
Panduan
Jogonin adalah kuil aliran Jodo Shu yang terletak di kota Omihachiman, Prefektur Shiga. Salah satu elemen paling menarik dalam sejarah kuil ini adalah hubungannya dengan tokoh legendaris Oda Nobunaga. Konon, struktur Aula Utama saat ini berasal dari Miroku-do yang dulunya berada di desa Taga (sekarang di Omihachiman), yang dipindahkan oleh Nobunaga. Di dalam area kuil, Anda dapat menemukan banyak bangunan yang ditetapkan sebagai Properti Budaya Penting oleh pemerintah nasional, seperti Aula Utama (Hondo) dan Gerbang Roumon, serta berbagai benda budaya yang ditetapkan oleh Prefektur Shiga dan Kota Omihachiman.
Sejarah Aula Utama bermula dari pemindahan kuil oleh Oda Nobunaga. Diceritakan bahwa Miroku-do yang awalnya berada di Taga-mura dipindahkan ke lokasi saat ini oleh Nobunaga. Karena latar belakang sejarah ini, Aula Utama memiliki gaya arsitektur Irimoya-zukuri dengan atap genteng tradisional yang megah. Selain itu, Gerbang Roumon menunjukkan kesinambungan sejarah yang luar biasa karena menggunakan gerbang asli dari kuil Jion-ji yang dibangun pada akhir periode Muromachi. Hal ini menjadikan Jogonin sebagai titik penting yang menceritakan sejarah wilayah Omihachiman.

Jogonin memiliki beragam koleksi seni Buddha dan bangunan yang sangat berharga. Pertama, Aula Utama dan Gerbang Roumon yang merupakan Properti Budaya Penting memiliki nilai sejarah yang tinggi melalui gaya arsitekturnya. Selain itu, terdapat 'Patung Duduk Amida Nyorai Kayu' dari era Heian yang memiliki tinggi mencapai 273 cm, sebuah peninggalan yang sangat langka. Ada juga 'Patung Berdiri Amida Nyorai Perak' dari era Kamakura yang berukuran kecil (tinggi 7,8 cm) namun sangat unik karena terbuat dari perak. Objek lain seperti Fudo-do, lon (bell tower), dan Shaka-do juga dilindungi sebagai benda budaya yang ditetapkan.
Sangat disarankan untuk mengunjungi Jogonin pada siang hari saat cahaya matahari terang. Hal ini akan memudahkan Anda untuk mengamati detail arsitektur dan tekstur patung Buddha secara lebih jelas. Meskipun tidak ada acara besar musiman yang tercatat, keindahan estetika bangunan bersejarah ini akan terlihat lebih menonjol di bawah cahaya alami siang hari.
Di sini, Anda dapat menyaksikan langsung arsitektur kuil tradisional Jepang serta berbagai patung Buddha kuno. Keberadaan karya seni dari era yang berbeda, seperti era Heian dan Kamakura, dalam satu lokasi akan membantu Anda memahami transisi sejarah Jepang. Anda dapat berjalan santai di area kuil sambil merenungkan struktur bangunan dan latar belakang sejarah yang mendalam.
Jogonin terletak di area bersejarah Omihachiman. Lokasinya cukup dekat dari Stasiun Azuchi di Jalur JR Tokaido (Biwako Line), menjadikannya titik awal yang baik untuk menjelajahi sejarah Omihachiman. Di sekitar area ini, terdapat banyak bangunan bersejarah lainnya yang bisa Anda kunjungi sebagai bagian dari rute wisata sejarah Anda.
Saat berkunjung, harap perhatikan beberapa hal berikut. Karena Anda akan berjalan di area kuil dan bangunan, disarankan menggunakan sepatu yang nyaman untuk berjalan. Pembayaran (jika ada) mungkin memerlukan uang tunai. Demi menjaga kelestarian benda budaya, terdapat batasan dalam pengambilan foto dan aturan kesopanan yang harus dipatuksan. Ketersediaan papan informasi dalam bahasa Inggris bergantung pada situasi di lokasi.