
Panduan
Hyoshu Taisha (nama resmi: Hyoshu Jinja) adalah kuil kuno yang terletak di tengah Kota Yasu, Prefektur Shiga, dengan sejarah lebih dari 1.300 tahun. Kuil ini didedikaskan untuk dewa Onamuchi-no-mikoto (juga dikenal sebagai Yachihoko-no-kami). Sebagai salah satu kuil tertua di Shiga, situs ini diakui sebagai bagian dari Warisan Jepang (Japan Heritage) melalui kategori 'Pemandangan Danau Biwa dan Lingkungan Airnya' pada tahun 2015. Dengan luas area sekitar 34.000 meter persegi, kompleks ini menyimpan banyak bangunan bersejarah dan harta karun budaya.
Menurut legenda, kuil ini dipindahkan ke lokasi saat ini pada awal era Nara untuk memuja dewa Yachihoko. Sepanjang sejarah, nama 'Hyoshu' (berarti pejuang atau pahlawan) sangat dihormati di kalangan samurai. Kuil ini menerima dukungan besar dari tokoh-toklet sejarah, termasuk donasi senjata dari Minamoto no Yoritomo dan pembangunan gerbang merah (Roumon) oleh Ashikaga Takauji. Selain itu, kuil ini juga menerima perlindungan politik dari klan Tokugawa pada era Edo. Banyak benda pusaka, termasuk perlengkapan perang yang terkait dengan tokoh-tokoh besar, disimpan di sini, menjadikannya tempat penting untuk memahami sejarah Jepang.

Di pintu masuk, Anda akan disambut oleh gerbang merah (Roumon) yang megah, sebuah bangunan budaya penting yang konon merupakan donasi dari Ashikaga Takauji. Setelah melewati gerbang, Anda akan menyusuri jalan setapak berbatu kerikil sepanjang 100 meter yang dikelilingi pohon maple tua, menuju ke arah bangunan utama (Honden). Salah satu daya tarik paling istimewa adalah 'Taman Hyoshu Taisha' di sisi selatan bangunan utama. Ini adalah taman tipe Chisen Kaiyu-shiki (taman jalan setapak sekitar kolam) yang dibangun pada akhir era Heian dan telah ditetapkan sebagai tempat indah nasional. Selain itu, terdapat berbagai artefak berharga seperti pagoda batu dari era Nanbokucho dan wadah panah kulit dari era Kamakura.
Setiap musim menawarkan keindahan yang berbeda di Hyoshu Taisha. Bulan Mei adalah waktu yang istimewa karena adanya festival 'Hyoshu-sai'. Selain itu, karena banyaknya pohon maple tua, pemandangan musim gugur sangat menakjubkan dengan warna daun yang berubah. Untuk menikmati detail taman dan arsitektur secara maksimal, disarankan berkunjung pada siang hari saat cahaya matahari terang. Harap dicatat bahwa waktu kunjungan terakhir untuk melihat taman adalah pukul 16:00, jadi pastikan Anda mengatur jadwal dengan baik.

Anda dapat merasakan suasana spiritual yang tenang sambil berjalan menyusuri area kuil yang luas. Berjalan dari gerbang merah menuju bangunan utama memberikan sensasi unik berada di kuil kuno yang autentik. Menjelajahi taman lanskap yang terdaftar secara nasional adalah pengalaman berharga untuk merasakan teknik pembuatan taman era Heian secara langsung. Anda juga dapat mengagumi benda-benda budaya seperti senjata bersejarah dan struktur batu dalam lingkungan yang tenang dan sakral.
Terletak di Kota Yasu, Prefektur Shiga, Hyoshu Taisha dikelilingi oleh berbagai situs budaya yang berkaitan dengan pemandangan air Danau Biwa. Kawasan sekitarnya kaya akan sejarah dan alam, menjadikannya bagian ideal dari rute penjelajahan sejarah di Prefektur Shiga.
Harap menjaga ketenangan dan mematuhi etika kunjungan kuil Shinto. Untuk melihat taman, mungkin diperlukan biaya tambahan (sekitar 300 yen untuk dewasa). Karena jalan setapak menggunakan kerikil, sangat disarankan untuk memakai sepatu yang nyaman untuk berjalan kaki. Mengingat luasnya area, sebaiklah membawa minuman untuk hidrasi. Mengenai ketersediaan panduan bahasa Inggris, harap periksa kondisi di lokasi saat kedatangan.