
Panduan
Daio Sugi (Gyojasugi) terletak di distrik Koishiwara, Desa Toho, Prefektur Fukuoka. Kawasan ini merupakan gugusan pohon aras raksasa dengan usia berkisar antara 200 hingga 600 tahun. Di area seluas 4,68 hektar ini, terdapat 375 pohon aras yang membentuk pemandangan luar biasa. Puncaknya adalah 'Daio Sugi', sebuah pohon raksasa dengan tinggi sekitar 55m dan keliling batang 8,3m yang telah dipilih oleh Kementerian Kehutanan Jepang sebagai salah satu dari '100 Raksasa Hutan'. Tempat ini juga memiliki nilai sejarah sebagai lokasi meditasi bagi para praktisi Shugendo.
Wilayah ini sejak lama dikenal sebagai tempat praktik Shugendo (pemujaan gunung). Ada tradisi di mana para praktisi menanam tunas pohon aras saat memulai latihan pendakian, dan pohon-pohon yang tumbuh dari tradisi inilah yang disebut sebagai 'Gyojasugi'. Dalam kepercayaan lokal, pohon aras dianggap sebagai tempat bersemayamnya jiwa. Selain Daio Sugi, terdapat pohon-pohon unik lainnya seperti 'Reigen Sugi' (Ibu dari Gyoja), 'Sakaime Sugi', dan 'Oni Sugi' yang memberikan kedalaman sejarah pada kawasan ini.
Highlight utama adalah 'Daio Sugi'. Skalanya yang masif akan membuat pengunjung merasakan betapa panjangnya sejarah alam. Selain itu, Anda dapat menemukan pohon-pohon unik lainnya seperti 'Reigen Sugi' dan 'Oni Sugi' yang tersebar di sekitar. Pohon-pohon ini tumbuh menjulang lurus ke langit, menciptakan kanopi hijau yang meneduhkan. Anda dapat mengamati tata letak dan karakteristik unik setiap pohon sambil berjalan santai di jalur setapak yang telah disediakan.
Karena merupakan area pemandangan alam terbuka, tidak ada jam operasional penutupan khusus. Keindahan area ini berubah sesuai musim; sangat disarankan untuk berkunjung saat musim semi (hijau segar), musim panas (hijau pekat), atau musim gugur (perubahan warna daun) untuk melihat kontras antara pohon raksasa dan alam sekitarnya. Berkunjunglah pada siang hari saat cahaya matahari menembus celah dedaunan untuk suasana yang lebih menenangkan.
Aktivitas utama di sini adalah jalan santai (nature walk) menyusuri jalur setapak yang tertata. Berjalan di antara pepohonan raksasa akan memberikan sensasi menjauh dari hiruk pikuk kota dan merasakan udara hutan yang murni. Anda dapat merasakan atmosfer spiritual sekaligus keindahan bentuk alam dengan panca indra. Selain itu, Anda juga bisa menggabungkan perjalanan ini dengan wisata budaya keramik Koishiwara yang terkenal di sekitar wilayah ini.
Desa Toho yang menaungi Daio Sugi dikelilingi oleh alam yang kaya. Di dekat lokasi, terdapat sentra keramik tradisional 'Koishiwara-yaki' dan 'Takatori-yaki' di mana Anda bisa melihat proses pembuatannya. Anda juga dapat menikmati pemandangan sawah terasering yang indah, yang merupakan representitas pemandangan pedesaan klasik Jepang.
Sangat disarankan mengenakan pakaian yang nyaman dan sepatu olahraga atau sepatu trekking karena medan berupa tanah dan akar pohon. Meskipun jalur setapak sudah tertata, permukaan jalan bisa tidak rata. Karena ini adalah area alam terbuka, tidak ada biaya masuk atau reservasi. Mohon jaga kelestarian alam dengan tidak merusak tanaman dan selalu membawa kembali sampah Anda.