
Panduan
Gudari Numa adalah sebuah titik mata air dan aliran sungai jernih yang terletak di area Tashirohei, Kota Aomori, Prefektur Aomori. Air yang mengalir di sini berasal dari air tanah (lelehan salju) dari Gunung Hakkoda, yang menghasilkan kualitas air dengan tingkat transparansi yang sangat tinggi. Aliran air yang menyambung dari kolam mata air menuju sungai kecil dengan lebar sekitar 20 cm sangat jernih hingga bebatah di dasar air terlihat dengan jelas. Kawasan ini dikelilinger oleh hutan gugur yang rimbun, menyajikan pemandangan alam yang berubah-ubah sesuai musim.
Wilayah ini memiliki sejarah di mana kegiatan penggembalaan kuda dan sapi pernah dilakukan di masa lalu. Mengenai asal-usul nama "Gudari", terdapat berbagai teori seperti "Kudari-zawa", "Kudasu (lahan terbengkalai)", atau asal kata dari bahasa Ainu yang berarti "ujung selatan", namun asal-usul pastinya belum diketahui secara definitif. Hal ini menunjukkan bahwa nama-nama yang berkaitan dengan topografi dan air telah diwariskan secara turun-temurun di tengah lingkungan alam yang kaya ini.

Elemen paling menonjol adalah kolam mata air dan aliran sungai jernih dari lelehan salju Hakkoda. Karena volume air yang melimpah dan transparansi yang luar biasa, Anda dapat melihat kondisi dasar air dan tanaman air dengan sangat jelas. Terutama saat musim gugur, pepohonan di sekitarnya berubah warna menjadi merah dan kuning, menciptakan refleksi warna-warni yang indah di permukaan air. Selain itu, pada waktu pagi hari, kabut sering menyelimuti tepian air, menciptakan suasana yang sangat tenang dan magis bersamaan dengan tanaman yang basah oleh embun.
Perubahan pemandangan berdasarkan musim sangat terasa di sini. Musim gugur (sekitar Mei hingga November) adalah waktu terbaik untuk menikmati perubahan warna dedaunan yang cerah. Waktu pagi hari juga sangat disarankan untuk melihat fenomena kabut dan embun yang menambah kesan mistis pada kejernihan air. Sebaliknya, pada siang hari yang cerah, Anda dapat mengamati bebatak di dasar air yang jernih serta pantulan langit biru di permukaan air dengan sangat jelas.

Kegiatan utama di sini adalah berjalan santai di alam dan fotografi. Karena area ini adalah kawasan alam murni, pengunjung disarankan untuk memperhatikan langkah saat mendekati tepian air karena medan yang mungkin tidak rata. Anda dapat merasakan ketenangan suara alam dan aliran air di tengah lingkungan yang sunyi. Perlu dicatat bahwa tidak ada fasilitas rekreasi khusus di sini; tempat ini murni untuk observasi dan apresiasi keindahan lansia alam.
Di sekitar lokasi terdapat Tashirohei Bokujo (Kandang Penggembalaan Tashirohei). Gudari Numa terletak sedikit di bawah area kandang ini dan menjadi bagian dari rute jalan santai yang memanfaatkan topografi setempat. Selain itu, kawasan ini juga dekat dengan area alam lainnya yang luar berharga seperti Shirakami Sanchi yang merupakan Situs Warisan Dunia.
Saat berjalan di sekitar air, perhatikan kondisi medan dan pijakan Anda. Jika ingin mendekati tepian air, sangat disarankan untuk membawa sepatu bot karet (boots) karena kemungkinan bersentuhan dengan lumpur atau air. Siapkan juga pakaian hangat karena suhu di area ini bisa berubah dengan cepat. Meskipun tidak ada transaksi uang tunai di area ini, persiapkan diri untuk mobilitas di sekitar lokasi. Demi menjaga kelestarian alam, harap patuhi aturan untuk membawa pulang sampah Anda dan dilarang mengambil tanaman atau flora di sekitar lokasi.