
Panduan
Bend Dam (Bendungan Hounenike) terletak di Onohara-cho, Kota Kanonji, Prefektur Kagawa. Ini adalah bendungan tipe multiple arch berbatu tertua yang masih ada di Jepang. Dengan bentuknya yang unik, bendungan ini memiliki wibawa seperti kastil kuno di Eropa abad pertengahan, menyatu harmonis dengan pemandangan alam sekitarnya. Sebagai bangunan yang ditetapkan sebagai Warisan Budaya Penting Jepang, struktur ini merupakan bukti sejarah teknologi sipil modern Jepang. Saat ini, area sekitarnya dikelola sebagai Taman Hounenike, tempat yang sempurna bagi pengunjung untuk berjalan santai sambil menikmati alam dan sejarah.
Bendungan ini merupakan pencapaian teknis penting dari era Taisho hingga awal Showa. Konstruksi dimulai pada tahun 1926 dan selesai pada tahun 1930. Proyek ini melibatkan sejarah besar di mana sekitar 150.000 orang terlibat dalam pembangunannya. Nama 'Hounenike' diberikan oleh Menteri Keuangan Chozo Mitsudo yang meninjau lokasi pada tahun 1926. Secara struktural, bendungan ini menggunakan desain multiple arch dengan 5 lengkungan tengah dan 6 dinding penopang (buttress), yang mencerminkan filosofi desain Amerika yang canggih pada masanya. Pada tahun 2006, nilai sejarahnya diakui secara resmi dengan penetapan sebagai Warisan Budaya Penting Nasional.

Daya tarik utamanya adalah keindahan bentuk struktur lengkungnya. Perpaduan antara beton dan susunan batu memberikan kesan megah yang berbeda dari bendungan pada umumnya. Selain itu, pada musim tertentu, Anda dapat menyaksikan langsung proses pelepasan air yang luar biasa. Khususnya pada periode 'Yurunuki' yang terjadi sekitar pertengahan hingga akhir Juli, Anda dapat merasakan kekuatan air yang mengalir deras dari ketinggian 30 meter. Di dalam taman sekitarnya, Anda juga dapat menikmati perubahan tanaman musiman dan pemandangan tepi danau yang tenang.
Waktu terbaik untuk berkunjung adalah bulan Juli, saat pelepasan air yang dinamis terjadi. Pada periode ini, Anda dapat merasakan kesegaran air yang melawan panasnya musim panas sekaligus menyaksikan keindahan struktur bersejarah secara bersamaan. Di musim panas, pepohonan di sekitar bendungan juga terlihat lebih hijau dan rimbun. Waktu siang hari sangat disarankan untuk berfoto, karena cahaya matahari akan memperjelang detail struktur batu dan lengkungan bendungan dengan sangat jelas.

Di Taman Hounenike yang mengelilingi bendungan, Anda dapat menikmati aktivitas jalan santai di tengah alam. Berjalan kaki sambil mengagumi bangunan bersejarah dan fotografi adalah cara yang populer untuk menikmati tempat ini. Saat acara pelepasan air berlangsung, Anda akan merasakan energi alam yang luar biasa. Selain itu, karena area ini merupakan daerah pertanian yang aktif, Anda juga dapat mengamati lanskap pedesaan tradisional Jepang yang menyatu dengan keberadaan bendungan.
Di sekitar bendungan, terbentang pemandangan Onohara yang asri. Kawasan ini merupakan daerah pertanian intensif, sehingga Anda dapat melihat pemandangan sawah yang indah tergantung musim. Lokasinya juga sangat strategis untuk dikunjungi sebagai destinasi drive atau touring, karena dekat dengan berbagai tempat wisata lain di Kota Kanonji dan garis pantai Laut Seto yang indah.

Karena area ini adalah taman alam, kami menyarankan Anda mengenakan sepatu yang nyaman untuk berjalan kaki. Saat berkunjung di musim panas atau saat acara pelepasan air, pastikan membawa topi dan minuman untuk mencegah dehidrasi. Demi menjaga kelestarian Warisan Budaya Penting ini, mohon dilarang memasuki area terlarang atau melakukan tindakan yang dapat merusak struktur bangunan. Harap bawa kembali sampah Anda dan jaga kebersihan lingkungan.