
Panduan
Terowongan Kanmon adalah terowongan khusus pejalan kaki dan pesepeda yang melintasi dasar Selat Kanmon, menghubungkan Kota Shimonoseki di Prefektur Yamaguchi (Honshu) dengan Distrik Moji di Prefektur Fukuoka (Kyushu). Daya tarik utamanya adalah kemampuan untuk berpindah antar pulau Honshu dan Kyushu secara langsung dengan berjalan kaki. Pintu masuknya memiliki desain unik berbentuk ikan fugu (ikan buntal) yang sangat ikonik, menjadikannya spot foto favorit bagi wisatawan. Selain sebagai jalur transportasi harian, tempat ini juga merupakan bagian penting dari rute wisata di sekitar kawasan ini.
Sejarah jalur ini sangat panjang. Setelah pembukaan Terowongan Kereta Api Kanmon pada tahun 1942, terowongan jalan raya ini kemudian dibuka pada 9 Maret 1958. Terowongan ini dibangun di bawah bagian tersempit dari Selat Kanmon, yaitu Hayato Seto. Meskipun menghadapi berbagai tantangan geologis dan keterbatasan material pada masa pembangunannya, terowongan ini telah berfungsi sebagai infrastruktur vital yang menghubungkan Honshu dan Kyushu selama puluhan tahun. Kawasan ini juga memiliki sejarah sebagai pusat interaksi masyarakat melalui fasilitas istirahat di sekitar area tersebut.

Pengalaman berjalan di bawah dasar laut adalah daya tarik terbesar. Di mulut terowongan, Anda akan disambut oleh gerbang berbentuk ikan fugu yang mulutnya terbuka, mencerminkan karakteristik lokal. Selain itu, interior terowongan dirancang dengan sangat menarik; dindingnya dihiasi dengan gambar rumput laut dan ikan, sementara langit-langitnya menggambarkan pemandangan langit dari pagi, siang, sore, hingga malam hari. Di dekat area ini, terdapat juga 'Kanmon Plaza' yang merupakan fasilitas pameran untuk mempelajari sejarah dan budaya lokal secara lebih mendalam.
Karena merupakan fasilitas tertutup, terowongan ini tidak terpengaruh oleh cuaca atau sinar matahari langsung. Anda dapat menikmati aktivitas jalan kaki atau jogging dengan nyaman baik saat hujan maupun saat cuaca sangat terik. Jam operasional terowongan adalah dari pukul 06:00 hingga 22:00 (tutup pada tengah malam). Sangat disarankan untuk berkunjung pada siang hari agar perjalanan wisata Anda antara Shimonoseki dan Mojiko berjalan lancar dan menyenangkan.

Di sini, Anda bisa merasakan pengalaman 'menyeberang pulau' dari Honshu ke Kyushu dengan berjalan kaki. Perjalanan satu kali jalan membutuhkan waktu sekitar 15 menit. Selain berjalan kaki, pesepeda dan pengguna sepeda motor di bawah 50cc juga diperbolehkan lewat, namun dengan aturan ketat: mesin harus dimatikan dan kendaraan harus didorong (tidak boleh dikendarai). Mengumpulkan stempel kenang-kenangan atau mendapatkan peta wisata lokal juga merupakan aktivitas yang menyenangkan di sini.
Di sekitar pintu masuk terowongan, terdapat banyak destinasi wisata menarik. Dari sisi Kyushu, Anda dapat mengakses area Mojiko Retro yang bersejarah, sementara dari sisi Honshu, Anda dapat menjelajahi kawasan kota tua Shimonoseki. Banyak taman dengan pemandangan selat yang indah, bangunan bersejarah, serta pusat kuliner lezat yang siap menyambut Anda setelah menyeberangi terowongan.
Ada aturan khusus bagi pengguna sepeda atau sepeda motor: Anda wajib mematikan mesin dan mendorong kendaraan Anda selama berada di dalam terowongan. Untuk pakaian, tidak ada ketentuan khusus, namun sangat disarankan menggunakan sepatu yang nyaman untuk berjalan jauh. Mengenai biaya, jika Anda menggunakan sepeda atau kendaraan bermotor kecil, pastikan membawa uang tunai untuk pembayaran di kotak pembayaran sisi Shimonoseki. Harap patuhi aturan demi keselamatan karena terdapat pengawasan melalui kamera dan patroli petugas.