
Panduan
Hitachi Furyumono adalah festival tradisional yang ditetapkan sebagai Properti Budaya Rakyat Penting di Jepang, yang berasal dari Kota Hitachi, Prefektur Ibaraki. Fitur utamanya adalah 'Dashi' (kereta festival) raksasa dengan tinggi 15 meter, lebar 3-8 meter, dan berat mencapai 5 ton, serta pertunjukan 'Karakuri Ningyo' (boneka mekanik) yang sangat canggih di dalamnya. Dashi ini bukan sekadar kendaraan dekoratif, melainkan memiliki mekanisme kompleks yang dioperasikan melalui tali dari dalam, sehingga boneka dapat bergerak selaras dengan musik (ohayashi). Terdaftar dalam daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO pada tahun 2009, ini adalah simbol penting dari teknik dan budaya tradisional Jepang.
Asal-usul Hitachi Furyumono dapat ditarik kembali ke tahun 1695 (Era Genroku). Tradisi ini dimulai ketika penduduk desa Miyata mempersembahkan dashi untuk memohon kesehatan dan panen yang berlimpah saat Jinpei Shrine ditetapkan sebagai pelindung daerah di bawah perintah Tokugawa Mitsukuna, penguasa kedua domain Mito. Awalnya disebut 'Miyata Furyumono', tradisi ini berkembang dengan penambahan pertunjukan boneka pada era Kyoho (1716-1736). Di bawah pengaruh populernya teater boneka pada pertengahan zaman Edo, penduduk desa mengasah teknik unik mereka untuk mewariskan keahlian pembuatan boneka mekanik. Meskipun sempat mengalami kesulitan seperti kebakaran dashi akibat perang di era Showa, struktur ini berhasil dipulihkan oleh masyarakat setempat dan dijaga dengan sangat hati-hati hingga hari ini.
Highlight terbesar adalah 'Karakuri Ningyo Shibai' (pertunjukan boneka mekanik) yang dilakukan di setiap tingkat dashi. Dashi memiliki struktur atap bergaya Karahafu yang terdiri dari 5 tingkat dan dapat terbuka ke samping. Di atas panggung ini, boneka menunjukkan gerakan dramatis melalui tali kendali dan mekanisme internal. Setiap distrik (Higashi-machi, Kita-machi, Hon-machi, Nishi-machi) memiliki tema cerita yang berbeda, seperti kisah sejarah 'Genpei Seisuiki' atau 'Chushingura' yang dimainkan sesuai irama musik. Selain itu, pemandangan ratusan orang yang menarik dashi menyusuri jalan kota serta alunan musik dari para pemain musik (hayashi-kata) menambah semangat dan kemeriahan festival.
Hitachi Furyumono tidak dapat dilihat sepanjang tahun, melainkan hanya pada waktu festival tertentu. Pameran paling megah terjadi setiap 7 tahun sekali pada 'Festival Besar Jinpei Shrine' (bulan Mei). Pada periode ini, semua dashi dari empat distrik berkumpul, menciptakan pemandangan yang sangat mewah dan spektakuler. Selain itu, pada 'Hitachi Sakura Matsuri' yang diadakan setiap awal April, satu unit dashi akan dipamerkan secara bergilir oleh setiap distrik. Karena diadakan bersamaan dengan musim bunga sakura yang sedang mekar, Anda dapat menikmati kontras yang indah antara keindahan bunga sakura dan kemegahan kereta tradisional.
Selama festival, Anda dapat menyaksikan secara dekat kereta raksasa yang menyusuri area jalan pejalan kaki seperti Heiwa-dori. Teknik 'Karakuri' yang membuat boneka bergerak seolah-olah hidup adalah pemandangan yang luar biasa. Selama festival, biasanya terdapat banyak kedai makanan (yatai) di sekitar area, memberikan suasana lokal yang meriah. Karena kesempatan melihat dashi asli sangat terbatas, sangat disarankan untuk merencanakan perjalanan sesuai jadwal festival. Selain itu, di beberapa fasilitas di Kota Hitachi, terdapat model atau replika dashi yang dipamerkan sepanjang tahun untuk mempelajari strukturnya secara lebih mendalam.
Area utama di mana Hitachi Furyumono dipamerkan adalah sekitar 'Heiwa-dori' di Kota Hitachi. Pusat dari ritual ini adalah 'Jinpei Shrine', yang berkaitan erat dengan kepercayaan lokal. Selain itu, di Kota Hitachi terdapat 'Hitachi Civic Center' dan 'Museum Lokal Kota Hitachi' di mana Anda dapat memperdalam pemahaman budaya melalui model dan pameran dashi.
Karena festival dilakukan di jalanan terbuka, sangat disarankan untuk mengenakan pakaian yang sesuai dengan cuaca dan suhu musim tersebut. Karena kerumunan massa sangat padat saat dashi melintas, harap perhatikan keselamatan diri dan orang di sekitar. Pembayaran di kedai makanan (yatai) di sekitar lokasi biasanya memerlukan uang tunai. Karena panduan dalam bahasa Inggris mungkin terbatas selama acara resmi, disarankan untuk memeriksa informasi jadwal secara mendalam sebelumnya.