
Panduan
Bekeya Residence (Kyu-Nate Honjin) terletak di Nate Ichiba, Kota Kinokawa, Prefektur Wakayama, dan merupakan kompleks bangunan berharga yang membawa kita kembali ke masa Edo. Tempat ini dulunya adalah kediaman keluarga Bekeya, yang merupakan tokoh terkemuka (Oshoya) di wilayah Kishu selama era Edo. Di dalam area ini, Anda dapat menemukan struktur yang berfungsi sebagai 'Honjin' (tempat penginapan resmi bagi para pejabat yang melakukan perjalanan dinas/Sankin Kotai) serta 'Yakusho' (kantor pemerintahan) tempat tugas administratif dijalankan. Bangunan utama (Shuya), gudang beras (Komekura), dan gudang selatan (Minamikura) telah ditetapkan sebagai Properti Budaya Penting Nasional, dan seluruh area ini dilindungi sebagai situs sejarah nasional. Ini adalah fasilitas budaya yang sangat bernilai untuk memahami secara visual gaya hidup tradisional dan struktur sosial Jepang melalui arsitekturnya.
Fokus utama situs ini adalah kediaman keluarga Bekeya yang telah menjabat sebagai kepala desa di wilayah Nate sejak tahun 1630. Karena lokasinya yang berdekatan dengan jalur Yamato, tempat ini berfungsi sebagai titik strategis bagi perjalanan dinas (Sankin Kotai) maupun perburutan burung (Takagari) dari klan Kishu. Bangunan utama yang ada saat ini dibangun kembali pada pertengahan abad ke-18 (era Kyoho hingga Horeki) setelah kebakaran besar. Keunikan situs ini terletak pada keberadaan bangunan dengan fungsi berbeda, yaitu penginapan (Honjin) dan kantor pemerintahan (Yakusho), dalam satu area yang sama, sebuah struktur yang sangat langka. Selain itu, tempat ini memiliki nilai sastra yang dalam karena menjadi latar dalam novel terkenal karya penulis asal Wakayama, Sawako Ariyoshi, yang berjudul 'Istri Hanaoka Seishu' (Hanaoka Seishu no Tsuma).
Daya tarik utama adalah 'Shuya' (Bangunan Utama), di mana Anda dapat merasakan langsung teknik arsitektur era Edo. Bangunan ini terdiri dari ruang-ruang formal seperti pintu masuk, ruang tamu, dan area kelas atas yang megah. Struktur atap gaya Irimoya-zukuri dan detail balok kayu yang indah sangat layak untuk dikagumi. Selain itu, terdapat 'Komekura' (Gudang Beras) dan 'Minamikura' yang merupakan struktur bangunan tanah (dozo) yang bertahan dari kebakaran sejarah. Anda juga dapat melihat gerbang tradisional (Onari-mon dan Tsuyo-mon) serta bangunan kantor yang memberikan gambaran nyata tentang sistem sosial masa lalu. Menjelajahi tata letak seluruh area akan memberikan pemahaman mendalam tentang hubungan antara bangunan ini dengan jalur jalan raya kuno.
Setiap musim, sering diadakan pameran atau acara budaya. Misalnya, pada bulan Maret (Festival Momo no Sekku), Anda dapat melihat pameran boneka Hina yang indah di dalam bangunan bersejarah, dan pada bulan Mei (Festival Tango no Sekku), terdapat pameran baju zirah (Katchu). Pada bulan Oktober, terkadang diadakan prosesi budaya yang merekonstruksi upacara pernikahan Kae (tokoh utama dalam novel), yang memberikan nuansa sejarah yang sangat hidup. Waktu kunjungan terbaik adalah dari pagi hingga siang hari saat cahaya matahari cukup terang untuk memperlihatkan detail arsitektur dan keindahan taman secara maksimal.
Di sini, Anda tidak hanya sekadar melihat bangunan, tetapi juga belajar tentang struktur 'rumah' tradisional Jepang. Anda dapat merasakan gaya hidup samurai dan kepala desa melalui arsitektur aslinya. Mengunjungi tempat ini sesuai dengan kalender musim akan memberikan pengalaman budaya yang lebih mendalam. Menikmati ketenangan di tengah lanskap sejarah yang autentik akan menjadi pengalaman yang istimewa bagi setiap pengunjung.
Di sekitar Bekeya Residence, terdapat banyak titik wisata sejarah lainnya. Anda dapat mengunjungi 'Seishu no Sato' untuk mempelajari sejarah Hanaoka Seishu, yang mencakup taman peringatan dan museum lainnya. Selain itu, kuil-kuil bersejarah seperti Kofuku-ji (salah satu dari 33 kuil Saigoku Kannon) dan kuil Komyo-ji juga terletak tidak jauh dari sini, menjadikannya rute wisata budaya yang sempurna di Wakayama.
Karena ini adalah bangunan bersejarah yang sangat sensitik, Anda diharapkan untuk menjaga kebersihan. Karena ada area di mana Anda harus melepas sepatu, disarankan untuk memakai sepatu yang mudah dilepas-pasang dan membawa kaus kaki yang bersih. Harap perhatikan bahwa mungkin ada batasan dalam pengambilan foto untuk melindungi struktur bangunan. Selalu jaga ketenangan saat berkunjung untuk menghormati situs sejarah ini. Meskipun biaya masuk gratis, siapkan uang tunai jika Anda ingin berbelanja atau menggunakan transportasi di sekitar area.