
Panduan
Jotenji adalah kuil aliran Rinzai Jofuku-ha yang terletak di Hakata, Fukuoka. Kuil ini memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi karena dikenal sebagai tempat kelahiran "Hakata Gion Yamakasa", sebuah festival musim panas yang ikonik di Fukuoka. Struktur unik kuil ini terbagi menjadi dua area oleh jalan kota akibat penataan lahan pada tahun 1963, sehingga area gerbang (Sanmon) dan aula Buddha terpisah dari area aula utama (Hondo) dan pemakaman. Meskipun dikelilingi oleh gedung-gedang tinggi modern, Jotenji menawarkan ruang sejarah yang tenang dan damai.
Sejarah Jotenji bermula pada tahun 1242 (era Ninji). Kuil ini didirikan oleh pendeta suci Seiichi Kokushi atas undangan dari Muto Suketari, dengan dukungan dari pedagang asal Tionge, Xie Guoming. Seiichi Kokushi juga dikenal sebagai tokoh yang mendirikan Kuil Tofuku-ji di Kyoto. Selain itu, kuil ini memiliki hubungan erat dengan asal-usul Hakata Gion Yamakasa. Konon, saat wabah menyerang Hakata pada tahun 1241, Seiichi Kokushi melakukan ritual doa untuk mengusir penyakit, yang kemudian menjadi tradisi festival Yamakasa hingga saat ini. Menariknya, tempat ini juga disebut sebagai tempat pertama di mana teknik pembuatan mi udon, soba, serta kue manju dan yokan diperkenalkan, yang berkontribusi pada perkembangan budaya kuliner Hakata.

Jotenji menyimpan banyak benda budaya penting yang ditetapkan sebagai Warisan Budaya Nasional Jepang. Meskipun beberapa tidak dibuka untuk umum, keberadaannya memberikan kesan sejarah yang mendalam. Contohnya adalah patung "Shaka Sanzon" (Tiga Dewa Buddha) dan patung leluhur Zen dari era Kamakura, serta lonja tembaga dari era Goryeo. Di depan aula utama, terdapat taman batu indah bernama "Sentotei". Taman ini melambangkan ruang meditasi Zen yang menenangkan jiwa. Selain itu, terdapat juga monumen yang menceritakan sejarah rakyat Hakata, seperti monumen pengenal tekstil Hakata-ori.
Jotenji memiliki suasana yang tenang sepanjang tahun, namun nuansa budaya Hakata terasa sangat kuat saat musim panas, terutama selama festival Hakata Gion Yamakasa. Pada masa ini, jalanan sempit di depan kuil memainkan peran penting dalam ritual tradisional. Karena lokasinya di tengah kota, Anda dapat melihat kontras yang unik antara gedung modern dan arsitektur tradisional. Mengunjungi di pagi hari sangat disarankan untuk merasakan suasana Zen yang paling murni dan sunyi.

Di Jotenji, Anda dapat menyelami sejarah Zen dan budaya tradisional Hakata. Selama periode acara tertentu, Anda dapat mempelajari latar belakang sejarah terkait Yamakasa secara lebih mendalam. Anda juga dapat menikmati keindahan visual taman Jepang tradisional sambil bersantai. Berjalan-jalan di area kuil akan memberikan wawasan tentang bagaimana sejarah dan budaya kuliner berkembang bersamaan dengan pertumbuhan kota Hakata.
Jotenji memiliki lokasi yang sangat strategis dan mudah diakses dari Stasiun Hakata. Di sekitarnya, terdapat banyak kuil bersejarah lainnya seperti Tokutai-ji dan Shofuku-ji, sehingga sangat cocok untuk wisata jalan kaki menyusuri sejarah Hakata. Area Gion dan Gofukumachi yang berdekatan juga menawarkan perpaduan antara pemandangan kota bersejarah dan fasilitas modern, lengkap dengan berbagai pilihan tempat makan yang lezat.

Saat berkunjung ke kuil, harap perhatikan hal berikut: