
Panduan
Shitenno-ji telah mencatatkan sejarah lebih dari 1.400 tahun sebagai salah satu kuil resmi tertua di Jepang yang didirikan oleh Pangeran Shotoku. Dalam sejarah panjangnya, 'Doyadoya' yang diadakan setiap 14 Januari dikenal sebagai salah satu ritual tradisional Osaka yang paling ikonik. Ritual ini merupakan bagian dari upacara Shusho-e, yang merupakan puncak dari rangkaian ibadah Buddha yang dimulai sejak awal tahun baru. Pemandangan para pria yang mengenakan fundoshi (celana tradisional) berebut jimat penolak bala yang ditaburkan dari langit bangunan kuil sangatlah dinamis, menciptakan suasana penuh semangat di tengah udara musim dingin yang dingin.
Sejarah Shitenno-ji bermula sejak zaman Asuka. Didirikan oleh Pangeran Shotoku untuk mendoakan perdamaian dunia dan kemakmuran panen, tempat ini telah menjadi pusat doa masyarakat sejak lama. Nama 'Doyadoya' konon berasal dari kerumunan orang yang berkumpul di Rokujido untuk menyaksikan ritual tersebut. Festival ini bukan sekadar acara keramaian, melainkan memiliki makna spiritual untuk menghadap dewa dan Buddha dengan jiwa yang murni. Partisipasi dalam balutan fundoshi didasarkan pada tradisi untuk kembali ke wujud asal manusia yang murni saat berdoa.
Kompleks utama (Chushin Garan) menampilkan arsitektur indah dengan kontras antara pilar merah menyala dan dinding putih, di mana patung Kuyo Kanon Bosatsu bersemayam di dalam Kon-do. Selain itu, pagoda lima tingkat (Gojuto) yang ada saat ini adalah generasi kedelapan, dan pengunjung dapat menaiki tangga spiral di dalamnya. Dari lantai teratas, Anda dapat melihat pemandangan kota Osaka dan gedung tinggi Abeno Harukas di kejauhan. Di sisi timur laut, terdapat 'Taman Gokuraku Jodo' yang menawarkan pemandangan alam indah dengan sistem taman kolam yang menenangkan. Kontras antara kemegahan arsitektur sejarah ini dengan energi festival Doyadoya menciptakan pemandangan yang hanya bisa ditemukan di sini.
Anda dapat menikmati berbagai ekspresi Shitenno-ji di setiap musim. Mulai dari bunga sakura di musim semi, teratai di musim panas, dedaunan musim gugur, hingga ketenangan musim dingin. Khusus pada tanggal 14 Januari saat Doyadoya berlangsung, Anda akan merasakan perpaduan unik antara semangat festival yang membara dan udara dingin yang menusuk. Gerbang kuil terbuka 24 jam, sehingga Anda dapat berziarah dari luar bangunan kapan saja. Nikmati warna-warni arsitektur di bawah cahaya alami pada siang hari, atau suasana sakral yang diterangi lampu pada malam hari.
Selain menjelajahi arsitektur bersejarah, Anda dapat mencoba pengalaman menaiki tangga spiral di pagoda lima tingkat untuk melihat pemandangan kota dari ketinggian. Di museum harta karun (Hobutukan), Anda dapat mengagumi benda budaya berharga seperti pedang 'Shichiseiken' dan 'Heishi Shorinken' yang berkaitan dengan Pangeran Shotoku. Ini akan membantu Anda memahami teknologi dan sejarah masa lalu secara visual. Setelah berkunjung, Anda juga bisa bersantai di area sekitar seperti Taman Tennoji (Tenshiba) untuk menikmati suasana budaya Osaka yang lebih modern.
Di sebelah selatan Shitenno-ji, terdapat Taman Tennoji (Tenshiba), sebuah ruang terbuka hijau yang luas dengan berbagai kafe dan restoran yang cocok untuk bersantai. Selain itu, Osaka City Museum of Art juga dapat dicapai dengan berjalan kaki, memungkinkan Anda memperluas wawasan dari sejarah kuil ke seni modern. Area ini juga memiliki akses mudah ke wilayah 'Shinsekai' yang terkenal dengan menara Tsutenkaku, memberikan pengalaman lengkap antara sejarah tradisional dan energi modern Osaka.
Kami menyarankan penggunaan sepatu yang nyaman untuk berjalan kaki, terutama saat menaiki tangga di pagoda. Untuk pembayaran biaya masuk di area tertentu seperti Chushin Garan, taman, atau museum, pembayaran tunai (cash) adalah metode utama. Karena area kuil adalah tempat suci, harap menjaga ketenangan selama berkunjung. Dukungan bahasa Inggris pada papan informasi atau staf sangat terbatas, jadi disarankan untuk mempelajari etika dasar atau istilah Buddha sederhana sebelumnya. Perhatikan juga bahwa pengambilan foto di dalam bangunan atau area tertentu mungkin dibatasi; harap ikuti instruksi petugas setempat.