
Panduan
Festival Iwai Masakado adalah perayaan tahunan yang diadakan pada hari Minggu kedua di bulan November di Kota Bando, Prefektur Ibaraki. Festival ini bertujuan untuk menghidupkan kembali sosok pahlawan lokal, Taira no Masakado, dalam bentuk yang megah. Bagi masyarakat setempat, Masakado bukan sekadar tokoh sejarah, melainkan pahlawan rakyat dan simbol kebanggaan daerah. Puncak acara ditandai dengan dentuman drum Kanda Myojin Masakado dan Iwai Masakado yang membangkitkan semangat seluruh kota.
Festival ini dimulai untuk memperingati pembentukan kota Iwai lama pada April 1972. Tokoh utama, Taira no Masakado, adalah sosok yang membangun kekuatan mandiri di wilayah Timur pada zaman Heian. Secara historis, ia melambangkan kemandirian daerah terhadap sistem pusat, menjadikannya simbol akar budaya bagi masyarakat setempat. Rangkaian acara yang dimulai dengan doa kemenangan di Kuil Kokuo berperan penting dalam menjaga dan meneruskan sejarah serta budaya lokal kepada generasi mendatang.
Ada banyak hal menarik dalam festival ini. Acara dimulai pukul 10:00 pagi dengan doa kemenangan di Kuil Kokuo. Pemandangan sekitar 100 prajurit yang berbaris melewati hutan bambu diiringi suara drum Kanda Myojin Masakado sangatlah spektakuler. Di sore hari, di area pusat perbelanjaan Iwai, Anda dapat menyaksikan upacara keberangkatan dan parade prajurit, termasuk demonstrasi memanah oleh siswa SMA setempat, serta kemegahan prajurit berbaju zirah lengkap dan para putri yang anggun. Selain itu, panggung utama akan dimeriahkan oleh pertunjukan kereta festival Kanda Bayashi yang membuat suasana semakin meriah.
Festival diadakan setiap hari Minggu kedua di bulan November. Karena diadakan di tengah udara musim gugur yang jernih, waktu ini sangat ideal untuk berkunjung. Sangat penting untuk mengatur waktu perjalanan Anda: pagi hari untuk upacara sakral di Kuil Kokuo, dan siang hingga sore hari untuk parade prajurit yang penuh energi di area pusat perbelanjaan Iwarai. Waktu paling meriah adalah saat siang hari ketika parade dan performa drum mencapai puncaknya.
Melalui festival ini, Anda dapat merasakan budaya tradisional samurai Jepang dari jarak dekat. Demonstrasi memanah oleh siswa lokal dan gerakan prajurit berkuda yang gagah akan memberikan kesan mendalam. Irama musik tradisional Kanda Bayashi dan dentuman drum Masakado yang kuat adalah pengalaman berharga untuk merasakan ritme festival tradisional Jepang yang autentik. Memahami konteks sejarahnya akan membuat pengalaman menonton Anda menjadi jauh lebih bermakna.
Di sekitar lokasi festival, terdapat berbagai situs sejarah dan fasilitas budaya. Salah satunya adalah bekas area pelatihan kuda oleh Taira no Masakado yang disebut 'Fujimi no Baba', lengkap dengan prasasti peringatan. Selain itu, terdapat juga kuil-kuil bersejarah seperti Enmei-ji yang menyimpan patung Buddha Dainichi Nyorai. Menjelajahi area sekitar sebelum atau sesudah festival akan memperkaya wawasan Anda tentang sejarah lokal.
Kami menyarankan penggunaan pakaian yang nyaman dan sepatu yang mudah digunakan untuk berjalan kaki, karena Anda akan banyak berdiri saat menonton parade di area pusat perbelanjaan. Karena pembayaran di banyak stan kemungkinan besar menggunakan uang tunai, harap siapkan uang koin atau uang kertas pecahan kecil. Harap menjaga ketertiban di sekitar kuil dan area publik agar tidak mengganggu arus pejalan kaki. Karena informasi dalam bahasa Inggris mungkin terbatas, disarankan untuk memeriksa informasi dasar sebelum kedatangan.