
Panduan
Kakuin-ji adalah kuil dari sekte Koyasan Shingon yang terletak di kota Katsura, distrik Katsura, Prefektur Tokushima. Dikenal sebagai tempat persinggahan ke-20 dalam ziarah Shikoku 88 Kuil, kuil ini memiliki nama gunung Ryojustusan. Terletak di dekat puncak gunung pada ketinggian sekitar 470 meter, kuil ini telah lama dicintai oleh masyarakat setempat dengan julukan "O-tsuru-san". Area kuil yang dikelilingi oleh pepohonan raksasa dan pohon cedar tua memberikan suasana yang sangat tenang dan memberikan kedamaian spiritual bagi setiap pengunjung.
Sejarah Kakuin-ji bermula sejak tahun 798 (era Enryaku). Kuil ini didirikan oleh Kobo Daishi (Kukai) atas perintah Kaisar Kanmu. Nama kuil ini berasal dari legenda indah yang dilihat oleh Kobo Daishi saat sedang bermeditasi. Konon, saat sedang bertapa di gunung ini, sepasang bangau putih hinggap di dahan pohon cedar tua dan menjaga sebuah patung kecil Jizo Bosatpa yang berwarna emas. Terinspirasi dari pemandangan ini, kuil ini dinamakan "Kakuin-ji" (Kaku berarti bangau) dan menjadikan Jizo Bosatpa sebagai objek pemujaan utama. Nama gunungnya, Ryojustusan, diberikan karena pemandangannya menyerupai Gunung Vulture di India. Kuil ini telah menerima pengabdian dari berbagai tokoh sejarah, mulai dari kaisar hingga panglima perang terkenal seperti Minamoto no Yoritomo dan Minamoto no Yoshitsune.

Kakuin-ji memiliki berbagai aset budaya bernilai tinggi. Salah satu yang paling menonjol adalah satu-satunya pagoda tiga tingkat di Prefektur Tokushima. Dibangun antara tahun 1817 hingga 1827, pagoda ini ditetapkan sebagai Properti Budaya Penting Prefektur Tokushima. Selain itu, terdapat "Choishi" (batu penanda) yang berjumlah 11 unit di sepanjang jalur ziarah dari aula utama. Batu granit ini memiliki ukiran tahun dari era Muromachi dan menjadi bukti sejarah tertua di Tokushima. Patung Jizo Bosatpa yang menjadi objek utama juga memiliki legenda tentang bekas luka panah di dadanya, yang melambangkan kedalaman iman dan pengorbanan.
Karena terletak di ketinggian, Kakuin-ji menawarkan pemandangan yang berbeda di setiap musim. Pada musim semi saat tanaman hijau segar atau musim gugur saat dedaunan berubah warna, pemandangan di sekitar jalur ziarah akan menjadi sangat memukau. Waktu pagi hari adalah waktu terbaik untuk merasakan kesunyian dan semangat meditasi dalam udara yang jernih. Jika cuaca cerah, Anda dapat menikmati pemandangan spektakuler yang membentang dari pegunungan Kishu hingga Samudra Pasifik.

Anda dapat mencoba pengalaman ziarah Shikoku Henro dengan berjalan kaki menyusuri jalur setapak sepanjang sekitar 4 km dari kaki gunung yang memakan waktu sekitar 1,5 jam. Di sepanjang jalan, terdapat 21 batu penanda (Choishi) yang berfungsi sebagai panduan bagi para peziarah. Berjalan di tengah alam terbuka ini adalah perjalanan spiritual untuk berdialog dengan diri sendiri. Selain itu, mendapatkan Goshuin (stempel kuil) adalah salah satu cara untuk merasakan koneksi mendalam dengan sejarah kuil ini.
Karena jalur menuju kuil cukup menanjak, sangat disarankan untuk menggunakan sepatu jalan yang nyaman dan membawa perlengkapan yang sesuai dengan kondisi fisik. Harap menjaga ketenangan dan menunjukkan rasa hormat selama berada di area suci. Untuk urusan pembayaran seperti donasi atau parkir, biasanya menggunakan uang tunai.