
Panduan
Gunkanjima Museum adalah fasilitas yang terletak di Kota Nagasaki, Prefektur Nagasaki, yang didedikasikan untuk menyampaikan sejarah Pulau Hashima (yang dikenal luas sebagai Gunkanjima), sebuah situs yang terdaftar sebagai Warisan Dunia UNESCO. Museum ini memperkenalkan sejarah industri batu bara yang mendukung modernisasi Jepang serta pemandangan kehidupan masyarakat yang pernah tinggal di sana melalui berbagai metode seperti panel pameran, video, dan model miniatur. Fasilitas ini bukan sekadar tempat pameran biasa, melainkan sebuah pusat untuk memahami secara multidimensi tentang masa kejayaan masa lalu serta kondisi pulau yang kini menjadi pulau tak berpenghuni setelah penutupan tambang.
Hashima, yang lebih dikenal dengan nama Gunkanjima, memainkan peran yang sangat krusial dalam menyediakan batu bara berkualitas tinggi selama masa modernisasi dan pertumbuhan ekonomi pesat Jepang. Meskipun batu bara yang ditambang dari tambang bawah laut telah mendukung kemajuan bangsa, setelah penutupan tambang, penduduk meninggalkan pulau tersebut dan kini menjadikannya pulau tak berpenghuni. Museum ini didirikan untuk mewariskan perubahan sejarah tersebut kepada generasi mendatang. Sejak dibuka pada tahun 2003 dan melalui proses pendaftaran sebagai Warisan Dunia, museum ini telah memperluas ruang pamerannya untuk menjalankan peran penting dalam menyampaikan kedalaman sejarah kepada dunia.

Di dalam museum, tersedia berbagai jenis pameran untuk mempelajari sejarah Gunkanjima dari berbagai sudut pandang. Beberapa hal yang paling menarik perhatian adalah:
Karena merupakan fasilitas dalam ruangan, museum ini dapat dikunjungi tanpa memedulikan musim. Mengunjungi museum pada waktu yang tepat akan memungkinkan Anda menikmati pameran video dengan lebih tenang. Jam operasional museum adalah dari pukul 09:00 hingga 17:00. Sangat efisien untuk mampir ke museum ini sebelum atau sesudah mengikuti tur kapal (cruise tour) menuju pulau.
Melalui pameran ini, pengunjung dapat merasakan kembali semangat masa lalu saat pulau ini masih menjadi