
Panduan
Hase-dera adalah kuil aliran Tendai yang terletak di distrik Hase, Kota Kamakura, Prefektur Kanagawa. Kuil ini juga dikenal sebagai tempat suci keempat dalam ziarah Bando Sanjusankannondo, yang telah menarik banyak peziarah sejak zaman dahulu. Fitur paling menonjol adalah patung kayu raksasa Eleven-faced Kannon Bodhisattva setinggi 9,18 meter yang menjadi objek pemujaan utama. Sesuai dengan julukannya sebagai "Kuil Bunga", tanaman yang berganti setiap musim mempercantik area kuil. Terutama bunga hydrangea di awal musim panas, dedaunan musim gugur, dan bunga sakura di musim semi yang selalu memikat pengunjung. Selain itu, pemandangan dari dek observasi yang menghadap langsung ke Teluk Sagami adalah daya tarik unik yang tidak boleh dilewatkan.
Menurut legenda, kuil ini didirikan pada tahun 721 (era Yolo) oleh pendeta Hodo. Meskipun awalnya berada di lokasi yang berbeda, kuil ini kemudian dipindahkan ke lokasi saat ini. Selama periode menengah, kuil ini juga memiliki aspek sebagai kuil Zen. Aula utama yang dibangun kembali pada periode Muromachi menggunakan gaya arsitektur unik yang disebut "Kake-zukuri" (arsitektur gantung) yang dibangun di lereng curam, menunjukkan adaptasi cerdas terhadap topografi setempat. Di dalam aula utama, terdapat banyak Ema (papan doa) yang disumbangkan dari periode Muromachi hingga Edo, yang menjadi bukti sejarah iman masyarakat setempat.
Ikon utama Hase-dera adalah patung kayu Eleven-faced Kannon Bodhisattva yang berada di dalam aula utama. Kehadirannya yang masif memberikan kesan mendalam bagi setiap pengunjung. Selain itu, kotak persembahan (Zushi) di dalam aula utama merupakan aset budaya penting dengan ukiran yang sangat halus. Anda juga dapat menyusuri "Jalan Hydrangea" yang menawarkan pemandangan sekitar 2.500 tanaman hydrangea yang mekar dengan indahnya. Untuk memperdalam pemahaman tentang seni Buddha, Anda dapat mengunjungi Kannon Museum yang memamerkan berbagai harta karun kuil dan patung Buddha.
Setiap musim menawarkan wajah yang berbeda. Musim semi dengan sakura, awal musim panas (sekitar Juni) dengan 2.500 tanaman hydrangea dari 40 spesies, dan musim gugur dengan dedaunan yang berwarna-warni. Pada musim gugur, terkadang diadakan acara pencahayaan malam (light-up) yang menciptakan suasana magis. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pagi hari saat suasana masih tenang dan udara masih segar, sehingga Anda dapat menikmati keindahan arsitektur dan alam tanpa keramaian. Menjelang sore, Anda juga bisa menikmati pemandangan yang lebih tenang dan damkan.
Di Hase-dera, Anda tidak hanya sekadar berziarah, tetapi juga dapat mencoba berbagai pengalaman budaya. Misalnya, Anda dapat mencoba menulis sutra (Shakyo) atau menyalin bentuk Buddha (Shabutsu) untuk melatih konsentrasi dan ketenangan jiwa (harap perhatikan jam operasional pendaftaran). Berjalan kaki di sekitar area kuil juga merupakan cara yang baik untuk menyegarkan pikiran sambil menikmati pemandangan alam. Mengamati langsung arsitektur bersejarah dan benda budaya adalah kesempatan luar biasa untuk memahami budaya Buddha Jepang secara lebih mendalam.
Area di sekitar Hase-dera merupakan pusat penting untuk wisata Kamakura. Dalam jarak berjalan kaki, terdapat kuil-kuil bersejarah lainnya seperti Patung Buddha Besar Kamakura (Koko-in) dan Koshokuji. Anda juga bisa berjalan-jalan di tepi pantai Yuigahama yang menenangkan. Dari Stasiun Kamakura, Anda bisa menggunakan kereta Enoden menuju Stasiun Hase, lalu berjalan kaki untuk menjelajahi kafe dan toko-toko unik di sekitar area tersebut.
Saat mengunjungi kuil, harap gunakan pakaian yang sopan dan nyaman. Karena terdapat banyak tanjakan dan tangga, sangat disarankan untuk memakai sepatu yang nyaman untuk berjalan. Untuk pembayaran biaya masuk, harap siapkan uang tunai (Yen Jepang). Mengenai hewan peliharaan, secara prinsip tidak diperbolehkan masuk ke area kuil, kecuali anjing pembantu (seperti anjing penuntun atau anjing pelayan) yang diizinkan sepenuhnya. Jika membawa hewan peliharaan, pastikan mereka berada di dalam tas atau kereta khusus dan tidak dibuka. Terakhir, harap menjaga ketenangan dan etika saat mengambil foto atau berbicara agar tidak mengganggu pengunjung lain. Jika ingin mencoba aktivitas menulis sutra, pastikan untuk memeriksa jam operasionalnya terlebih dahulu.