
Panduan
Hama Shōtsu-machi Hamakaya-chō terletak di Kota Kashima, Prefektur Saga, dan merupakan Distrik Preservasi Bangunan Tradisional yang penting. Wilayah ini merupakan bagian dari "Hizen Hamashuku", sebuah kota persinggahan dan pelabuhan yang makmur di masa lalu pada jalur Tará Kaidō. Hingga saat ini, gaya arsitektur dari era Edo, Meiji, Taisho, hingga Showa masih terlihat sangat jelas. Keunikan wilayah ini terletak pada perpaduan antara area dengan gudang (kura) berdinding putih yang elegan dan area rumah tradisional beratap jerami yang memberikan nuansa berbeda di setiap sudutnya. Selain itu, berkat sumber air tanah yang melimpah dan kualitas beras yang baik, tradisi pembuatan sake tradisional masih terus hidup di tengah lanskapi bersejarah ini, memberikan napas kehidupan industri di tengah suasana masa lalu.
Wilayah ini memiliki sejarah panjang yang bermula sejak abad pertengahan (zaman Kamakura dan Muromachi) dan berkembang pesat sebagai kota pelabuhan serta persinggahan pada era Edo. Pada masa itu, wilayah ini dihuni oleh nelayan dan pelaut dari Kadoma, serta berkembang menjadi kota perdagangan yang ramai dengan pengrajin, tukang kayu, dan pedagang. Keberagaman gaya arsitektur mencerminkan transisi zaman, di mana bagian selatan didominasi oleh rumah beratap jerami, sementara bagian utara menampilkan deretan rumah toko dengan dinding putih yang kokoh. Karena nilai sejarahnya yang tinggi, pemerintah Jepang melalui Kementerian Kebudayaan menetapkan kawasan ini sebagai Distrik Preservasi Bangunan Tradisional pada tahun 2006.

Banyak bangunan dengan nilai sejarah tinggi dapat Anda temukan di sini. Salah satunya adalah "Tsugiba", sebuah bangunan yang terdaftar sebagai Properti Budaya Berwujud Nasional. Dahulu berfungsi sebagai tempat transit kuda dan manusia di kota persinggahan, kini tempat ini digunakan sebagai pusat informasi wisata dan tempat istirahat. Selain itu, terdapat "Kediaman Mantai", sebuah bangunan penting yang ditetapkan sebagai Warisan Budaya Kota Kashima, yang menunjukkan gaya hunian kelas samurai pada akhir era Edo. Anda juga dapat menikmati suasana di "Jalan Gudang Sake" yang dipenuhi dinding putih serta berbagai rumah tua yang menawarkan pemandangan berbeda di setiap langkah kaki Anda.
Mengunjungi kawasan ini saat festival berlangsung akan memberikan pengalaman budaya yang lebih mendalam. Pada bulan Maret, diadakan "Hizen Hamashuku Hana to Sake Matsuri" (Festival Bunga dan Sake) yang menampilkan budaya pembuatan sake lokal. Selain itu, pada bulan Oktober, terdapat "Haven Hamashuku Aki no Kurakura Matsuri" yang selalu menarik banyak pengunjung. Waktu terbaik untuk berjalan-jalan adalah pada siang hari untuk mengamati detail arsitektur dinding putih dan atap jerami secara jelas, atau pada sore hari untuk merasakan suasana kota yang lebih tenang dan syahdu.
Anda tidak hanya sekadar berjalan-jalan, tetapi juga dapat berinteraksi langsung dengan sejarah melalui pemandu sukarela. Dengan melakukan reservasi sebelumnya, Anda dapat mengikuti tur yang menjelaskan latar belakang sejarah secara mendalam. Melalui papan informasi yang tersedia, Anda juga dapat mempelajari upaya pelestarian warisan budaya yang ada di sini. Ini adalah kesempatan unik untuk memahami peran kawasan ini sebagai kota persinggahan di masa lampau.
Di sekitar kawasan ini terdapat beberapa titik menarik lainnya, seperti "Hamanaka-machi Yaborigi", yang juga merupakan distrik pelestarian bangunan tradisional dengan suasana serupa. Selain itu, Stasiun Hizen-hama yang memiliki bangunan stasiun kayu yang khas, berfungsi sebagai pusat informasi bagi wisatawan. Anda juga dapat mengunjungi Taman Shogane yang tertata rapi untuk bersantai di tengah lingkungan yang asri.
Sangat disarankan menggunakan sepatu yang nyaman untuk berjalan kaki. Karena kawasan ini merupakan area pemukiman aktif, harap menjaga ketertiban dan menghormati privasi penduduk setempat.