
Panduan
Terletak di sepanjang Prefectural Road 300 (Ujihara Line) di daerah pegunungan Kota Takahashi, Prefektur Okayama, 'Terowongan Hayama Kedua' adalah sebuah struktur yang sangat langka di mana bentuk alam dan buatan manusia menyatu. Fitur paling menonjol dari terowongan ini adalah pemanfaatan gua kapur alami dalam konstruksinya. Saat Anda berdiri di pintu masuk sisi barat laut, dinding batu kapur yang curam akan langsung menyambut Anda, menciptakan kesan seolah-olah Anda sedang memasuki sebuah gua alami yang luas. Di Prefektur Okayama, terowongan jenis 'subori' (struktur yang dipahat langsung tanpa lapisan tambahan) seperti ini sangat jarang ditemukan, menjadikannya tempat yang berharga untuk mengamati nilai sejarah sekaligus keajaiban geologi secara bersamaan.
Sejarah terowongan ini cukup tua, dimulai pembangunannya pada tahun 1919 (Era Taisho 8) dan selesai pada tahun 1921 (Era Taisho 10). Pada masa itu, terowongan ini memainkan peran penting dalam transportasi logistik di daerah sekitarnya. Dahulu, jalur 'Beniya Okai' yang menghubungkan Bunya dan Seiya melewati punggung gunung untuk mengangkut barang-barang seperti bengala (pigmen merah), tembaga, besi, serta kebutuhan hidup lainnya dari Kasaoka. Seiring meningkatnya lalu lintas kereta kuda dan gerobak, rute di sepanjang sungai Kikawa ini dibuka untuk menciptakan jalur transportasi yang lebih efisien. Berdasarkan latar belakang sejarah ini, lebar terowongan dirancang sebesar 3 meter agar gerobak dan kereta kuda pada masa itu dapat melintas dengan lancar.

Ada beberapa poin menarik di Terowongan Hayama Kedua. Pertama adalah pintu masuk sisi barat laut. Dinding batu kapur vertikal akibat topografi karst menciptakan pemandangan dramatis yang menyerupai mulut gua. Kedua adalah struktur 'subori' di dalam terowongan. Dengan panjang 32 meter dan lebar 3 meter, bagian dalam terowongan ini tidak menggunakan beton modern, melainkan membiarkan tekstur asli dinding batu tetap terlihat alami. Selain itu, dinding batu kapur yang curam di sisi barat laut juga sering digunakan sebagai area latihan panjat tebing, menunjukkan dinamika geologi yang luarft biasa.
Karena lokasi ini merupakan bagian dari jalan raya (Prefectural Road 300), Anda dapat mengaksesnya kapan saja tanpa batasan waktu. Waktu siang hari sangat ideal untuk melihat detail tekstur batu kapur dan dinding batu di dekat pintu masuk. Sangat disarankan untuk menikmati pemandangan ini bersamaan dengan keindahan alam di sekitar Hayama-kei. Namun, perlu diperhatikan bahwa area di dalam terowongan atau celah seperti 'Anagoya' (Gua Seiryu) tidak memiliki fasilitas pencahayaan, sehingga visibilitas akan sangat rendah jika Anda berkunjung pada malam hari.

Pengalaman utama di sini adalah menikmati pemandangan selama perjalanan (driving tour) atau menjadikannya tempat berhenti sejenik untuk berfoto. Anda dapat mengabadikan keindahan bentuk alam di dekat pintu masuk terowongan. Bagi pecinta aktivitas luar ruangan, dinding batu di sekitarnya juga dikenal sebagai tempat latihan panjat tebing. Harap berhati-hati saat berkendara karena lebar jalan di dalam terowongan cukup terbatas.
Saat mengunjungi Terowongan Hayama Kedua, Anda disarankan untuk menggabungkannya dengan perjalanan ke kawasan indah 'Hayama-kei' atau ke arah 'Tenryu-kyo Bridge' di sebelah barat. Di dekat jembatan tersebut, terdapat 'Kata-domon' di mana batu-batu besar menjorok seperti atap, serta 'Hayama Daiichi Tsuido' yang pintu masuknya telah direnovasi dengan beton. Anda dapat menikmati rangkaian pemandangan dinding batu kapur raksasa yang megah. Lokasi ini juga dapat dijangat sebagai bagian dari rute berkendara yang lebih luas, berjarak sekitar 30 km dari IC Niimi di jalur Chugoku Expressway.
Karena ini adalah jalan umum, tidak diperlukan biaya masuk atau reservasi. Namun, karena berada di lingkungan alam, disarankan menggunakan pakaian dan sepatu yang nyaman untuk berjalan. Perhatikan bahwa kondisi jalan atau area sekitar batu mungkin basah atau gelap tergantung pada cuaca dan waktu. Saat berkendara, harap berhati-hati karena banyak bagian jalan yang sempit.