
Panduan
Hidoyama Noson Kabuki adalah salah satu panggung Kabuki tradisional paling ikonik di Pulau Shodoshima, terletak di dalam kompleks kuil Rikyu Hachiman Jinja, Prefektur Kagawa. Dengan dimensi lebar 17,10 m dan kedalaman 8,82 m, bangunan ini memiliki arsitektur unik dengan atap jerami (kayabuki) yang memberikan kesan klasik dan megah. Panggung ini bukan sekadar tempat pertunjukan, melainkan bangunan bersejarah yang menjaga identitas budaya masyarakat setempat.
Asal-usul Kabuki ini bermula dari pertunjukan di gubuk sementara untuk merayakan selesainya pembangunan kolam Kaiko pada tahun 1686 (era Jōkyō 3). Sejak saat itu, seni ini terus dipentaskan sebagai persembahan untuk dewa di kuil setempat. Panggung yang ada saat ini merupakan hasil rekonstruksi yang lebih besar setelah bangunan sebelumnya hancur akibat topan pada tahun 1996 (era Meiji 29). Ini adalah versi kelima dari panggung yang telah dikembangkan untuk menjaga tradisi tetap hidup.
Struktur panggung ini mencakup seluruh elemen estetika klasik Kabuki. Anda dapat melihat mekanisme autentik seperti Hanamichi (jalan setapak di tengah penonton), Mawari-butai (panggung putar), Seri-agari (panggung angkat), Naraku (ruang bawah panggung), dan dekorasi Grapevine. Selain itu, terdapat gudang kostum yang menyimpan sekitar 300 buku naskah, 50 jenis hiasan rambut, dan 620 set kostum yang sangat berharga, serta berbagai properti seperti tirai, pintu geser (fusama), dan lampion (andon) yang dirawat dengan sangat teliti.
Pertunjukan rutin Hidoyama Noson Kabuki diadakan setiap tanggal 3 Mei. Pada waktu ini, alam Pulau Shodoshima sedang dalam kondisi sangat indah, memberikan suasana festival tradisional yang hangat di akhir musim semi Jepang. Saat malam tiba, deretan lampion merah yang menyala di sekitar panggung menciptakan suasana yang sangat dramatis dan penuh nostalgia.
Pengunjung dapat merasakan budaya yang hidup, yang dijaga oleh masyarakat setempat melalui pembagian peran yang ketat. Area penonton terdiri dari tribun bertingkat (sekitar 800 m²) yang dibagi menjadi 12 bagian di sisi timur dan barat. Gaya menonton tradisional ini tetap dipertahankan, di mana warga lokal bergantian menggunakan area tersebut. Gerakan aktor yang bertenaga dan gestur tradisional di atas panggung menunjukkan puncak dari seni pertunjukan Jepang.
Di sekitar kuil Rikyu Hachiman Jinja, terdapat banyak tempat menarik lainnya di Pulau Shodoshima. Anda bisa mengunjungi Kankakei untuk menikmati pemandangan alam, mengunjungi museum unik, atau mampir ke Shodoshima Olive Park yang terkenal sebagai lokasi syuting film, sehingga sangat mudah untuk menyusun rute wisata pulau yang lengkap.
Karena lokasi berada di area kuil terbuka dengan tribun bertingkat, disarankan mengenakan pakaian yang nyaman dan sepatu yang mudah digunakan untuk berjalan. Karena ini adalah tempat ritual tradisional, harap menjaga ketenangan.