
Panduan
"Hanamatsuri" yang diwariskan di distrik Nakasetraku, Kota Toei, Prefektur Aichi, adalah seni rakyat tradisional dengan sejarah lebih dari 700 tahun. Ritual ini telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Penting Negara, menjadikannya peristiwa penting yang menyampaikan spiritualitas tradisional Jepang hingga saat ini. Hanamatsuri di Nakasetraku memiliki ciri khas kuat pada unsur Shinto dan telah dijaga dengan penuh rasa hormat oleh masyarakat setempat. Tarian yang dibawakan di tengah kegelapan malam, serta gerakan para penampil yang mengenakan topeng Oni yang sangat detail, melambangkan kedalaman budaya festival Jepang.
Ritual ini memiliki latar belakang sejarah panjang yang diwariskan secara turun-temurun di distrik Nakasetraku. Hanamatsuri di sini juga dikenal sebagai "Shinto Hana" (Bunga Shinto), di mana kontennya banyak mengandung unsur mitologi Jepang. Karakter dan nama dewa yang muncul dalam pertunjukan juga menggunakan nama-nama dari mitologi Jepang. Sebagai contoh, tokoh utama Oni dipanggil dengan nama dewa seperti Sarutahiko-no-Mikoto (Sakaki-oni), Susanoo-no-Mikoto (Yamami-oni), dan Okuninushi-no-Mikoto (Mochiki-oni). Dengan demikian, ini bukan sekadar hiburan, melainkan sebuah ritual untuk mereproduksi dunia mitos dan doa kepada dewa di dunia nyata.
Bagian yang paling menarik adalah tarian unik yang bertema mitologi. Khususnya, tarian yang disebut "Iwato-biraki" (Pembukaan Gua Batu), yang merekonstruksi mitos saat dewi Amaterasu bersembunyi di dalam gua dan para dewa menarikan Kagura di depannya. Selain itu, jangan lewatkan momen di mana para penampil dengan topeng Oni yang dibuat dengan sangat indah menunjukkan gerakan yang kuat namun jenaka. Tarian yang berlangsung dalam suasana sakral ini merupakan elemen berharga untuk merasakan spiritualitas budaya Shinto secara visual.
Hanamatsuri diadakan setiap tahun pada hari Sabtu pertama bulan Desember hingga hari berikutnya. Jadwal umum dimulai sekitar pukul 20:00 pada hari Sabtu dan berlangsung hingga sekitar pukul 15:00 keesokan harinya. Pada malam hari, suasana menjadi sangat unik karena sosok para penampil dan Oni muncul di tengah kegelapan, diterangi oleh lampion dan api unggun. Sangat disarankan untuk berkunjung pada malam hari untuk merasakan atmosfer ritual malam yang magis.
Dalam festival ini, Anda dapat menyaksikan tarian tradisional Jepang dari jarak dekat. Melalui kostum tradisional, topeng Oni yang detail, dan gerakan berbasis mitologi, Anda dapat merasakan dunia spiritual Jepang. Selain itu, terdapat tradisi unik di mana pengunjung dapat memberikan sumbangan (Hanamimai) untuk berinteraksi dengan komunitas lokal, sebuah bentuk pertukaran budaya tradisional yang mempererat hubungan antara masyarakat dan pengunjung.
Di sekitar Kota Toe, terdapat banyak tempat bersejarah dan area alam yang indah. Misalnya, terdapat situs bersejarah seperti "Situs Kastil Shitara" atau "Mikawa Auto Village" yang cocok untuk berkemah. Mengunjungi tempat-tempat ini sebelum atau sesudah festival akan memperdalam pengetahuan Anda tentang alam dan sejarah Kota Toei yang kaya.
Karena diadakan di lapangan terbuka (Mauniwa Nakasetraku), persiapan musim sangatlah penting. Karena diadakan pada bulan Desember dan berlangsung hingga keesokan harinya, suhu akan sangat dingin. Pastikan membawa mantel tebal, pakaian hangat, dan penghangat tubuh (heat pack). Karena area bersifat terbuka dan mungkin tidak beraspal, disarankan memakai sepatu yang nyaman untuk berjalan. Untuk pembayaran sumbangan, Anda akan membutuhkan uang tunai. Karena ini adalah ritual suci, harap menjaga ketenangan dan tidak mengganggu jalannya upacara.