
Panduan
Kairyuoji adalah kuil aliran Shingon Ritsu yang terletak di Kota Nara, Prefektur Nara. Kuil ini konon didirikan oleh Kaisar Kobun pada tahun 731 (era Tenpyo 3) oleh biksu Genbo, yang memohon keselamatan pelayaran ke Tiongkok dan penyebaran Dharma. Karena lokasinya yang berada di sudut timur laut istana Heijo, kuil ini juga dikenal dengan sebutan 'Sumi-dera' atau 'Kado-dera'. Kairyuoji sangat terkenal sebagai tempat asal mula penulisan sutra 'Hannya Shingyo', dan telah berfungsi sebagai tempat meditasi spiritual serta doa sejak zaman dahulu. Saat ini, banyak pengunjung yang datang untuk memohon keselamatan dalam perjalanan maupun studi ke luar negeri.
Sejarah kuil ini berkaitan erat dengan sejarah utusan ke Tiongkok pada masa Nara. Konon, biksu pertama, Genbo, berhasil kembali ke Jepang dengan selamat setelah melafalkan mantra Kauryuo-kyo saat menghadapi badai hebat di Laut Cina Timur dalam perjalanannya dari Tiongkok. Peristiwa inilah yang menetapkan status Kairyuoji sebagai tempat permohonan keselamatan pelayaran. Selain itu, dipercaya bahwa Kobo Daishi (Kukai) juga pernah mengunjungi tempat ini untuk berdoa demi keselamatan pelayaran. Kuil ini memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi karena mempertahankan gaya arsitektur dan budaya dari era Tenpyo.

Kairyuoji menyimpan banyak harta budaya dengan nilai sejarah tinggi. Salah satu yang paling representatif adalah Pagoda Lima Tingkat Kecil yang berada di dalam Saikin-do (Properti Budaya Penting). Ini adalah satu-satunya pagoda lima tingkat dari era Tenpyo yang masih ada hingga saat ini, menjadikannya sangat berharga. Selain itu, di aula utama terdapat patung Avalokitesvara Sebelas Wajah (Properti Budaya Penting) yang dibuat pada era Kamakura. Patung ini memiliki kondisi yang sangat baik dengan ciri khas ornamen dan pola pakaian yang mewah. Terdapat juga berbagai pameran yang menjelaskan sejarah penulisan sutra serta benda-benda berharga lainnya yang disebut 'Hobo'.
Kairyuoji mengadakan pembukaan khusus pada waktu-waktu tertentu. Misalnya, pada musim semi, diadakan 'Pembukaan Khusus Avalokitesvara Sebelas Wajah' di mana pengunjung dapat melihat patung Buddha dan harta budaya yang biasanya tidak dapat dilihat umum. Selain itu, setiap tanggal 3 September, diadakan festival 'Ryuo Matsuri'. Selama periode ini, pengunjung dapat menyaksikan ritual berdasarkan kepercayaan terhadap Dewa Naga yang telah ada sejak lama. Pada siang hari, Anda dapat menikmati suasana tenang di sekitar bangunan bersejarah di tengah lingkungan yang dikelilingi pepohonan hijau.

Di Kairyuoji, Anda dapat merasakan budaya 'Shakyo' atau penulisan sutra berdasarkan latar belakang sejarahnya. Sebagai tempat asal mula penulisan Hannya Shingyo, Anda dapat menyentuh bentuk doa kuno melalui aktivitas yang melatih konsentrasi mental. Kuil ini juga sering digunakan sebagai tempat untuk memohon keselamatan dalam perjalanan atau studi, menjadikannya tempat yang tepat untuk memohon perlindungan di momen penting kehidupan. Lingkungan kuil yang alami memberikan ketenangan untuk mempelajari sejarah dan budaya.
Karena terletak di Kota Nara, banyak tempat bersejarah dan fasilitas budaya lainnya yang berada di sekitar kuil ini. Anda dapat menyusun rute wisata yang menggabungkan kunjungan ke tempat-tempat utama seperti Taman Nara, Kuil Todai-ji, dan Kuil Kasuga Taisha. Anda dapat menikmati perjalanan menelusuri sejarah Nara bersama dengan alam sekitarnya yang asri.
Harap perhatikan hal-hal berikut saat berkunjung: