
Panduan
Bekuju-jo Park terletak di Kota Yorii, Distrik Osato, Prefektur Saitama, dan merupakan salah satu situs benteng paling representatif dari zaman Sengoku. Situs ini telah ditetapkan sebagai situs sejarah nasional sejak tahun 1932 dan kini dikelola sebagai taman publik. Benteng ini dibangun dengan memanfaatkan medan alam yang ekstrem, diapit oleh tebing curam di antara Sungai Arakawa dan Sungai Fukasawa. Saat ini, pengunjung dapat melihat berbagai struktur yang telah direstorasi seperti tanggul (dorui), parit, tumpukan batu, dan gerbang empat kaki (shikakumon), yang memungkinkan Anda melihat langsung teknik pembangunan benteng pada masa itu. Keindahan alam yang menyatu dengan struktur sejarah menjadikannya tempat yang sangat menarik untuk dikunjungi di setiap musim.
Sejarah Bekuju-jo dimulai dari pembangunan oleh Nagao Kageharu, seorang pengikut dari klan Yamauchi di Kanto. Kemudian, di bawah kendali klan Hojo dari Odawara, benteng ini diperluas dan diperkuat oleh Hojo Ujikuni, menjadikannya titik pertahanan penting di wilayah utara Kanto. Benteng ini berfungsi sebagai garis depan untuk mencegah invasi dari arah Joshu dan Shinano. Pada tahun 1590, selama penyerangan Odawara oleh Toyotomi Hideyoshi, benteng ini dikepung oleh pasukan Maeda Toshiie dan Uesugi Kagekatsu dalam pertempuran sengit selama sekitar satu bulan. Akhirnya, kota menyerah demi menyelamatkan nyawa para prajurit. Sejak saat itu, tempat ini menjadi saksi transisi sejarah Jepang di bawah pemerintahan klan Tokugawa.

Di dalam area taman, terdapat berbagai struktur peninggalan zaman Sengoku. Area seperti 'San-no-kurawa', 'Ni-no-kurawa', dan 'Umadashi' yang telah direstorasi melalui penelitian di era Heisei, memberikan gambasi nyata mengenai skala benteng pada masa itu. Di San-no-kurawa, Anda dapat melihat rekonstruksi tanggul batu, gerbang empat kaki, dan kolam yang memudahkan Anda membayangkan bentuk asli benteng. Struktur 'Rengaku-shiki' yang menuju ke pusat benteng (Honmaru) juga menunjukkan kecerdikan dalam memanfaatkan topografi untuk pertahanan. Semua ini merupakan dokumen sejarah yang sangat berharga untuk memahami arsitektur benteng Jepang.
Bekuju-jo Park menawarkan pemandangan yang berbeda di setiap musim. Terutama di musim semi, daya tarik utamanya adalah bunga 'Edohigan' yang merupakan monumen alam Kota Yorii. Pohon ini dikenal sebagai kerabat dari Sakura Somei Yoshino dan telah berusia sekitar 150 tahun. Bunga ini dinamai 'Sakura Ujikuni' sebagai penghormatan kepada Hojo Ujikuni, dan akan menarik banyak fotografer saat mekar sempurna. Selain itu, Anda dapat melihat tanaman seperti Katakuri yang tumbuh di musim semi. Dari musim panas hingga musim gugur, Anda bisa menikmati keindahan lembah Sungai Fukasawa dan pemandangan daun yang berubah warna. Disarankan berkunjung pada siang hari agar dapat melihat detail struktur tanggul, parit, dan gerbang dengan jelas.

Di dalam area ini terdapat 'Museum Sejarah Bekuju-jo' yang menyajikan pameran mengenai sejarah dan struktur benteng. Melalui pameran ini, Anda dapat memperdalam pengetahuan tentang peran benteng pada zaman Sengoku. Anda juga bisa melakukan jalan santai (walking tour) menyusuri jalur setapak yang tertata sambil merasakan langsung sistem pertahanan berbasis topografi. Mengamati alam juga menjadi aktivitas yang menyenangkan, seperti melihat tanaman lokal seperti Katakuri dan Edohigan. Menjelajahi ruang yang memadukan peninggalan sejarah dan alam akan menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi wisatawan yang tertarik pada budaya Jepang.
Di sekitar bekas benteng, terdapat area seperti 'Denbara Koji' dan 'Kaji Koji' yang masih mempertahankan nama jalan bersejarah, memberikan kesan suasana kota di bawah kaki kastil. Selain itu, terdapat Kuil Takitate yang menyimpan peninggalan seperti menara batu (gorinto) yang dipindahkan dari benteng. Lingkungan yang asri di sepanjang lembah Sungai Fukasawa juga sangat cocok untuk berjalan santai. Anda dapat menyusun rencana perjalanan yang lebih lengkap dengan menggabungkan kunjungan ke titik sejarah lainnya di Kota Yorii.
Karena area taman mencakup area yang luas dengan kemiringan dan jalan yang tidak rata, sangat disarankan untuk memakai sepatu yang nyaman untuk berjalan.