
Panduan
Kediaman Keluarga Honma (Tsurumaien) terletak di Kota Sakata, Prefektur Yamagata, dan merupakan taman Jepang yang sangat indah yang telah ditetapkan sebagai situs bersejarah nasional. Dahulu, tempat ini merupakan vila pribadi bagi keluarga Honma, keluarga pedagang yang sangat berpengaruh di wilayah ini. Di dalam area yang luas, Anda dapat menemukan 'Seienkaku', sebuah bangunan dengan gaya arsitektur Kyoto yang elegan, museum yang memamerkan benda-benda seni berharga, serta taman yang menampilkan perubahan pemandangan yang menakjubkan di setiap musim. Ini adalah tempat dengan nilai budaya yang sangat tinggi, di mana alam, arsitektur, dan warisan sejarah menyatu secara harmonis.
Keluarga Honma adalah keluarga terpandang yang berkont estancia besar dalam perkembangan Sakata pada zaman Edo. Pada tahun 1813, Honma Komichi, kepala keluarga Honma generasi keempat, membangun 'Seienkaku' sebagai vila pribadi. Bangunan ini bukan sekadar kediaman biasa, melainkan tempat dengan status tinggi yang sering dikunjungi oleh penguasa domain Shonai. Tempat ini juga memiliki keterkaitan sejarah yang dalam, seperti saat menerima kunjungan dari Putra Mahkota pada tahun 1925. Setelah perang, keluarga Honma membuka tempat ini sebagai museum pribadi dengan tujuan menyebarkan budaya dan menunjukkan keindahan Jepang kepada masyarakat. Hingga kini, tempat ini tetap menjadi pusat penting untuk menyampaikan semangat 'Shitsujitsu Goken' (kesederhanaan dan ketekunan) yang menjadi prinsip keluarga Honma.

Daya tarik utamanya adalah pemandangan 'Tsurumaien' yang merupakan situs bersejarah nasional. Melalui pengaturan topografi dan vegetasi yang terencana, taman ini menawarkan wajah yang berbeda di setiap musim. Selain itu, bangunan 'Seienkaku' memiliki keindahan arsitektur kayu bergaya Kyoto, di mana Anda dapat menikmati pemandangan taman yang unik dari dalam bangunan. Di dalam museum, tersimpan berbagai benda seni dan kerajinan tangan yang diwariskan turun-temurun oleh keluarga Honma, termasuk karya berharga seperti 'Itozara' dari Maruyama Okyo. Selain itu, terdapat juga tungku pembakaran untuk pembuatan kerajinan tradisional 'Honma-yaki', yang menjaga kelestarian budaya kerajinan tangan tradisional.
Perubahan pemandangan berdasarkan musim sangatlah kaya. Pada musim semi, Anda akan disuguhi kesegaran tanaman hijau baru, sementara musim gugur menawarkan warna-warni dedaunan yang indah. Secara khusus, pada sekitar bulan November, terkadang diadakan acara 'Night Museum' dengan pencahayaan (light-up) di malam hari. Taman yang diterangi cahaya setelah matahari terbenam menciptakan suasana fantastis yang berbeda dari siang hari, memberikan pengalaman pemandangan yang istimewa. Selain itu, berkunjunglah pada pagi hari untuk merasakan ketenangan dan keheningan taman yang maksimal.

Di dalam Seienkaku, Anda dapat mengamati arsitektur tradisional Jepang dari jarak dekat. Anda juga dapat merasakan budaya minum teh tradisional Jepang di Kafe Seienkaku. Dengan memahami benda-benda seni dan latar belakang sejarah yang dipamerkan, pemahaman Anda tentang estetika Jepang akan semakin dalam. Pada musim-musim tertentu, acara khusus seperti upacara minum teh juga sering diadakan.
Area di sekitar Museum Honma adalah kawasan yang masih mempertahankan suasana kota bersejarah di Sakata. Lokasinya sangat strategis karena dapat dicapai dengan berjalan kaki dari Stasiun Sakata. Di sekitar area ini, Anda dapat menemukan bangunan-bangunan bersejarah yang mencerminkan kejayaan perdagangan kapal Kitamaebune serta pemandangan khas kota pesisir. Menjadikan Museum Honma sebagai titik awal untuk menjelajahi sejarah Kota Sakata adalah ide yang sangat bagus.

Sangat disarankan untuk mengenakan sepatu yang nyaman untuk berjalan kaki karena area taman memiliki permukaan kerikil dan beberapa bagian yang tidak rata. Untuk pembayaran, selain uang tunai, beberapa metode seperti kartu kredit atau kartu IC transportasi mungkin dapat digunakan, namun disarankan untuk mengecek kembali sebelumnya. Mengingat ini adalah tempat yang tenang, pengunjung diharapkan untuk menjaga ketenangan di dalam museum dan bangunan. Meskipun terdapat papan informasi dalam bahasa Inggris, akan lebih baik jika Anda melakukan persiapan sebelumnya untuk memahami penjelasan detail. Untuk acara yang memerlukan reservasi (seperti upacara teh), pastikan untuk mengecek melalui situs resmi.