Lewati ke konten
Joruri-ji Temple

Panduan

Joruri-ji Temple

9 mnt baca

Ringkasan & Daya Tarik

Joruri-ji adalah kuil aliran Shingon Ritsu yang terletak di bagian tenggara Kota Kizugawa, Prefektur Kyoto. Namanya berasal dari Bhaisajyaguru (Buddha Pengobatan), mencerm Mantan sejarah iman yang mendalam sejak era Heian. Daya tarik utamanya adalah "Taman Jodo" (Taman Tanah Suci), yang konon merupakan representasi dunia surga di bumi. Taman ini ditetapkan sebagai Tempat Pemandangan Istimewa Nasional dan menawarkan pemandangan indah yang selaras dengan alam sekitarnya. Selain itu, di dalam kompleks kuil terdapat berbagai harta budaya berharga seperti Amida-do (Harta Nasional), pagoda tiga tingkat, dan patung sembilan Buddha Amida, yang memungkinkan pengunjung merasakan kedalaman spiritual dan estetika seni Jepang.

Sejarah & Latar Belakang Budaya

Sejarah Joruri-ji bermula dari era Nara, ketika Kaisar Shozen memerintahkan biksu Gyoki untuk mendirikan kuil ini. Kemudian, pada tahun 1047, kuil ini secara resmi dibuka oleh biksu Giaki dari Toma dengan menempatkan patung Buddha Bhaisajyaguru. Pada akhir era Heian, seiring dengan meningkatnya keinginan masyarakat untuk mencapai kehidupan di surga akibat ketidakstabilan sosial, dibangunlah Amida-do dengan struktur memanjang. Pada masa ini, sembilan patung Buddha Amida ditempatkan, dan dengan penempatan pagoda tiga tingkat yang memuja Bhaisajyaguru di sisi timur, struktur Taman Jodo yang menempatkan Amida di barat pun tercipta. Hingga saat ini, fondasi spiritual tersebut terus dijaga dengan baik.

Joruri-ji Temple 1

Daya Tarik Utama

Joruri-ji memiliki banyak Harta Nasional dan Benda Budaya Penting yang memikat pengunjung:

  • *Amida-do (Aula Utama) & Sembilan Buddha Amida**: Di dalam Amida-do yang merupakan Harta Nasional, terdapat sembilan patung Buddha Amida seukuran manusia yang mengelilingi patung pusat. Ini adalah situs berharga yang melambangkan iman pada era Heian.
  • *Pagoda Tiga Tingkat**: Pagoda ini memiliki sejarah panjang sebagai bangunan yang dipindahkan dari Kyoto, dan di dalamnya terdapat patung Bhaisajyaguru kayu (Benda Budaya Penting).
  • *Patung Shitenno**: Koleksi empat patung yang dianggap sebagai mahakarya dari era Heian. Beberapa bagian dari patung ini dipamerkan di museum, namun patung Jikokuten dan Zojoten yang ada di aula menunjukkan ekspresi unik yang menawan.
  • *Patung Dewi Kichijoten**: Patung Dewi Kichijoten yang merupakan Benda Budaya Penting ini diperkirakan dibuat sekitar tahun 1212 dan dikenal karena bentuknya yang anggun. Patung ini biasanya dapat dilihat pada pembukaan khusus saat Tahun Baru atau musim semi/gugur.

Waktu & Musim Terbaik

Joruri-ji menampilkan wajah yang berbeda di setiap musim. Pada musim semi, bunga-bunga indah bermekaran menarik banyak pengunjung. Pada musim gugur, warna dedaunan yang berubah memberikan nuat yang luar biasa pada Taman Jodo. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pada pagi hari untuk menikmati suasana tenang dan udara yang segar. Karena pameran benda budaya dapat berubah sesuai musim, disarankan untuk memeriksa informasi terlebih dahulu.

Joruri-ji Temple 2

Pengalaman & Aktivitas

Anda dapat merasakan budaya taman tradisional Jepang melalui panca indra. Melihat pintu Amida-do terbuka dan deretan sembilan patung Buddha Amida adalah pengalaman nyata melihat perwujudan surga. Berjalan di taman akan memberikan waktu meditatif dalam harmoni dengan alam. Mengamati detail arsitektur dan seni patung Buddha akan memperdalam pemahaman Anda tentang seni Buddha Jepang.

Area Sekitar

Area di sekitar Kizugawa, tempat Joruri-ji berada, memiliki sejarah panjang sebagai tempat berkumpulnya para biksu untuk meditasi. Sekitarnya juga memiliki banyak kuil bersejarah dan pemandangan alam yang indah, menjadikannya tempat yang tepat untuk berjalan-jalan santai sambil menikmati perubahan musim.

Joruri-ji Temple 3

Perlengkapan, Pakaian & Etika

Saat mengunjungi kuil, harap menjaga ketenangan. Karena Anda mungkin perlu melepas sepatu untuk masuk ke dalam bangunan, disarankan membawa kaus kaki yang bersih. Karena ini adalah tempat bersejarah, harap patuhi aturan mengenai pengambilan foto (terutama di dalam bangunan atau area patung). Untuk pembayaran, biasanya diperlukan uang tunai. Siapkan uang koin atau uang kertas pecahan kecil untuk kelancaman transaksi.