yang memanfaatkan perbedaan ketinggian medan. Karena ditetapkan sebagai distrik pelestarian bangunan tradisional penting nasional, tempat ini merupakan lokasi berharga untuk merasakan langsung gaya arsitektur tradisional Jepang.
Sejarah kawasan ini bermula pada awal abad ke-17. Tata letak kota kastil yang ada saat ini mulai terbentuk pada masa Matsudaira Hidechika, yang mengabdi di bawah Hosokawa Tadaoki. Di kaki bukit yang menjorok ke Teluk Morie, kediaman tuan feodal ditempatkan, dengan pembagian wilayah yang jelas: dataran tinggi sebagai area samurai dan dataran rendah sebagai area pedagang. Kitatsuidai dan Minamidai dihubungkan melalui jalan-jalan menanjak seperti Sukiya-no-saka dan Shioya-no-saka, yang dulunya merupakan tempat tinggal bagi pejabat tinggi seperti Karo. Hingga kini, struktur dan gaya arsitektur masa lalu tetap terjaga, memberikan nilai sejarah yang sangat tinggi.

Di dalam distrik ini, terdapat banyak bangunan dan struktur dengan nuansa sejarah yang kuat. Ikon utama kawasan ini adalah jalanan menanjak yang diapit oleh dinding batu, tangga batu, dan dinding tanah putih. Selain itu, di pintu masuk kediaman samurai, Anda dapat melihat gerbang megah seperti Nagayamon atau Yakuimon yang mencerminkan sistem status sosial masa lalu. Beberapa aset budaya penting termasuk kediaman Ohara (aset budaya prefektur) dan kediaman Isoya (aset budaya kota), di mana atap jerami atau genteng serta tanaman seperti pohon sago dan pinus di halaman depan menciptakan estetika kediaman tradisional Jepang yang autentik.
Karena seluruh distrik ini berfungsi seperti museum terbuka, Anda dapat berkunjung kapan saja, namun waktu siang hari yang cerah sangat disarankan. Saat cuaca cerah, kontras antara dinding tanah putih, langit biru, dan tanaman hijau akan terlihat sangat tajam, memudahkan Anda mengamati detail bangunan bersejarah. Karena medannya yang banyak tanjakan, berjalan kaki di waktu siang yang terang akan lebih nyaman dan aman bagi kaki Anda.

Aktivitas utama di sini adalah berjalan santai menyusuri jalanan bersejarah. Anda dapat mengamati struktur kediaman samurai sambil berjalan melalui gang-gang sempit dan jalanan berbatu. Membawa kamera adalah ide bagus untuk mengabadikan detail arsitektur, dinding batu, dan gerbang kuno. Melalui perjalanan ini, Anda dapat memperdalam pemahaman tentang kehidupan kaum samurai dan cara pembangunan kota yang memanfaatkan kontur alam di Jepang.
Distrik ini terletak di sekitar Kastil Kitsuki. Area di sekitarnya juga menawarkan suasana kota kastil yang kental, sehingga Anda dapat mengeksplorasi sejarah kawasan ini secara menyeluruh. Lokasinya juga memiliki akses yang baik menuju berbagai tempat wisata lain di Prefektur Oita, menjadikannya titik awal yang baik untuk perjalanan ke Semenanjung Kunisaki.
Karena banyak terdapat jalan menanjak dan tangga batu, sangat disarankan untuk memakai sepatu jalan yang nyaman. Jangan lupa membawa topi untuk melindungi diri dari sinar matahari dan air minum.
Tidak ada biaya untuk berjalan-jalan di area distrik, namun jika Anda menggunakan fasilitas atau toko di sekitarnya, pembayaran dapat dilakukan dengan tunai atau kartu kredit (Visa, MasterCard, dll). Namun, karena beberapa toko kecil mungkin hanya menerima tunai, disarankan untuk menyiapkan uang tunai.
Tidak ada batasan untuk berjalan-jalan di area ini, namun dukungan bahasa Inggris mungkin terbatas untuk penjelasan mendalam atau panduan di fasilitas tertentu.
Anda diperbolehkan mengambil foto lanskap dan jalanan, namun mohon untuk tidak mengambil foto yang melanggar privasi atau masuk ke area pribadi rumah penduduk. Harap patuhi aturan perlindungan aset budaya.
Karena medan yang memiliki perbedaan ketinggian serta banyak tangga dan tanjakan, aksesibilitas untuk kursi roda sangat terbatas. Beberapa area memiliki banyak undakan yang tidak ramah bagi pengguna kursi roda.
Perlu diingat bahwa kawasan ini merupakan area pemukiman yang masih dihuni. Harap menghormati kehidupan warga setempat dengan tidak berbicara dengan suara keras, tidak memasuki properti pribadi tanpa izin, dan tidak mengambil foto rumah penduduk tanpa izin.