
Panduan
Dojoji adalah sebuah kuil aliran Tendai yang terletak di Kota Hidaka, Distrik Hidaka, Prefektur Wakayama. Kuil ini dikenal dengan nama Amone-san dan merupakan tempat suci ke-5 dalam daftar 33 Kuil Saigoku yang baru. Dojoji memiliki nilai sejarah dan budaya yang sangat tinggi. Daya tarik utamanya adalah koleksi patung Buddha yang sangat berharga, termasuk Patung Berdiri Senju Kannon Kayu yang ditetapkan sebagai Puska Nasional, serta perannya sebagai latar dari legenda terkenal 'Anchin dan Kiyohime' yang menjadi inspirasi dalam sastra dan seni tradisional Jepang seperti Noh dan Kabuki. Sebagai salah satu kuil tertua di Wakayama, situs ini memiliki sejarah yang sangat panjang dengan sisa-sisa struktur kuno yang masih dapat diidentifikasi.
Sejarah kuil ini sangat tua. Menurut tradisi, Dojoji didirikan pada tahun 701 Masehi atas perintah Kaisar Monmu oleh pendiri Dojoji. Ada juga teori yang menyatakan bahwa kuil ini didirikan berdasarkan doa dari Fujiwara no Miyako, istri Kaisar Monmu. Meskipun sempat mengalami masa kejayaan pada era Heian, kuil ini mengalami beberapa kali kebakaran dan konflik yang menyebabkan beberapa bangunan hancur. Aula utama (Hondo) yang ada saat ini merupakan bangunan bersejarah yang diperkirakan selesai dibangun pada tahun 1357. Selain itu, daerah ini sangat kental dengan cerita bertema cinta dan obsesi seperti legenda 'Hajinaga-hime' dan 'Anchin-Kiyohime', yang terus diangkat dalam pertunjukan Noh, Kabuki, hingga musik modern.

Sorotan utama Dojoji adalah Patung Berdiri Senju Kannon Kayu dan Patung Bodhisattva Kayu yang merupakan Pusaka Nasional. Patung-patung ini diperkirakan berasal dari abad ke-9 (awal era Heian) dan memiliki ukiran yang sangat detail. Secara khusus, patung Senju Kannon memiliki bentuk unik dengan 44 tangan, bukan 42 tangan seperti pada umumnya. Selain itu, terdapat juga 'Patung Berdiri Senju Kannon Kayu Kanshitsu' yang ditemukan saat renovasi aula utama, yang merupakan aset budaya penting dari era Nara. Di sekitar area kuil, Anda juga dapat menemukan bangunan bersejarah lainnya seperti pagoda tiga tingkat, paviliun (shoin), dan gerbang Nio yang merupakan Benda Budaya Penting, yang semuanya mencerminkan gaya arsitektur masa lalu.
Suasana di dalam area kuil selalu tenang sepanjang tahun. Waktu pagi hari sangat direkomendasikan karena udaranya yang jernih akan membantu Anda merasakan suasana sakral yang mendalam. Selain itu, menyaksikan 'Esekki Seppo' (ceramah visual menggunakan gulungan gambar) di Enkidou adalah kesempatan langka untuk memahami cerita sejarah secara visual. Meskipun tidak ada acara khusus musiman yang tercatat, waktu yang cerah sangat disarankan untuk menikmati keindahan arsitektur dan patung Buddha dengan lebih maksimal.

Di Dojoji, Anda tidak hanya sekadar beribadah, tetapi juga dapat merasakan pengalaman budaya tradisional Jepang. Melalui 'Esekki Seppo' di Enkidou, pengunjung dapat mempelajari legenda Anchin dan Kiyohime melalui penjelasan visual menggunakan gulungan gambar (emaki). Ini adalah cara unik untuk mempelajari sastra klasik dan spiritualitas Jepang melalui visualisasi, bukan sekadar teks. Memahami latar belakang cerita ini juga akan memperdalam pemahaman Anda terhadap seni pertunjukan tradisional Jepang seperti Noh dan Kabuki.
Dojoji dapat dikunjungi bersamaan dengan perjalanan ziarah kuil-kuil lain di sekitarnya, karena merupakan bagian dari rute ziarah 33 Kuil Saigoku yang baru. Beberapa kuil terdekat yang bisa dikunjungi adalah Mizukan-ji, Hokoku-in, atau Kanon-ji. Mengunjungi tempat-tempat ini akan memberikan perspektasi yang lebih dalam mengenai sejarah regional di wilayah tersebut.

Demi menjaga kesucian kuil, pengunjung diharapkan menjaga ketenangan. Karena terdapat banyak tangga dan perbedaan ketinggian lantai, sangat disarankan untuk menggunakan sepatu yang nyaman untuk berjalan. Karena tidak ada informasi spesifik mengenai metode pembayaran digital, disarankan untuk menyiapkan uang tunai (Yen Jepang). Harap patuhi instruksi setempat mengenai area yang dilarang untuk mengambil foto. Karena struktur bangunan yang bersejarah, harap berhati-hati saat berjalan di area yang mungkin tidak ramah kursi roda.