
Panduan
Terletak di pesisir Hibikinada, Distrik Wakamatsu, Kota Kitakyushu, Prefektur Fukuoka, 'Tanggalam Hibikinada' (dikenal juga sebagai Pemecah Gelombang Kapal Perang) adalah warisan sejarah yang unik. Struktur ini dibangun dengan memanfaatkan bangkai tiga kapal perusak dari Angkatan Laut Jepang yang pernah beroperasi selama Perang Dunia II. Dari total panjang pemecah gelombang 770 meter, sekitar 400 meternya terdiri dari badan kapal-kapal tersebut. Situs ini terpilih dalam '2800 Warisan Teknik Sipil Modern' oleh Japan Society of Civil Engineers. Penggunaan kembali kapal-kapal yang seharusnya dibuang sebagai material pembangunan pelabuhan merupakan bentuk adaptasi kreatif akibat kekurangan material pasca-perang. Saat ini, pemandangan struktur besi yang berkarat akibat angin laut memberikan suasana yang sangat dramatis dan unik.
Pembangunan pemecah gelombang ini dilakukan pada tahun 1948. Di tengah krisis material pasca-perang, sebuah rencana disusun untuk menenggelamkan tiga kapal perusak milik Angkatan Laut Jepang, yaitu 'Yanagi (Generasi Pertama)', 'Suzutsuki', dan 'Fuyutsuki', untuk digunakan sebagai fondasi pemecah gelombang. Urutan penempatannya dari arah darat menuju laut adalah 'Yanagi', 'Suzutsuki', dan 'Fuyutsuki'. Meskipun dahulu pengunjung mungkin bisa masuk ke dalam badan kapal, akibat degradasi alami dan kerusakan akibat topan, saat ini hanya bagian atas kapal 'Yanagi' yang masih terlihat menonjol sepanjang sekitar 80 meter. Sementara itu, kapal 'Suzutsuki' dan 'Fuyutsuki' telah tertutup sepenuhnya oleh beton dalam proyek perbaikan tahun 1962.

Bagian yang paling menarik adalah struktur badan kapal 'Yanagi' yang masih dapat terlihat jelas. Kerangka besi berkarat sepanjang 80 meter ini menceritakan kisah masa lalu saat kapal tersebut membelah lautan. Selain sebagai situs sejarah, tempat ini juga populer di kalangan pemancing lokal, menciptakan perpaduan unik antara situs sejarah dan aktivitas sehari-hari. Terdapat juga papan informasi di lokasi yang menjelaskan asal-usul dan sejarah pemecah gelombang ini.
Karena merupakan area terbuka di luar ruangan, disarankan untuk berkunjung pada siang hari saat cahaya terang. Anda dapat berkunjung kapan saja sepanjang tahun, namun harap waspada terhadap angin kencang di tepi laut atau terik matahari di musim panas. Pemandangan saat matahari terbenam sangat memukau, di mana cahaya senja menyinari kerangka besi yang berkarat, menciptakan suasana yang sangat ikonik.
Selain melihat langsung sisa-sisa sejarah, Anda juga dapat melihat aktivitas memancing di sekitar area ini. Tempat ini dikenal sebagai spot memancing untuk ikan seperti ikan azu (horse mackerel), chinu (black sea bream), dan sea bass. Harap selalu menjaga etika dan tidak merusak struktur sejarah. Karena tidak ada toko atau minimarket di dekat lokasi, pastikan Anda membawa perlengkapan yang diperlukan.
Di dekat Gunung Takato, terdapat monumen peringatan bersama untuk menghormati sejarah ketiga kapal tersebut. Monumen ini terletak di dekat Kuil Hakusan, dan mengunjungi tempat ini akan memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang latar belakang sejarah kawasan ini. Pemandangan kawasan industri Kitakyushu juga menjadi ciri khas unik di area ini.