
Panduan
Taman Kamejo terletak di Kota Kariya, Prefektur Aichi, dan dibangun di atas bekas lokasi benteng utama (Honmaru) dan benteng kedua (Ninomaru) dari Kastil Kariya (yang juga dikenal sebagai Kastil Kamejo). Saat ini, taman ini menjadi ruang yang dicintai oleh masyarakat setempat dan pengunjung karena perpaduan antara alam yang kaya dan peninggalan sejarah. Di dalam taman, terdapat Kolam Kome-ike yang memberikan kesan struktur benteng kuno, serta Jippotei, sebuah paviliun peristirahatan yang menyatu dengan taman Jepang yang indah. Pada musim semi, taman ini menjadi sangat populer karena sekitar 400 pohon Sakura (Somei Yoshino) yang mekar dengan indahnya.
Sejarah tempat ini bermula dari pembangunan Kastil Kariya pada tahun 1533 oleh klan Mizuno. Kastil ini juga disebut sebagai 'Kastil Kamejo' dan telah dikuasai oleh berbagai klan kuat seperti keluarga Mizuno, Matsudaira, Inagaki, dan Honke secara turun-temurun. Setelah Restorasi Meiji, area ini sempat menjadi milik negara sebelum diserahkan kepada kota Kariya pada tahun 1936. Selama Perang Dunia II, area dataran tinggi ini sempat digunakan sebagai posisi artileri antipesawat, yang menyebabkan kerusakan pada vegetasi di sekitarnya. Namun, melalui upaya penghijakan kembali setelah perang, area ini dikembangkan menjadi taman Jepang yang indah pada tahun 1969, menciptakan pemandangan yang kita lihat sekarang.

Terdapat beberapa titik menarik di dalam taman yang menonjolkan sejarah dan alam. Pertama, Kolam Kome-ike yang memberikan nuansa struktur kastil kuno yang kuat. Kedua, Jippotei, sebuah bangunan yang berfungsi sebagai tempat istirahat atau pertemuan, menawarkan suasana yang tenang di tengah taman Jepang. Selain itu, taman ini juga berfungsi sebagai pusat kegiatan olahraga karena berdekatan dengan fasilitas seperti Gedung Olahraga Kariya, Stadion Kariya, dan area olahraga di pinggir sungai, menjadikannya tempat yang multifungsi bagi masyarakat.
Momen paling ikonik di Taman Kamejo adalah musim semi. Dari akhir Maret hingga awal April, sekitar 400 pohon Sakura (Somei Yoshino) akan mekar, menyelimuti taman dengan warna merah muda yang memukau. Pada periode ini, 'Festival Sakura' diadakan untuk merayakan keindahan tersebut. Selain itu, berjalan-jalan sambil mendengarkan kicauan burung dan melihat perubahan tanaman setiap musim memberikan ketenangan dari hiruk pikuk sehari-hari. Untuk suasana keluarga yang ramai, datanglah di siang hari, namun jika Anda mencari ketenangan, waktu pagi hari atau sore yang teduh adalah waktu yang paling tepat.
Area taman ini sangat luas dan cocok untuk berbagai aktivitas, tidak hanya berjalan santai tetapi juga olahraga. Anda dapat memanfaatkan fasilitas di sekitarnya untuk jogging, jalan santai, atau berolahraga di stadion dan gedung olahraga. Menikmati waktu istirahat sambil memandang taman Jepang atau melakukan perjalanan sejarah menyusuri bekas benteng adalah pengalaman unik yang hanya bisa didapatkan di sini. Tempat ini sangat direkomendasikan bagi mereka yang ingin menyegarkan pikiran di alam terbuka atau merasakan jejak budaya kastil Jepang.
Di sekitar taman, terdapat berbagai fasilitas budaya dan publik. Jika Anda ingin mempelajari sejarah lebih dalam, Anda dapat mengunjungi Museum Sejarah Kariya atau pusat dokumentasi sejarah setempat. Selain itu, Anda dapat menggunakan bus publik 'Karimaru' untuk berpindah ke berbagai titik utama di sekitar area ini dengan mudah. Ini adalah area yang sempurna untuk menggabungkan rekreasi harian dengan pembelajaran budaya.
Karena area taman cukup luas, sangat disarankan untuk menggunakan sepatu yang nyaman untuk berjalan kaki. Saat menggunakan taman Jepang atau area istirahat, harap menjaga ketenangan demi kenyamanan pengunjung lain. Berikut detail mengenai pembayaran dan penggunaan: