
Panduan
Honyaushiji Site yang terletak di Jodencho, Kota Kashihara, Prefektur Nara, merupakan lokasi bekas kuil yang konon mulai dibangun oleh Kaisara Tenmu sebagai doa untuk kesembuhan permaisurinya. Saat ini, situs ini berupa area luas yang menyisakan fondasi batu dari aula utama (Kondo) serta dasar menara (shinso) yang dulunya terletak di sisi timur dan barat. Meskipun struktur asli telah tiada dan hanya tersisa bangunan kecil, susunan batu fondasi yang tersebar di tanah memberikan gambaran nyata tentang skala kemegahan bangunan masa lalu. Keindahan situs ini semakin lengkap dengan latar belakang Gunung Unebi yang megah, menciptakan suasana kuil kekaisaran kuno yang autentik.
Sejarah situs ini dimulai pada tahun 680 (tahun ke-9 pemerintahan Kaisar Tenmu) ketika beliau memulai pembangunan kuil dengan Bhaisajyaguru (Yakushi Nyorai) sebagai dewa utama. Setelah wafatnya Kaisar Tenmu, pembangunan diselesaikan oleh Permaisuri Jito. Dahulu, terdapat teori kuat bahwa struktur ini dipindahkan ke Yakushi-ji di Nara, namun penelitian terbaru menunjukkan bahwa Yakushi-ji di Nishinokyo adalah bangunan baru. Situs ini ditetapkan sebagai Situs Sejarah pada tahun 1921 dan naik status menjadi Situs Sejarah Spesial pada tahun 1952. Selain itu, sejak 2015, tempat ini juga terpilih sebagai bagian dari Warisan Jepang (Japan Heritage) yang melambangkan sejarah era Asuka dan Fujiwara.

Di dalam area situs, Anda dapat menemukan fondasi batu yang menandai lokasi aula utama serta sisa-sisa menara di sisi timur dan barat. Struktur batu ini merupakan dokumen visual yang sangat berharga untuk memahami bentuk bangunan masa lalu. Selain itu, terdapat penataan batu dan lampion batu yang memberikan kesan historis yang mendalam. Perpaduan antara struktur buatan manusia dengan alam alami Gunung Unebi menciptakan lanskap yang unik. Suasana situs ini juga berubah secara estetis mengikuti perubahan musim di sekitarnya.
Karena merupakan area terbuka, sangat disarankan untuk berkunjung pada siang hari saat cahaya terang agar struktur fondasi batu dan kontur tanah terlihat jelas. Selain itu, pada hari Senin kedua di bulan Oktober, diadakan perayaan "Honyakushiji Matsuri" yang merekonstruksi ritual kuno "Shadoto Goma" (pembakaran api suci). Mengunjungi situs saat perayaan ini memberikan kesempatan langka untuk menyaksikan sisi budaya dan ritual sejarah yang tidak ditemukan pada kunjungan biasa.

Situs ini sangat cocok bagi mereka yang ingin melakukan observasi arkeologis secara langsung. Dengan melihat fondasi batu dari aula utama dan menara, pengunjung dapat mempelajari skala arsitektur dan tata letak bangunan kuno. Anda juga dapat merasakan atmosfer ruang terbuka yang dulunya merupakan kuil resmi kekaisaran. Untuk program pengalaman khusus, biasanya diselenggarakan mengikuti jadwal festival musiman seperti Honyakushiji Matsuri.
Di sekitar situs ini terdapat Gunung Unebi yang membentuk lansmi sejarah yang indah. Selain itu, terdapat berbagai tempat bersejarah lainnya seperti Kashihara Jingu yang berdekatan, menjadikan kawasan ini sebagai titik pusat penjelajahan sejarah di bagian selatan Nara. Keberadaan situs kuno yang berdampingan dengan pemukiman penduduk dan alam sekitar memberikan pemandangan khas daerah ini.