Lewati ke konten
Situs Kamo Iwakura

Panduan

Situs Kamo Iwakura

10 mnt baca

Ringkasan & Daya Tarik

Situs Kamo Iwakura adalah situs arkeologi dari zaman Yayoi yang terletak di Iwakura, Kota Kamo, Unnan, Prefektur Shimane. Situs ini ditemukan secara tidak sengaja pada tahun 1996 saat pembangunan jalan pertanian. Keunikan utama dari situs ini adalah ditemukannya 39 buah genderang perunggu (Dotaku), jumlah terbanyak yang pernah ditemukan di satu lokasi di Jepang. Karena nilai sejarahnya yang luar biasa, benda-benda ini telah ditetapkan sebagai Harta Nasional Jepang. Saat ditemukan melalui penggalian alat berat, kondisi penguburan asli masih terjaga dengan sangat baik, memberikan data ilmiah yang sangat berharga mengenai cara masyarakat kuno menyimpan benda-benda ritual mereka.

Latar Belakang Sejarah dan Budaya

Penemuan situs ini dimulai pada Oktober 1996. Berkat penghentian pekerjaan segera setelah penemuan, posisi dan kondisi asli penguburan genderang perunggu dapat dicatat dengan akurat. Genderang ini berasal dari periode menengah hingga akhir zaman Yayoi. Koleksi ini mencakup berbagai tahap teknologi, mulai dari penggunaan cetakan batu yang lebih tua hingga penggunaan cetakan tanah liat yang lebih baru. Pola yang ditemukan juga menunjukkan adanya hubungan dengan wilayah Kinki, yang mengisyaratkan adanya pertukaran budaya luas dan keberadaan bengkel kerajinan dengan keahlian tinggi pada masa itu. Ini merupakan bukti penting untuk memahami sejarah wilayah Izumo kuno.

Situs Kamo Iwakura 1

Daya Tarik Utama

Hal yang paling menakjubkan dari Situs Kamo Iwakura adalah teknik penguburan "nested" atau bertumpuk, di mana genderang perunggu kecil diletakkan di dalam genderang perunggu yang lebih besar. Fenomena ini sangat langka di Jepang. Selain itu, permukaan genderang dihiasi dengan motif yang sangat halus seperti pola aliran air dan pola geometris. Yang lebih menarik lagi, beberapa genderang memiliki lukisan figuratif seperti wajah manusia, capung, rusa, babi hutan, hingga kura-kura. Ekspresi visual ini memberikan wawasan mendalam mengenai pandangan manusia purba terhadap alam dan peran ritual dalam kehidupan mereka.

Waktu Kunjungan yang Disarankan

Situs ini terletak di lingkungan alam yang asri. Meskipun tidak ada batasan musim, disarankan untuk mengunjungi area penggalian terbuka pada siang hari saat cahaya matahari cukup terang agar Anda dapat melihat struktur situs dengan jelas. Untuk memahami detail artefak secara mendalam, sangat disarankan untuk mengunjungi Museum Sejarah Kuno Izumo Prefektur Shimane, di mana koleksi genderang perunggu ini dipamerkan secara resmi.

Aktivitas & Pengalaman

Di lokasi, Anda dapat melihat langsung bekas tempat di mana genderang perunggu tersebut terkubur. Anda dapat mengamati jejak struktur penguburan kuno dan mencoba mencocokkan motif lukisan seperti 'wajah' atau 'capung' dengan literatur sejarah untuk memahami estetika kuno. Melalui dokumentasi dan pameran, pengunjung dapat memperdalam pemahaman tentang perbedaan teknik pembuatan antara cetakan batu dan cetakan tanah liat.

Area Sekitar

Tidak jauh dari Situs Kamo Iwakura, terdapat Situs Kōjingaya yang terkenal dengan penemuan pedang perunggu dalam jumlah besar. Kedua situs ini berjarak sekitar 3 km dan memiliki keterkaitan erat, terlihat dari adanya tanda (X) yang serupa pada artefak yang ditemukan. Setelah mengunjungi situs, Anda dapat melanjutkan perjalanan ke Museum Sejarah Kuno Izumo Prefektur Shimane untuk melihat langsung Harta Nasional tersebut.

Informasi Penting bagi Pengunjung

  • Pembayaran: Tidak ada biaya masuk untuk melihat area situs, namun siapkan uang tunai jika ingin mengunjungi fasilitas atau museum di sekitarnya. Penggunaan kartu kredit bergantung pada kebijakan fasilitas tersebut.
  • Bahasa: Dukungan bahasa Inggris terbatas di area situs terbuka, namun Museum Sejarah Kuno Izumo menyediakan penjelasan dalam bahasa Inggris.
  • Reservasi: Tidak memerlukan reservasi sebelumnya untuk mengunjungi situs.
  • Pakaian & Perlengkapan: Karena medan di sekitar situs berupa tanah alami dan mungkin ada kemiringan, gunakan sepatu yang nyaman untuk berjalan dan pakaian yang praktis. Disarankan membawa topi dan air minum.
  • Fotografi: Diperbolehkan mengambil foto pemandangan situs, namun harap patuhi aturan di area museum atau area tertentu.
  • Aksesibilitas: Medan situs mengikuti topografi alami, sehingga mungkin terdapat perbedaan ketinggian atau permukaan yang tidak rata. Akses kursi roda mungkin terbatas.
  • Etika: Situs ini adalah situs sejarah nasional. Harap menjaga kelestarian struktur dan tetap berada di jalur yang telah ditentukan.