
Panduan
Futagoji adalah kuil Buddha aliran Tendai yang terletak di Gunung Ashibiki, Kota Kunisaki, Prefektur Oita. Kuil ini merupakan tempat suci ke-31 dalam rangkaian ziarah Usagami Gugyo Mansan. Selain dikenal luas sebagai tempat untuk memohon doa kesuburan (kosoduke), kuil ini juga menawarkan pemandangan alam yang luar biasa. Di dalam area kuil, Anda dapat menemukan bangunan bersejarah serta patung Nio (penjaga kuil) yang merupakan salah satu yang terbesar di wilayah Kunisaki, menciptakan suasana spiritual yang unik di tengah alam yang asri.
Sejarah Futagoji sangat panjang, konon didirikan pada tahun 718 M oleh Biksu Jinmon, yang dianggap sebagai inkarnasi dari dewa Usa Hachiman. Kuil ini melambangkan budaya sinkretisme Shinto-Buddha yang berakar kuat di wilayah ini. Sebagai salah satu pusat spiritual di Semenanjung Kunisaki, Futagoji telah menjaga tradisi dan warisan budayanya selama berabad-abad, menjadikannya situs penting untuk memahami sejarah penyebaran agama di Jepang.

Salah satu ikon utama adalah patung Nio yang berdiri di jalan setapak menuju kuil. Patung ini sangat besar dan legendaris; konon, jika Anda menyentuh bagian kaki patung ini, kekuatan kaki dan tubuh Anda akan menjadi lebih kuat. Selain itu, kuil ini sangat populer bagi mereka yang ingin berdoa untuk kesuburan dan kelahiran anak. Pada hari-hari tertentu, ritual khusus dilakukan. Jangan lewatkan juga ritual Goma (upacara api) yang diadakan setiap tanggal 28 setiap bulannya, di mana Anda dapat menyaksikan secara langsung ritual api tradisional yang sakral.
Perubahan pemandangan sesuai musim adalah daya tarik utama di sini. Terutama pada musim gugur sekitar pertengahan November, seluruh area kuil akan berubah menjadi hamparan warna-warni yang indah. Perpaduan antara arsitektur kuil kuno dengan dedaunan musim gugur menciptakan pemandangan yang sangat fotogenik. Kami menyarankan untuk berkunjung pada siang hari agar Anda dapat mengamati detail bangunan dan patung Nio dengan lebih jelas di bawah cahaya alami.

Di Futagoji, Anda tidak hanya sekadar berwisata, tetapi juga dapat merasakan pengalaman spiritual Jepang yang autentik. Menonton ritual Goma pada tanggal 28 setiap bulan memberikan kesempatan langka untuk merasakan kedalaman tradisi melalui elemen api. Melakukan ritual doa kesuburan atau mengikuti tradisi menyentuh patung Nio akan memberikan pengalaman budaya yang lebih mendalam dan berkesan bagi pengunjung.
Di sekitar kuil, terdapat rute wisata yang menjelajahi alam dan sejarah Semenanjung Kunisaki. Anda dapat menemukan tempat makan lokal seperti 'Futagoji Kawahara-za' yang menyajikan hidangan Soba yang lezat untuk beristirahat setelah berziarah. Lokasinya yang hanya sekitar 30 menit berkendara dari Bandara Oita menjadikannya destinasi yang mudah dikombinasikan dengan rencana perjalanan wisata di Prefektur Oita lainnya.

Karena area kuil cukup luas dan dikelilingり oleh alam, sangat disarankan untuk mengenakan sepatu jalan yang nyaman. Saat melakukan ibadah, harap menjaga ketenangan dan mengikuti aturan setempat. Harap siapkan uang tunai untuk membayar biaya masuk. Karena suhu udara dapat berubah-ubah tergantung musim, sebaiknya siapkan pakaian yang dapat disesluikan agar tetap nyaman selama berkeliling.