
Panduan
Hassoan adalah sebuah ruang teh tradisional Jepang yang terletak di dalam Taman Nakajima, Distrik Chuo, Sapporo. Fitur paling menonjol dari bangunan ini adalah '8 jendela' yang menjadi asal-usul namanya. Berbeda dengan ruang teh pada umumnya yang memiliki sedikit jendela, Hassoan memiliki 3 jendela lidi (renji-mado), 4 jendela dasar (shitaji-mado), dan 1 jendela atas (tsuppo-mado), sehingga total terdapat 8 jendela. Struktur ini menciptakan permainan cahaya dan bayangan yang unik di dalam ruangan. Di bagian depan ruang teh, terdapat papan nama bertuliskan 'Bosen' yang memiliki makna penting dalam sejarah upacara minum teh.
Sejarah ruang teh ini bermula dari Prefektur Shiga, bukan dari Hokkaido. Awalnya, bangunan ini berada di dalam benteng Komuro yang merupakan kediaman Kobori Masakazu (Kobori Enshu) pada zaman Edo. Setelah melewati beberapa lokasi seperti Hachiman-gu Nagahama dan Kuil Enkyo di Desa Kawasaki, bagian-bagian bangunan ini dipindahkan ke Sapporo oleh pengusaha Kinya Mochida pada tahun 1919. Bangunan ini dibangun kembali di lokasi Sapporo saat ini pada tahun 1925, dan pada tahun 1950 ditetapkan sebagai Aset Budaya Penting berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Aset Budaya. Pada tahun 1971, bangunan ini disumbangkan kepada Kota Sapporo dan dipindahkan ke taman Jepang di sisi utara Taman Nakajima. Meskipun sempat mengalami kerusakan akibat beban salju, proses restorasi telah selesai pada tahun 2008 sehingga bangunan kembali ke bentuk aslinya.

Titik fokus utama dalam arsitekturnya adalah 'Chubashira' atau tiang tengah. Tiang ini menggunakan batang pohon pinus merah utuh yang konon dikerjakan langsung oleh tangan Kobori Enshu menggunakan pahat (chona). Selain itu, langit-langitnya menggunakan material anyaman daun alang-alang yang memberikan tekstur alami yang kuat. Dindingnya menggunakan teknik dinding tanah 'Jurakudo' yang berasal dari dekat Kyoto, menunjukkan penguasaan teknik tradisional hingga detail terkecil. Penempatan jendela, pintu masuk kecil yang disebut 'nijiriguchi', serta tata letak taman masih mempertahankan bentuk aslinya dari masa lalu.
Taman Nakajima, tempat Hassoan berada, menawarkan pemandangan yang berbeda di setiap musim. Anda dapat melihat bunga sakura di musim semi, kesegaran hijau di musim panas, dan warna-warni musim gugur. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah saat siang hari ketika cahaya alami masuk melalui jendela, menciptakan kontras cahaya dan bayangan yang indah yang menonjolkan tekstur kayu pinus dan detail interior ruang teh.
Di sini, Anda dapat menyaksikan secara visual gaya arsitektur tradisional Jepang. Ini adalah tempat yang berharga untuk mempelajari bagaimana spiritualitas upacara minum teh tercermin dalam arsitektur, mulai dari penggunaan material alami hingga konsep transisi ruang melalui pintu 'nijiriguchi'. Anda juga dapat mempelajari narasi sejarah pemindahan bangunan ini serta latar belakang budaya tokoh terkenal, Kobori Enshu.
Hassoan terletak di tengah Taman Nakajima yang luas di pusat kota Sapporo. Di dalam taman ini terdapat berbagai bangunan bersejarah, taman yang indah, dan jalur jalan santai, menjadikannya titik penting dalam tur wisata di Sapporo. Area sekitarnya sangat cocok untuk berjalan santai menikmati suasana tenang.
Saat mengunjungi Hassoan, harap perhatikan hal berikut: