
Panduan
Jison-in adalah sebuah kuil dalam aliran Shingon di Kudoyama, Prefektur Wakayama. Kuil ini memiliki nama gunung Mannenzan dan merupakan bagian dari Situs Warisan Dunia UNESCO, 'Tempat Suci dan Jalur Ziarah Pegunungan Kii', yang menaungi bangunan utama Miroku-do. Secara historis, tempat ini berfungsi sebagai 'Masodokoro' (kantor administrasi) bagi Gunung Koya dan terletak di kaki jalur pendakian Choshamichi menuju Koya.
Ciri khas utamanya adalah perannya sebagai 'Nyonin Koya' (Koya bagi Wanita). Pada masa ketika wanita dilarang memasuki Gunung Koya, ibu dari Kobo Daishi Kukai tinggal di kaki gunung dan sangat tekun menyembah Buddha Miroku. Legenda inilah yang membuat Jison-in menjadi tempat suci yang sangat dihormati bagi mereka yang memohon berkah kesuburan dan kelahiran yang selamat.
Sejarah Jison-in berakar jauh hingga masa perjalanan Kobo Daishi Kukai saat mencari tempat untuk bertapa. Sebagai 'Masodokoro' (kantor urusan kuil) di kaki gunung, tempat ini mengelola urusan administratif untuk Gunung Koya. Kisah tentang ibu Kukai, yang karena tidak dapat naik ke Gunung Koya, menyembah Buddha Miroku dengan penuh pengabdian di tempat ini, menjadi dasar dari tradisi doa bagi kaum wanita hingga saat ini.
Catatan sejarah juga menyebutkan bahwa Kaisar Toba mengunjungi Jison-in saat melakukan ziarah ke Koya pada tahun 1124. Meskipun telah berkali-kali mengalami kerusakan akibat banjir sungai Kinokawa dan melalui proses pembangunan kembali, keteguhan iman masyarakat di tempat ini tetap terjaga melalui sejarah yang panjang.

Jison-in memiliki banyak aset budaya yang bernilai sejarah tinggi:
Jison-in adalah tempat yang ideal bagi mereka yang ingin mencari ketenangan batin atau mendoakan kesehatan keluarga. Meskipun memiliki pesona yang berbeda di setiap musim, pemandangan hijau yang segar di musim semi dan warna-warni dedaunan di musim gugur menawarkan harmoni yang indah antara alam dan bangunan bersejarah. Beribadah di pagi hari saat udara masih segar akan memberikan kedamaian spiritual yang lebih dalam.

Di sini, Anda dapat merasakan budaya doa yang jauh dari hiruk pikuk kehidupan sehari-hari. Salah satu pengalaman unik adalah memberikan persembahan 'Ema berbentuk payudara' sebagai simbol doa untuk kesuburan dan kelahiran yang aman. Selain itu, mendaki tangga batu bersejarah akan memberikan sensasi seolah Anda sedang berjalan di jalur yang sama dengan para peziarah masa lalu.
Jison-in merupakan titik penting dalam jalur ziarah Koya Sandomichi. Di sekitarnya terdapat jalur sejarah seperti Choshamichi dan tangga batu menuju Jinja Nishi-no-Kanshofu. Area Kudoyama secara keseluruhan memiliki nuansa sejarah yang kental, menjadikannya tempat yang sempurna untuk dikunjungi sebelum atau sesudah berwisata ke Gunung Koya.

Mohon perhatikan hal-hal berikut saat berkunjung: