
Panduan
Higashiguchi Hongu Fuji Sengen Jinja (sebelumnya dikenal sebagai Subashiri Sengen Jinja) adalah kuil yang sangat penting karena letaknya di sisi timur Gunung Fuji, yang dikenal sebagai titik awal jalur pendakian Subashiri. Sebagai salah satu bagian dari Situs Warisan Dunia 'Gunung Fuji', kuil ini memiliki latar belakang sejarah untuk menenangkan erupsi Gunung Fuji. Ciri khas utamanya adalah bangunan utama berwarna merah cerah yang sangat mencolok. Pemandangan kuil yang terletak di kaki Gunung Fuji ini memberikan kesan spiritualitas yang dalam dan bobot sejarah bagi setiap pengunjung. Selain berfungsi sebagai titik keberangkatan bagi para pendaki, tempat ini adalah ruang spesial di mana alam dan kepercayaan menyatu.
Sejarah kuil ini dapat ditarik kembali hingga awal zaman Heian, tepatnya pada tahun 802 Masehi. Saat itu, terjadi erupsi di sisi timur kaki Gunung Fuji, dan para pejabat setempat membangun tempat pemujaan di lokasi Subashiri saat ini untuk memohon agar api (erupsi) mereda dan melindungi penduduk. Inilah awal mula dari upacara penenangan api dan menjadi asal-usul kuil ini. Kuil ini didedikasikan untuk dewi Konohanasakuya-hime dan dewa-dewa lainnya, serta telah memainkan peran penting dalam menjaga kesucian Gunung Fuji bagi masyarakat lokal maupun Jepang secara keseluruhan selama berabad-abad.

Daya tarik terbesarnya adalah bangunan utama yang megah di kaki Gunung Fuji. Arsitektur berwarna merah yang indah menciptakan kontras yang memukau dengan alam sekitarnya yang hijau, memberikan suasana sakral yang bisa dirasakan melalui udara di sekitarnya. Karena lokasinya sebagai titik awal pendakian, perjalanan menuju jalur pendakian akan terasa seperti memasuki 'gerbang menuju gunung suci'. Nikmati keindahan arsitektur bersejarah ini bersama dengan perubahan ekspresi alam di setiap musimnya.
Kuil ini dapat diakses 24 jam, namun operasional kantor kuil (shamusho) terbatas pada siang hari. Waktu yang paling direkomendasikan adalah selama musim pendakian Gunung Fuji, yaitu dari bulan Mei hingga Agustus. Pada periode ini, tempat ini ramai oleh para pendaki dan pengunjung yang ingin menikmati kesegaran tanaman hijau. Mengunjungi kuil di pagi hari saat udara masih sangat jernih akan memberikan pengalaman spiritual yang lebih mendalam dengan suasana tenang di kaki Gunung Fuji.
Di sini, pengunjung biasanya melakukan ritual doa sebagai persiapan spiritual sebelum memulai pendakian Gunung Fuji. Sebagai titik awal jalur pendakian Subashiri, tempat ini digunakan untuk memohon keselamatan sebelum mendaki serta sebagai bentuk penghormatan kepada alam. Anda juga dapat merasakan budaya tradisional Shinto Jepang sambil mempelajari sejarahnya. Melalui perolehan Goshuin (stempel suci) atau Omamori (jimat), Anda dapat merasakan hubungan yang lebih dekat dengan sejarah Gunung Fuji.
Kuil ini terletak di area Subashiri, tepat di kaki Gunung Fuji. Di sekitarnya terdapat jalur pendakian yang menjadikannya titik pusat penting bagi para pendaki. Lokasinya juga sangat mudah diakses dari area Gotemba, di mana terdapat banyak toko perlengkapan pendakian dan area yang cocok untuk berkendara sambil menikmati pemandangan Gunung Fuji.
Sangat disarankan untuk mengenakan pakaian yang sesuai dengan kondisi alam dan musim di sekitar kuil. Jika Anda berencana mendaki Gunung Fuji, pastikan membawa perlengkapan yang memadai. Untuk transaksi seperti pembelian Goshuin, jimat, atau layanan doa, pembayaran umumnya dilakukan secara tunai. Karena ini adalah tempat suci, harap menjaga ketenangan dan menunjukkan rasa hormat selama berkunjung.