
Panduan
Fukiya Furusato Mura terletak di Kecamatan Nariwa, Kota Takahashi, Prefektur Okayama, sebuah kawasan bersejarah yang menjaga keaslian lanskap tradisional Jepang. Terletak di antara pegunungan pada ketinggian 550m, daerah ini pernah mencapai masa kejayaan berkat pengembangan tambang tembaga dan produksi Bengala (oksida besi). Ciri khas utama wilayah ini adalah penggunaan warna 'merah bata' atau 'merah jingga' pada dinding bangunan. Pemandangan deretan bangunan dengan dinding bercat Bengala dan atap genteng Sekishu yang memiliki berbagai gradasi warna menciptakan lanskap yang sangat unik dan indah. Karena statusnya sebagai kawasan pelestarian bangunan tradisional penting, tempat ini merupakan warisan budaya berharga yang menceritakan perkembangan industri modern di Jepang.
Sejarah Fukiya sangat panjang, dengan perkembangan pesat sejak akhir abad pertengahan melalui produksi tembaga. Pada zaman Edo, kawasan ini berkembang sebagai 'Tambang Yoshioka', dan pada era Meiji, manajemen modern diperkenalkan oleh Yataro Iwasaki dari Mitsubishi, menjadikan Fukiya salah satu dari tiga tambang tembaga terbesar di Jepang. Selain itu, produksi Bengala (oksida besi) yang sangat penting untuk pemurnian tembaga juga berkembang pesat hingga sekitar tahun 1970-an. Kemakmuran industri inilah yang membentuk karakter visual kota dengan dinding merah bata yang ikonik. Pada masa Edo, kawasan ini juga berfungsi sebagai titik transit penting bagi kapal-kapal tradisional (Takasebune) yang mengangkut barang.

Daya tarik utama area ini adalah suasana jalanan yang dipenuhi bangunan bersejarah. Terdiri dari empat distrik utama: Shimo-ya, Shimo-machi, Naka-machi, dan Senmai, yang masing-masing memiliki nuansa berbeda. Kontras antara dinding plester merah bata dengan atap genteng Sekishu yang berwarna-warni memberikan kesan visual yang sangat kuat. Anda dapat merasakan denyut nadi sejarah melalui berbagai bangunan tua dan fasilitas budaya yang tersebar di sepanjang jalan. Selain itu, Fukiya juga diakui sebagai tempat kelahiran 'Japan Red', yang mempertegas kedalaman budaya warna di wilayah ini.
Karena aktivitas utama di sini adalah berjalan kaki, waktu siang hari adalah waktu terbaik untuk menikmati keindahan pemandangan. Cahaya matahari yang mengenai dinding Bengala akan menonjolkan tekstur dan perubahan warna yang berbeda tergantung pada cuaca dan waktu. Musim yang disarankan adalah saat alam di sekitar masih hijau subur atau saat udara sedang jernih, sehingga pemandangan kota terlihat lebih menonjol. Terkadang, acara seperti Hill Climb Challenge di bulan Oktober juga menambah kemeriahan di kawasan ini.

Di sini, Anda tidak hanya berwisata, tetapi juga bisa belajar sejarah secara langsung. Terdapat pameran yang menjelaskan sejarah tambang tembaga dan budaya produksi Bengala. Anda juga dapat mengunjungi pusat informasi atau museum kecil untuk memahami sejarah lokal secara mendalam. Berjalan santai di antara bangunan tua akan membawa Anda kembali ke masa kehidupan pedagang dan pengrajin zaman dahulu.
Di sekitar Fukiya, terdapat banyak titik sejarah lainnya di Kota Takahashi, seperti kediaman bersejarah Xieko-tei. Karena lokasinya yang berada di pegunungan, area ini menawarkan pemandangan alam yang asri. Sangat disarankan untuk menjelajahi area ini menggunakan mobil atau bus agar bisa mengunjungi berbagai situs sejarah di sekitarnya.
Karena jalanan di kawasan bersejarah ini mungkin memiliki permukaan yang tidak rata atau tanjakan, sangat disarankan untuk mengenakan sepatu yang nyaman untuk berjalan kaki. Karena lokasinya di daerah pegunungan, bawalah pakaian yang sesuai untuk perubahan cuaca.