
Panduan
Taman De Ryke terletak di Wakamachi, Kota Mima, Prefektur Tokushima. Taman ini memiliki ciri khas kincir angin bergaya Belanda yang dibangun pada April 2009. Lokasinya berada di area hulu Sungai Oya, yang berkaitan dengan sejarah bendungan pengendalian sedimen (bendungan De Ryke).
Tempat ini memiliki sejarah unik terkait pengendalian sedimen di Sungai Oya. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh ahli teknik asal Belanda, Johannes de Rijke, pada tahun 1884, pembangunan bendungan ini bertujuan untuk mengatasi masalah aliran sedimen dari sungai-sungai di utara Tokushima. Struktur bendungan jenis ini merupakan peninggalan sejarah yang sangat langka dan hanya dapat ditemukan di wilayah ini.
Elemen utama taman ini adalah kincir angin dengan desain khas Belanda dan berbagai tanaman musiman. Daya tarik paling ikonik adalah pada bulan April, di mana sekitar 15.000 bunga tulip ditanam, menciptakan barisan bunga berwarna-warni yang indah. Perpaduan antara kincir angin dan hamparan tulip memberikan nuansa unik yang tidak akan Anda temukan di tempat lain di Jepang.
Waktu terbaik untuk berkunjung adalah bulan April. Pada periode ini, 'Festival Tulip Taman De Ryke' diadakan, menampilkan ribuan bunga tulip yang sedang mekar sempurna. Meskipun taman ini dapat diakses 24 jam, kami sangat menyarankan untuk datang pada siang hari saat cahaya matahari cerah agar Anda dapat menikmati keindahan warna-warni tulip dan detail kincir angin secara maksimal.
Anda dapat menikmati jalan-jalan santai dengan latar belakang kincir angin yang megah. Sambil berjalan menyusuri taman yang tertata rapi, Anda bisa merasakan nuansa budaya Belanda melalui arsitektur kincir angin sambil mengagumi keindahan bunga-bunga yang berganti sesuai musim.
Taman ini terletak di dekat pusat Wakamachi, Kota Mima, di bagian hulu Sungai Oya. Area sekitarnya memiliki lingkungan alam yang asri dan merupakan lokasi penting untuk mempelajari sejarah pembangunan bendungan pengendalian sedimen.
Karena merupakan area terbuka, kami menyarankan Anda mengenakan sepatu jalan yang nyaman untuk berkeliling. Meskipun taman ini terbuka 24 jam, harap tetap menjaga etika sebagai pengunjung di ruang publik, seperti tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga kebersihan lingkungan.