
Panduan
Kashima Jingu terletak di Kota Kashima, Prefektur Ibaraki, dan merupakan kuil bersejarah yang didedikasikan untuk 'Takemikazuchi-no-Okami', dewa pendiri bangsa Jepang sekaligus dewa bela diri. Kuil ini diyakini didirikan sejak era Kaisar Jimmu dan telah memainkan peran penting dalam sejarah Jepang. Kompleks kuil yang luas ini menawarkan perpaduan antara arsitektur tradisional yang megah dengan alam yang tenang. Pengunjung dapat merasakan langsung spiritualitas Jepang melalui pemandangan rusa yang merupakan utusan dewa serta koleksi benda pusaka yang bernilai sejarah tinggi.
Wilayah ini dulunya merupakan garis depan pembukaan wilayah Timur yang berbatasan dengan laut dalam. Nama 'Kashima' sendiri konon berasal dari perubahan nama 'Kashima' (香島) yang berkaitan dengan rusa, yang merupakan utusan suci dewa. Dengan sejarah yang sangat tua, kuil ini tercatat dalam literatur klasik seperti Kojiki. Setiap tahun, lebih dari 90 ritual diadakan, termasuk upacara tradisional seperti Shimatousai, Hakuma-sai, dan Yabusame yang masih dilestarikan hingga kini. Salah satu acara yang sangat langka adalah 'Mifune-sai' yang diadakan setiap 12 tahun sekali, di mana dewa diarak melalui jalur darat dan air sejauh sekitar 30 km.

Ada banyak spot menarik di Kashima Jingu. Pertama, arsitektur bangunan kuil yang mempertahankan gaya tradisional dengan detail atap yang megah, mencerminkan estetika Jepang yang tinggi. Kedua, terdapat 'Museum Harta Karun' (Treasure Hall) yang memamerkan pedang lurus (Chokuto) yang merupakan Harta Nasional Jepang. Ketiga, Anda dapat mengunjungi 'Taman Rusa' di dalam area kuil untuk melihat sekitar 30 ekor rusa Jepang yang hidup bebas. Berjalan menyusuri jalan setapak yang dikelilingi alam sambil merasakan beratnya sejarah adalah pengalaman yang tak terlupakan.
Kashima Jingu menawarkan pemandangan yang berbeda di setiap musim. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah saat musim semi atau musim gugur ketika udara terasa sejuk dan pemandangan alam di sekitar jalan setapak terlihat sangat indah. Jika Anda berkunjung saat masa festival, Anda akan menyaksikan suasana yang sangat hidup dan penuh energi. Karena Museum Harta Karun buka dari pukul 09:00 hingga 16:00, disarankan untuk datang di siang hari agar dapat mengamati detail arsitektur dan koleksi museum dengan lebih jelas.

Selain berwisata, melakukan ritual doa (Gokito) untuk momen penting dalam hidup adalah bagian penting dari kunjungan Anda. Kuil ini melayani berbagai doa seperti penghalau nasib buruk, doa keselamatan berkendara, hingga upacara Shichi-Go-San. Bagi mereka yang menginginkan doa untuk keselamatan persalinan, Anda dapat membawa kain pengikat perut (haraobi) sendiri untuk menjalani ritual di depan altar. Merasakan ketenangan dalam doa untuk kesehatan keluarga di tengah suasana suci akan menjadi pengalaman spiritual yang mendalam.
Di sekitar kuil, terdapat berbagai situs bersejarah dan taman, seperti Taman Kashima Shiroyama dan reruntuhan kastil Kashima. Lokasi ini sangat cocok untuk Anda yang ingin melakukan perjalanan sejarah. Dengan menggabungkan kunjungan ke situs-situs sekitar, Anda dapat memahami budaya dan sejarah wilayah ini secara lebih mendalam.

Karena area kuil sangat luas dan memiliki beberapa bagian dengan jalan tanah atau alami, kami sangat menyarankan penggunaan sepatu yang nyaman untuk berjalan kaki. Jika Anda berencana melakukan ritual doa atau membeli jimat (Omamori), sebaiknya periksa prosedur sebelumnya. Untuk ritual keselamatan persalinan, jangan lupa membawa kain pengikat perut.