
Panduan
Hassoan (Bekasai Shona-in Bosen)
10 mnt bacaRingkasan & Daya Tarik
Hassoan adalah sebuah ruang teh tradisional Jepang yang terletak di dalam Taman Nakajima, Distrik Chuo, Sapporo. Fitur paling menonjol dari bangunan ini adalah '8 jendela' yang menjadi asal-usul namanya. Berbeda dengan ruang teh pada umumnya yang memiliki sedikit jendela, Hassoan memiliki 3 jendela lidi (renji-mado), 4 jendela dasar (shitaji-mado), dan 1 jendela atas (tsuppo-mado), sehingga total terdapat 8 jendela. Struktur ini menciptakan permainan cahaya dan bayangan yang unik di dalam ruangan. Di bagian depan ruang teh, terdapat papan nama bertuliskan 'Bosen' yang memiliki makna penting dalam sejarah upacara minum teh.
Sejarah & Latar Belakang Budaya
Sejarah ruang teh ini bermula dari Prefektur Shiga, bukan dari Hokkaido. Awalnya, bangunan ini berada di dalam benteng Komuro yang merupakan kediaman Kobori Masakazu (Kobori Enshu) pada zaman Edo. Setelah melewati beberapa lokasi seperti Hachiman-gu Nagahama dan Kuil Enkyo di Desa Kawasaki, bagian-bagian bangunan ini dipindahkan ke Sapporo oleh pengusaha Kinya Mochida pada tahun 1919. Bangunan ini dibangun kembali di lokasi Sapporo saat ini pada tahun 1925, dan pada tahun 1950 ditetapkan sebagai Aset Budaya Penting berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Aset Budaya. Pada tahun 1971, bangunan ini disumbangkan kepada Kota Sapporo dan dipindahkan ke taman Jepang di sisi utara Taman Nakajima. Meskipun sempat mengalami kerusakan akibat beban salju, proses restorasi telah selesai pada tahun 2008 sehingga bangunan kembali ke bentuk aslinya.

Hal Menarik untuk Dilihat
Titik fokus utama dalam arsitekturnya adalah 'Chubashira' atau tiang tengah. Tiang ini menggunakan batang pohon pinus merah utuh yang konon dikerjakan langsung oleh tangan Kobori Enshu menggunakan pahat (chona). Selain itu, langit-langitnya menggunakan material anyaman daun alang-alang yang memberikan tekstur alami yang kuat. Dindingnya menggunakan teknik dinding tanah 'Jurakudo' yang berasal dari dekat Kyoto, menunjukkan penguasaan teknik tradisional hingga detail terkecil. Penempatan jendela, pintu masuk kecil yang disebut 'nijiriguchi', serta tata letak taman masih mempertahankan bentuk aslinya dari masa lalu.
Rekomendasi Waktu Kunjungan
Taman Nakajima, tempat Hassoan berada, menawarkan pemandangan yang berbeda di setiap musim. Anda dapat melihat bunga sakura di musim semi, kesegaran hijau di musim panas, dan warna-warni musim gugur. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah saat siang hari ketika cahaya alami masuk melalui jendela, menciptakan kontras cahaya dan bayangan yang indah yang menonjolkan tekstur kayu pinus dan detail interior ruang teh.
Aktivitas & Pengalaman
Di sini, Anda dapat menyaksikan secara visual gaya arsitektur tradisional Jepang. Ini adalah tempat yang berharga untuk mempelajari bagaimana spiritualitas upacara minum teh tercermin dalam arsitektur, mulai dari penggunaan material alami hingga konsep transisi ruang melalui pintu 'nijiriguchi'. Anda juga dapat mempelajari narasi sejarah pemindahan bangunan ini serta latar belakang budaya tokoh terkenal, Kobori Enshu.
Area Sekitar
Hassoan terletak di tengah Taman Nakajima yang luas di pusat kota Sapporo. Di dalam taman ini terdapat berbagai bangunan bersejarah, taman yang indah, dan jalur jalan santai, menjadikannya titik penting dalam tur wisata di Sapporo. Area sekitarnya sangat cocok untuk berjalan santai menikmati suasana tenang.
Perlengkapan, Pakaian & Etika
Saat mengunjungi Hassoan, harap perhatikan hal berikut:
- Pembayaran: Untuk fasilitas di sekitar taman, uang tunai atau kartu IC transportasi (seperti Suica/Kitaca) dapat digunakan. Untuk biaya masuk ruang teh, harap cek informasi lokal.
- Bahasa: Papan informasi utama menggunakan bahasa Jepang, namun tanda-tanda dasar tersedia. Disarankan membawa referensi bahasa Jepang jika diperlukan.
- Reservasi: Umumnya tidak memerlukan reservasi, namun disarankan memeriksa situs resmi Taman Nakajima untuk status pembukaan.
- Pakaian: Karena ini adalah bangunan tradisional, Anda perlu melepas sepatu. Gunakan sepatu yang mudah dilepas dan nyaman untuk berjalan.
- Fotografi: Aturan pengambilan foto di dalam ruangan mungkin dibatasi untuk melindungi aset budaya. Harap ikuti instruksi petugas.
- Aksesibilitas: Karena bangunan bersejarah, terdapat perbedaan ketinggian dan pintu yang sempit (nijiriguchi), sehingga akses kursi roda ke dalam bangunan mungkin terbatas.
- Etika: Mohon menjaga ketenangan dan jangan menyentuh bangunan, dinding, atau tatami untuk menjaga kelestarian aset budaya.