
Panduan
Honkoji adalah kuil bersejarah yang dikenal sebagai salah satu dari empat kuil utama sekte Hokke. "Chukan-kai" atau Pameran Harta Karun Agung yang diadakan setiap tanggal 3 November bertepatan dengan "Hari Budaya" adalah acara istimewa di mana benda-benda budaya berharga milik kuil dibuka untuk umum. Selama periode ini, Anda dapat melihat benda budaya yang ditetapkan sebagai warisan nasional, pedang bersejarah, lukisan, dan dokumen kuno yang biasanya tidak dapat dilihat oleh publik. Di tengah suasana kuil yang tenang, Anda dapat merasakan kedalaman sejarah dan estetika tradisional Jepang.
Honkoji didirikan pada tahun 1420 oleh Nichiryu Shonin. Meskipun awalnya dibangun di lokasi yang berbeda, kuil ini dipindahkan ke lokasi saat ini pada tahun 1617 seiring dengan pembangunan Kastil Amagasaki. Selama berabad-abad, kuil ini telah menjadi pusat penting bagi sekte Hokke dan berkembang bersama masyarakat setempat. Banyak dari benda budaya yang dipamerkan merupakan dokumen penting yang menceritakan sejarah kuil dan kepercayaan sekte Hokke.
Sorotan utama pameran ini adalah banyaknya benda budaya yang ditetapkan sebagai warisan nasional. Salah satu yang paling menonjol adalah "Patung Duduk Nichiryu Shonin" yang dibuat pada era Muromachi. Patung ini dikatakan menggambarkan sosok Nichiryu Shonin pada usia 7ah dengan sangat presisi, memberikan kesan realisme yang luar biasa. Selain itu, "Tachi Mine Tsuneji", salah satu dari 'Tenka Go Ken' (Lima Pedang Terhebat di Jepang), juga akan dipamerkan. Pedang legendaris yang konon pernah dimiliki oleh Nichiren Shonin ini menjadi pusat perhatian bagi para kolektor pedang di seluruh negeri.
Selain itu, bangunan "Sanko-do" yang khas dengan warna merah cerah dan "Hojo" yang mempertahankan gaya arsitektur Shoin dari era Edo juga merupakan daya tarik penting. Di Hojo, Anda dapat mengagumi lukisan pintu geser (fusuma-e) yang megah karya seniman sekolah Kano. Semua ini merupakan warisan budaya yang menunjukkan perpaduan antara arsitektur dan seni Jepang.
Acara ini hanya diadakan setahun sekali pada tanggal 3 November. Pada hari tersebut, gedung harta karun dibuka dari pukul 09:00 hingga 16:00. Selain itu, upacara keagamaan (Hoyo) akan diadakan di Kaizan-do sekitar pukul 10:30 dan 14:00, di mana Patung Duduk Nichiryu Shonin akan ditampilkan secara khusus. Selama upacara, pengunjung umum diizinkan mendekat ke area utama untuk merasakan suasana ritual yang sakral.
Dalam pameran ini, Anda juga berkesempatan untuk mendapatkan Goshuin (stempel kuil) yang istimewa. Misalnya, desain Goshuin bertema Juzu-maru (terkait dengan Tachi Mine Tsuneji) mungkin tersedia dalam jumlah terbatas. Mengamati bangunan bersejarah dan benda budaya dari dekat adalah kesempatan berharga untuk memahami spiritualitas Jepang. Koleksi yang dipamerkan sangat beragam, mulai dari dokumen kuno, keramik, hingga lukisan, yang menunjukkan keberagaman kerajinan tradisional Jepang.
Honkoji memiliki akses yang sangat mudah, hanya sekitar 5 menit berjalan kaki dari Stasiun Hanshin "Amagasaki". Area sekitarnya dikenal sebagai kawasan kuil yang memungkinkan Anda untuk berjalan-jalan sambil menikmati suasana bersejarah. Setelah pameran, Anda dapat menikmati budaya Amagasaki dengan menyusuri jalanan kota yang bersejarah.
Saat berkunjung, disarankan untuk mengenakan pakaian yang sopan dan tenang. Harap menjaga ketenangan selama berada di area kuil. Pembayaran untuk Goshuin atau suvenir mungkin memerlukan uang tunai. Perlu diperhatikan bahwa untuk memasuki gedung harta karun, pengunjung mungkin memerlukan nomor antrean (seiri-ken) yang dibagikan pada hari tersebut. Terkait pengambilan foto, biasanya terdapat pembatasan ketat pada area benda budaya, jadi harap ikuti instruksi di lokasi. Saat mengikuti upacara keagamaan, harap menjaga ketenangan demi kenyamanan pengunjung lain.