
Panduan
Heikoku-sai adalah festival tradisional yang berpusat di sekitar Keta Taisha, Kota Hakui, Prefektur Ishikawa. Ritual ini berakar pada legenda tentang dewa Okuninushi-no-Mikoto yang menaklukkan wilayah Noto. Dipimpin oleh kuda suci (Shinme), iring-iringan yang terdiri dari sekitar 50 orang berpakaian putih (hakui) akan melakukan perjalanan sejauh 300 km melintasi dua kota dan tiga wilayah (Hakui, Nanao, Shika, Hodatsushimizu, dan Naka-Noto) selama 6 hari 5 malam. Sebagaimana pepatah "Dingin pun akan berlalu saat Oide Keta tiba", festival ini sangat dihormati oleh masyarakat Noto sebagai tanda pentingnya datangnya musim tanam di musim semi.
Festival ini memiliki kaitan mendalam dengan sejarah pemerintahan di Noto. Berdasarkan legenda penaklukan wilayah oleh dewa, prosesi ini dilakukan untuk menyebarkan kemuliaan dewa ke seluruh daerah. Sebagai tradisi yang diwariskan turun-temurun, acara ini bukan sekadar ritual, melainkan simbol budaya yang menandai transisi dari musim dingin yang keras menuju persiapan pertanian di musim semi.
Bagian paling menarik dari prosesi ini adalah kehadiran 'Shinme' (kuda suci) di barisan depan, diikuti oleh iring-iringan orang-orang dengan pakaian tradisional. Pemandangan orang-orang berbaju putih yang melintasi pemandangan alam dan area pemukiman memberikan kesan kuat akan bentuk ritual tradisional Jepang yang autentik. Selain itu, lampion dan papan tanda yang terlihat di sepanjang rute menambah kesan sakral pada upacara ini.
Heikoku-sai biasanya diadakan pada pertengahan Maret. Prosesi dimulai dari Keta Taisha pada pukul 07.00 pagi tanggal 18 Maret dan berlanjut selama beberapa hari. Karena rute perjalanan yang sangat panjang, waktu dan titik pandang terbaik akan bervariasi tergantung pada lokasi di rute perjalanan. Karena diadakan saat musim semi tiba, Anda juga dapat mengamati perubahan pemandangan alam seiring pergantian musim.
Ini bukanlah acara yang dilakukan di satu tempat tetap, melainkan sebuah prosesi yang bergerak menyusuri wilayah. Anda dapat menyaksikan iring-iringan ini dari pinggir jalan atau pemukiman yang dilewati. Melihat kuda suci dan orang-orang dengan pakaian tradisional bergerak melintasi daerah adalah pemandangan langka yang melambangkan sejarah lokal.
Titik awal festival adalah Keta Taisha di Kota Hakui. Di sekitarnya terdapat lingkungan yang kaya akan alam dan nuansa sejarah. Di dalam Kota Hakui juga terdapat berbagai fasilitas rekreasi alam yang bisa dikunjungi bersamaan dengan jadwal festival.
Karena diadakan pada bulan Maret, suhu di wilayah Noto masih cukup dingin. Disarankan mengenakan pakaian hangat untuk mencegah kedinginan. Karena prosesi melewati jalan umum dan area pemukiman, gunakanlah sepatu yang nyaman untuk berjalan kaki.