
Panduan
Kuilai Shrine (Daisen Jinja) terletak di distrik Takeda, Pulau Sado, Prefektur Niigata. Kuil ini menghormati dua tokoh sejarah, Hino Suketomo dan Daizenbo. Daya tarik utamanya adalah panggung Noh beratap jerami yang dibangun kembali pada tahun 1846. Panggung ini telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Prefektur Niigata, menjadikannya pusat penting untuk melestarikan arsitektur dan seni pertunjukan tradisional Jepang. Terletak di tengah lanskap pedesaan, kuil ini menawarkan harmoni yang indah antara bangunan bersejarah dan alam sekitar.
Sejarah kuil ini berakar dari pendirian oleh Honma Yamashiro-no-kami. Terdapat legenda mengenai Dazenbo yang membantu pelarian Ashimaru (anak dari Hino Suketomo) ke Sado, yang kemudian berakhir tragis. Kuil ini didirikan untuk menenangkan roh Dazenbo. Panggung Noh di sini juga memiliki sejarah panjang sebagai salah satu dari 'Kokunaka Shosho no Nohjo', tempat di mana seni Noh telah dipentaskan sejak lama. Struktur unik lainnya adalah adanya lubang 'kane-ana' pada langit-langit panggung, yang digunakan untuk menggantung lonceng dalam tradisi Dojoji.

Bagian paling menonjol dari Kuilai Shrine adalah panggung Noh tradisional dengan atap jerami. Di bagian belakang panggung (kagami-ita), terdapat lukisan pohon pinus dengan matahari yang melambangkan estetika tradisional Jepang. Selain arsitekturnya, suasana spiritual yang tenang di sekitar kuil memberikan pengalaman mendalam tentang budaya spiritual Jepang. Mengunjungi pada waktu tertentu memungkinkan Anda menyaksikan seni pertunjukan yang hidup sebagai bagian dari ritual suci.
Kuilai Shrine mengadakan pertunjukan seni tradisional pada waktu-waktu khusus. Pada festival tanggal 18 April, diadakan ritual persembahan Noh. Pada bulan Juni, pertunjukan Noh dan Saryu Kyogen digelar. Beberapa acara di bulan Juni bahkan diadakan pada malam hari dengan konsep 'Takimono' (Noh dengan obor), memberikan suasana magis yang tidak dapat ditemukan pada kunjungan biasa.

Anda dapat menyaksikan seni pertunjukan Jepang yang sangat langka, seperti 'Saryu Kyogen', salah satu aliran yang sangat sedikit jumlahnya di Jepang. Menonton tarian di atas panggung bersejarah ini adalah pengalaman budaya yang tak terlupakan. Harap dicatat bahwa acara-acara ini bergantung pada kalender festival tertentu, jadi sangat disarankan untuk memeriksa jadwal secara berkala.
Di sekitar kuil, terdapat berbagai situs sejarah lainnya di Pulau Sado. Anda dapat mengunjungi situs arkeologi 'Gokofu' yang menunjukkan sejarah dari abad ke-9, atau mengunjungi kuil-kuil terkait tokoh sejarah dan tempat yang terkenal dengan bunga Satsuki di sekitarnya untuk memperdalam pengetahuan sejarah Sado Anda.
Saat berkunjung, harap perhatikan hal berikut: