
Panduan
'Hina-nagashi' yang dilaksanakan di Kuil Awashima adalah sebuah upacara tradisional yang berakar pada perayaan Festival Boneka Hina (Hina Matsuri). Dalam ritual ini, boneka Hina yang telah didonasikan dari seluruh penjuru Jepang, beserta kertas permohonan (katashiro), diletakkan di atas tiga buah perahu kecil dari kayu putih dan dihanyutkan ke laut. Ritual ini berfungsi sebagai prosesi penyucian (misogi) untuk memindahkan segala kotoran spiritual dan kemalangan dari diri manusia ke dalam boneka tersebut. Karena Kuil Awashima dikenal sebagai tempat pemujaan bagi dewi kesehatan wanita, pemulihan penyakit, serta kelancaran persalinan, acara ini memiliki nilai budaya dan spiritual yang sangat tinggi bagi masyarakat setempat.
Asal-usul Hina-nagashi memiliki akar yang sangat tua dalam sejarah Jepang. Tradisi ini diyakini berasal dari legenda kuno mengenai pengiriman perahu kayu ke laut sebagai bagian dari mitologi penciptaan negara. Seiring berjalannya waktu, terutama pada era Edo, kepercayaan bahwa 'semua boneka Hina yang dihanyutkan akan berlabuh di Kuil Awashima di Kada' berkembang pesat, yang kemudian membentuk bentuk ritual seperti yang kita lihat saat ini. Tradisi rakyat untuk membersihkan diri dengan menghanyutkan permohonan ke air terus terjaga hingga era modern.
Fokus utama dari acara ini adalah momen ketika tiga perahu kayu putih mulai bergerak menuju laut setelah melalui prosesi doa oleh pendeta (Guuji). Pemandangan ribuan boneka Hina dan kertas permohonan yang hanyut di atas permukaan laut adalah representitas visual yang kuat dari spiritualitas Jepang. Harmoni antara suasana ritual yang khidmat dengan pemandangan alam pesisir pantai menciptakan pengalaman visual yang tak terlupakan bagi pengunjung.
Hina-nagashi dilaksanakan setiap tahun pada tanggal 3 Maret. Ritual utama dimulai sekitar tengah hari (12:00). Karena acara ini diadakan pada awal Maret, Anda dapat merasakan nuansa kedatangan musim semi yang menyegarkan. Sangat disarankan untuk memeriksa jadwal prosesi agar tidak melewatkan momen krusial saat perahu-perahu tersebut mulai dihanyutkan ke laut.
Setelah upacara pembersihan oleh pendeta, boneka-boneka akan diletakkan di perahu kayu putih. Pengunjung dapat menyaksikan prosesi ini dengan tenang dan penuh hormat. Perlu diingat bahwa ini bukan sekadar festival hiburan, melainkan ritual penyucian yang sakral, sehingga pengunjung diharapkan mengikuti alur upacara dengan sikap yang tenang dan khidmat.
Di sekitar Kuil Awashima, Anda dapat menikmati pemandangan indah pesisir pantai Kada. Area ini juga dikenal dengan pelabuhan ikannya yang segar dan suasana lokal yang kental. Selain itu, terdapat fasilitas budaya seperti Museum Kota Wakayama yang memungkinkan Anda mempelajari lebih dalam mengenai sejarah dan budaya lokal di wilayah tersebut.
Karena ini adalah ritual keagamaan di kuil Shinto, pengunjung diharapkan mengenakan pakaian yang sopan dan pantas. Pastikan Anda tiba tepat waktu sebelum tengah hari agar dapat mengikuti prosesi utama. Untuk pengambilan foto, harap berhati-hati agar tidak mengganggu jalannya ritual. Mengingat lokasi berada di tepi pantai, disarankan untuk menyiapkan pakaian yang sesuai dengan suhu dan kondisi cuaca di bulan Maret.