
Panduan
Ichinose Shishi Kagura adalah ritual suci tradisional yang diwariskan di distrik Ichinose, Kota Watarai, Distrik Watarai, Prefektur Mie. Sejak ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Prefektur Mie pada 28 Maret 1983, ritual ini diadakan untuk memohon kedamaian, kesehatan, panen yang melimpah, serta semangat gotong royong dan kemakmuran bagi masyarakat setempat. Tarian ini diwariskan secara turun-temurun di empat wilayah, yaitu Minami-nakamura, Wakiide, Ichiba, dan Waino, menjadikannya warisan budaya yang berakar kuat di komunitas tersebut.
Asal-usul Kagura ini diyakini berasal dari pembagian empat kepala singa yang dulunya disimpan di Sumiyura, di mana tiga di antaranya dibagikan ke berbagai daerah. Hingga saat ini, setiap singa memiliki lambang Mitsudomo (tiga lengkungan) yang sama, melambangkan hubungan sejarah yang erat. Melalui tarian yang dilakukan secara turun-temurun oleh penduduk setempat, doa-doa untuk kedamaian dan kesuburan tanah tetap terjaga bentuknya hingga hari ini.
Struktur tarian berpusat pada karakter Shishi (singa), Tengu, dan peran penyanyi. Selama pertunjukan berlangsung, lagu-lagu Kagura yang berisi nyanyian perayaan akan dikumandangkan sesuai dengan setiap adegan. Meskipun terdapat detail kecil yang berbeda di setiap wilayah, gerakan singa yang mengikuti pola tradisional serta sinkronisasi antara musik dan ritual merupakan ciri khas budaya unik dari daerah ini.
Ichinose Shishi Kagura umumnya diselenggarakan setiap hari Minggu kedua di bulan Februari (contohnya pada 8 Februari 2026). Karena merupakan acara tradisional yang diadakan di musim dingin, sangat disarankan untuk menyesuaikan waktu kunjungan dengan jadwal pelaksanaan. Jadwal detail mengenai waktu spesifik akan ditentukan oleh penyelenggara atau komunitas setempat pada setiap tahunnya.
Di lokasi ini, Anda dapat mengamati secara langsung jalannya tarian yang sakral. Melihat gerakan singa, Tengu, dan performa tradisional lainnya merupakan elemen penting untuk memahami kepercayaan dan budaya tradisional Jepang. Anda akan menyaksikan ritual suci yang penuh makna dalam suasana lingkungan yang tenang dan khidmat.
Di sekitar distrik Ichinose, terdapat banyak titik menarik untuk merasakan alam dan budaya Ise-Shima. Misalnya, air jernih yang mengalir dari hulu sungai Ichinose serta berbagai tempat yang menyimpan legenda sejarah, yang menunjukkan hubungan erat antara budaya lokal dengan lingkungan alam sekitarnya.